EkonomiRegionalSukabumi

Musim Penghujan, Sebagian Bapokting Alami Penaikan Harga

SUKABUMI,Mbinews.id– Tingginya curah hujan saat ini, memebuat beberpa bahan pokok penting (bapokting) di Kota Sukabumi alami penaikan harga. Seperti, cabai merah besar TW dari Rp34 ribu menjadi Rp38 per kg, kemudian cabai keriting hijau semula Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kg, cabai rawit merah menjdi Rp25 ribu yang sebelumnya dibandrol Rp24 ribu per kg.

Kemudian disusul oleh kol dari Rp10 ribu menjadi Rp11 ribu per kg, kemudian wortol dan lobak yang naiknya sama sekitar Rp2 ribu per kg dari harga sebelumnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumoi Heri Sihombing memebenarkan, jika pantauan yang dilakukannya di sejumlah Pasar tardisional dan modern sebagian bapokting di minggu ini naik harga.”Hasil kelapangan tadi di Pasar Pelita dan Tipar Gede, kami temukan ada sekitar tujuh komoditi yang naik harga,”ujar Heri yang didampingi juga oleh Seksi Pengawasan Barang dan Strtegis M. Rifki. Selasa, (24/11/2020).

Heri mengungkapkan, penyebab naiknya dibeberap komoditi tersebut, salah satunya disebabkan oleh faktor cuaca yang saat ini sedang memasuki musim hujan. Sehingga komoditas holtikultura yang alami naik harga itu, jika musim hujan tentunya sangat terganggu.”Seperti cabai, bawang termasuk kol, kalau hujan tanamanya terganggu, sehingga akan terdampak juga terhadpa pasokan. Namun kalau untuk daging ayam broiler dan bawang merah jawa justru turun harga,”ujarnya.

Tapi untuk untuk bapokting lainya ungkap Heri, terpantau stabil. Seperti, beras, minyak goreng, gula, garam, dan terigu.”Bapokting lainya menunjukan masih stabil atau tidak alami penurunan ataupun naik harga,”ujarnya.

Meskipun begitu, semua stok bapokting dan baranag strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.”Meskipun aman dan stok cukup tersedia, kita terus lakukan pemantauan ataupun pengawasan kelapangan,”pungkasnya.ardan/dian/mbi

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button