PendidikanPolitikSukabumi

PMII Berikan Kartu Kuning Untuk Walikota Sukabumi

SUKABUMI,  MBInews.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII PC Kota Sukabumi menggelar aksi di halaman Balaikota Sukabumi. Aksi tersebut meminta Pemerintah Kota Sukabumi segera menunaikan beberapa program yang meliputi bidang ekonomi, infrastuktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Dalam pendidikan, yaitu pendidikan vokasi yang sampai hari ini masih belum jelas atau raba-raba. Dalam ekonomi adalah Sukabumi Kece, di semua Kecamatan memang sudah melakukan pelatihan, tapi sampai detik ini belum ada satu pun kecamatan yang goal,” ucap Ketua PC PMII Kota Sukabumi Isep Ucu Agustina kepada awak media usai demo di depan DPRD Kota Sukabumi Senin (02/09/2019).

Dalam aksinya pihak PMII cabang Sukabumi memberikan kartu kuning sebagi tanda pengingat kepada pemerintah terkait program kerjanya jelang 1 tahun.

“Tadi pun kami sudah memberi kartu kuning kepada Pemerintah Kota atas kinerjanya yang dilakukan selama ini, ucap Isep kepada awak media.

Sementara itu Walikota Sukabumi Fahmi menjelaskan, apa yang dituduhkan mahasiswa berbanding terbaik dengan data dan fakta di lapangan. Menurutnya, hal yang berkaitan dengan kesehatan mislanya, ada 4 puskesmas yang buka dari sore hingga malam.

“Katanya tidak ada puskesmas yang buka dan belum optimasl, padahal ada 4 puskesmas yang buka sore hingga malam. Seperti Puskesmas Baros, Selabatu, Sukabumi, dansatu lagi lupa, itu buka dari jam 15.00-20.00 WIB,.

Adapun dengan kartu kuning itu hak mahasiswa. jelas Fahmi.

Dalam bidang ekonomi dan pendidikan, Fahmi mengatakan saat ini program Sukabumi Kece dan pendidikan vokasi telah berjalan di Kota Sukabumi.

“Terkait Sukabumi Kece, mereka mempertanyakan, padahal sekarang sedang berjalan proses Sukabumi Kecenya di beberapa kelurahan.Pendidikan vokasi juga kan tahun ini pembuatan roadmap nya, tapi kita kolaborasikan dengan Sukabumi Kece,” tambah Fahmi.

Terakhir Fahmi juga mengatakan soal progres pembangunan Pasar Pelita, yang saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Soal Pasar Pelita yang dianggap mangkrak, padahal perjalanan pembangunannya sudah 80 persenan. Mungkin informasi yang mereka belum maksimal dan utuh,”.

Pasca adanya tanggapan dari pihak Pemerintah Kota Sukabumi massa aksi PMII cabang Kota Sukabumi pun ikut bergabung bersama massa aksi GMNI, HIMASI dan IMM yang lebih dulu menggelar aksi di DPRD Kota Sukabumi. (Dian/Koes)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button