RegionalSukabumi

Walikota Sukabumi Targetkan Angka Kemiskinan Dibawah 5 Persen

SUKABUMI, MBInews.id — Angka kemiskinan di Kota Sukabumi alami penurunan. Jika di tahun 2018 lalu jumlah warga miskin mencapai 8,03%, tahun 2019 ini berada di posisi 7,12% dari jumlah penduduk sebanyak 328 ribu. “Target saya, angka kemiskinan di bawah 5 persen, Insya Allah selama periode saya  bisa terwujud,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi usai menyerahkan penghargaan kepada enam peserta terbaik dalam penanggulangn kemiskinan di salah satu Hotel Jalan Suryakencana Kota Suakbumi, Senin (26/08/2019).

Fahmi mengungkapkan, upaya penurunan angka kemiskinan terus dilakukan oleh Pemkot Sukabumi. berbagi inntervensi dan kegiatan terus dilakukan untuk menekan angka kemiskinan, termasuk lintas SKPD.”Program penurunan angka kemiskinan ada di semua SKPD, ada yang sifatnya bantuan tunai yang langsung diberikan ada yang non tunai. Baik itu sifatnya keterampilan atau keahlian,”ujarnya.

Untuk itu keterlibatan masyarakat seperti komunitas itu salah satu bentuk untuk mendorong Pemkot dalam menekan kemiskinan.”“Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini salah satu bentuk bagaimana pemkot mengupayakan menekan angka kemiskinan,”Aku Fahmi.

Sedangkan enam komunitas yang mendapatkan penghargaan tersebut. Yaitu, Pekamata dari Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros, Jum’at Berkah Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum, Sapulidi  Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole, Cipta Usaha Mandiri Kelurahan Tipar  Kecamatan Citamiang, Kardus Kelurahan Karamat kecamatan Gunungpuyuh, dan  Komunitas Wanita Peduli Limbah Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros.

Fahmi bersyukur semakin banyaknya keterlibatan masyarakat dalam membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Salah satu komunitas memiliki program pinjaman bergulir yang memutuskan hubungan warga dengan bank keliling atau bank emok. “Ini sangat mungkin bisa dikembangkan di Kota Sukabumi. Makanya dilihat, walaupun sifatnya lokal apakah bisa diperluas ke kelurahan lain. Program komunitas ini juga akan diselaraskan dengan program kredit Anyelir (anti pinjam ke rentenir),” pungkasnya. (yong)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button