Bandung RayaPemerintahan

Kota Bandung Menjadi Tolak Ukur Kota Dan Kabupaten Untuk Hal Pelayanan

BANDUNG, MBinews.id  – Kota Bandung menjadi tolak ukur kota/kabupaten lain dalam hal memenuhi hak layanan dasar dan wajib warga. Sejumlah layanan dasar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dinilai telah cukup baik.

Hal itu juga yang membuat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjadi pembicara pada Human Right Festival 2019 di Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Selasa (19/11/2019) kemarin.  Yana menjadi salah satu pembicara bersama 33 perwakilan kabupaten/kota lainya dan perwakilan 12 negara antara lain Kanada, Swedia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belanda, Thailand, Timor Leste, Myanmar, dan perwakilan masyarakat sipil.

Pada kesempatan itu, Yana mengungkapkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandung untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

“Pada 2 April 2015, Pemkot Bandung mendeklarasikan sebagai Kota Hak Asasi Manusia dan berkomitmen untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak asasi warga Kota Bandung,” ungkap Yana.

“Pertama adalah partisipasi dan hak layanan publik. Kedua hak budaya dan kreatifitas. Ketiga kak lingkungan dan pembangunan. Keempat hak kesetaraan dan kesejahteraan,”  imbuh Yana menjelaskan tentang isi Deklarasi tersebut.

Dalam memenuhi hak layanan dasar dan wajib warga, Pemkot Bandung terus melakukan berinovasi. Untuk hak kesehatan misalnya, kota Bandung memiliki Layad Rawat, home care, UHC (Universal Health Coverage) yaitu setiap warga Kota Bandung yang memiliki kartu keluarga dan KTP kota Bandung berhak memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis dikelas III.

Sedangkan hak pendidikan, pada tingkat SD dan SMP seluruh biaya sudah gratis karena sudah ada Bantuan oprasional dari Pemerintah. Tak terkecuali kaum Lasia dan difabel pun diberika perhatian khusus. Salah satunya, pembangunan puskesmas ramah disbilitas, pembagunan trotoar untuk pejalan kaki lansia.

“Belum lama lalu, kita juga melucurka bus ramah disabilitas. Hal itu agar mereka bias lebih nyaman dalam bepergian,” kata Yana.

Festival HAM 2019 bertajuk “Pembangunan Daerah Berbasis HAM dan Berkeadilan Sosial melalui Pendekatan Budaya” diselenggarakan di Jember Jawa Timur pada 19-21 November 2019. Acara ini dibuka oleh Bupati Jember dr. Faida, MMR., Direktur INFID Sugeng Bahagijo, dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang dilanjutkan dengan keynote speech oleh Jaleswari Pramodhawardani dari Kantor Staf Presiden (KSP).

Festival ini akan diisi dengan kegiatan konferensi Kabupaten/kota HAM, pentas budaya dan berbagai kegiatan lainnya.

Sebagai informasi tambahan pada tahun juga 2018 kota Bandung meraih Penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) atas usahanya dalam penghormatan, pemenuhan, perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia. (**mbi)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button