Bandung RayaJabarRegional

Acara Peringatan Hari Ibu, Nurul Arifin : Apresiasi FKPPI Kota Bandung Rasa Hormat Pada Kaum Perempuan

BANDUNG, MBInews.id – Ketua FKPPI Kota Bandung, Ade Ma’ruf mengajak warga Kota Bandung untuk mencintai orang tua khususnya ibu. Hal itu karena ibu merupakan aktor penting dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa serta agama, turut  hadir Anggota Komisi I DPRRI Nurul Arifin

“Memperingati hari ibu ini sebagai tanda terima kasih pada kaum ibu yang sebagai tiang dalam rumah tangga hingga tiangnya negara Republik Indonesia dalam usaha membangun karakteristik bangsa Indonesia dimasa sekarang dan yang akan datang,”ujar Ade. Bertempat di Gedung Serbaguna Mako PC 10.09 FKPPI jalan Sukabumi 32-34 Kota Bandung, Minggu (22/12/2019)

Seperti pada umumnya kegiatan peringatan hari ibu ini diisi dengan sambutan-sambutan dengan berbagai paparan terkait hari ibu yang mempunyai tema wanita berdikari, berdaya dan berkarya untuk Indonesia Maju yang dimana penuh inspirasi dan motivasi didalamnya.

“Wanita, ibu-ibu Indonesia sebagai pilar dasar pendidikan membangun dan mendidik anak sebagai generasi bangsa Indonesia yang berkarakter” paparan Ade Ma’rarif.

“Ibu-ibu berperan aktif untuk membimbing anak-anaknya meretas dan mremfitler kemajuan teknologi terutama yang berhubungan dengan gadget yang berisi informasi dan tayangan yang tidak pas dari luar yang sangat cepat menjadi viral yang bisa merusak moral” imbuh Ade.

“Ibu-ibu dituntut mengarahkan teknologi gadget ke arah positif agar mempunyai nilai yang menghasilkan uang, edukatif, dan peluang usaha lainnya agar pengaruh buruk bisa dkesampingkan” tambahnya.

“Mari kita menjaga bersama generasi Indonesia dengan apa yang bisa kita lakukan” ajak Ade Ma’rarif pada tamu undangan yang hadir.

Dalam sejarahnya wanita adalah sebagai makhluk yang multi talenta yang mempunyai peranan serba bisa dalam kehidupan berumah tangga ataupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan berbangsa serta bernegara dari zaman prasejarah hingga sejarah dalam peradaban manusia, yang menyebutkan wanita sejak dulu dijajah pria hingga timbul pergerakan ibu kita Kartini,  Dewi Sartika dan pergerakan tentang wanita di sejarah dunia lainnya.

“Wanita Indonesia harus mampu berdikari, berdaya dan berkarya untuk Indonesia Maju yakni mampu sejajar dengan kaum pria dalam kemandirian, menghasilkan dan menciptakan peluang usaha baru yang inovatif dan relevan sesuai kebutuhan zaman dan dalam segala bidang harus diisi kaum wanita untuk sama-sama diikutsertakan” papar Nurul Arifin.

“Wanita pun mempunyai hak dalam mengisi pembangunan dengan daya ciptanya yang justru wanita lebih sabar dan ulet dalam melakukan suatu pekerjaan” ungkap Nurul.

“Tetapi tidak keluar dari kodratnya sebagai wanita bahkan ada yang sengaja keluar fungsinya sebagai wanita dengan operasi plastik atau olah raga yang tidak sesuai dengan kodratnya atau hal lain yang malah menjadi bumerang dan hingga merendahkan kaum wanita itu sendiri” penjelasan Nurul.

“Sejajar dalam artian mampu menyeimbangkan dalam peran serta dikehidupan sosial berumah tangga,  bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara dimana didalamnya melibatkan kaum perempuan” tambah Nurul.

“Mampu berkarya dengan penyesuaian tugas,  fungsi dan wewenang dalam pekerjaan sebagai apa dalam menunjukan dengan kemampuannya untuk berperan aktif hingga berprestasi” imbuh Nurul lagi.

“Wanita Indonesia harus mampu membuat peluang-peluang baru dan menciptakan usaha baru dari potensi kearifan lokal daerah sebagai sumber pendapatan yang lainnya” ajakan Nurul.

“Saya mengapresiasi ketua PC 10.09 FKPPI, pak Ade Ma’rarif yang menginisiasi acara peringatan hari ibu ini sebagai rasa hormatnya pada kaum perempuan pada umumnya dan khusus ibu sebagai orang tua kita” pungkasnya. (iwanruna/mbi)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button