JabarPendidikanSukabumi

Refleksi Kemerdekaan, Pemuda Membangun Bangsa.

SUKABUMI, MBInews.id – Dewan Mahasiswa Institusi Agama Islam Sukabumi (IAIS) stadium general secara online dalam rangka merefleksi kemerdekaan republik Indonesia ke-75 dengan tema peran pemuda dalam membangun bangsa. Selasa (25/08/2020).

Untuk merefleksikan kemerdekaan, pada kesempatan tersebut, IAIS menghadirkan tokoh-tokoh nasional diantara ketua umum DPP PGK Bursah Zubunbi, Angelo Wake Kako selaku anggota DPD RI, Beni Pramula, presiden pemuda asia afrika, dan M. Arief Rosyid selaku komisaris bank syariah mandiri yang dibuka langsung oleh Rektor Zaenal Abidin serta di moderatori M. Aji Nur Iman selaku Dewan Mahasiswa IAIS.

Zaenal Abidin menganggap, keterlibatan pumuda sangat penting dalam membangun bangsa dan negara, karena pemuda sebagai kader bangsa yang akan menentukan nasib bangsa.

“Penting nya peran pemuda, terlibat aktif dalam pembangunan, bangsa masa kini sehingga menjadi kontribusi yang besar” kata rektor IAIS.

Hal yang sama disampaikan, Bursah Zarnubi mengatakan dalan kondisi saat harus mampu menyesuaikan diri seiring perkembangan zaman.

“Pemuda saat ini harus bisa beradaptasi dan menyiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi”

Sementara Angelo Wake Kako berpendapat, bahwa pemuda saat ini harus lebih kreatif dan mampu berhalusinasi kondisi bangsa kedepan.

“Para pemuda harus menciptakan kesempatan, dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yg mungkin akan terjadi kemudian hari. Apalagi menghadapi bonus demografi mendatang” ucapnya.

Beni Pramula, menuturkan, pemuda harus menjadi garda terdepan yang mampuh mendorong bangsa Indonesia lebih baik kedepan.

“Pemuda sebagai matahari dan cahaya dalam membangun bangsa yg lebih baik kedepan perlu adanya gebrakan yang luar biasa, bukan hanya sekedar belajar tapi lahirnya inovasi dan bermanfaat bagi bangsa” tuturnya.

Berbeda menurut Arief Rosyid, dirinya berpesan bahwa pemuda harus bersatu dan menghilangkan sifat individualis, karena kemerdekaan dijunjung atas kehendak bersama.

“Pemud saat ini harus mulai menghilangkan sekat atau dikotomi anatara para kelompok pemuda bangsa dalam membangun bangsa Indonesia kedepannya” imbuhnya. (Dian/MBI)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button