STQH: Metodologi Mencintai Dan Berinteraksi Dengan Al-Qur’an Dan Hadist – mbinews.id
Bandung RayaJabarPemerintahan

STQH: Metodologi Mencintai Dan Berinteraksi Dengan Al-Qur’an Dan Hadist

BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap para kafilah Kota Bandung pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XVII/2021 Jawa Barat, tetap berupaya tetap tidak boleh keluar dari dimensi kualitas.

Hal itu diungkapkannya saat Penutupan Pembinaan dan Pelepasan Kafilah STQ Kota Bandung di Sari Ater Kamboti Hotel & Convention Kota Bandung, Rabu 25 Agustus 2021.

Rencananya STQH ke-17 tersebut akan dilaksanakan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Kota Bandung pada 25 – 30 Agustus 2021.

Menurut Oded, raihan juara Kota Bandung beberapa tahun terakhir berkat hasil usaha yang baik.

“Untuk menyempurnakan kualitas, bukan hanya sekedar mendapat piala penghargaan. Sesuai pesan Allah SWT dalam Alquran, kita harus secara kontinyu membacanya. Karena ada makna, pesan penting dari Allah yang jauh lebih besar,”, ucapnya.

“Kita setiap hari jangan sampai alpa, atau kosong tidak membaca Alquran,” pesannya.

Oded pun berharap para Kafilah yang mengikuti STQ ini dapat menjadikannya sebagai metodologi belajar mencintai dan berinteraksi dengan Alquran dan Hadist.

“Itu pesan dari saya, mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari hamba Allah yang mencintai Alquran,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua 1 Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, secara umum pembinaan kafilah Kota Bandung hingga tiga tahap berjalan dengan lancar.

“Hasil evaluasi terpadu komponen kafilah, alhamdulillah semuanya telah siap untuk tampil pada STQH ke-17 tingkat Jawa Barat. Demikian pula hal-hal teknis, baik menyangkut administrasi dan lain-lain telah disiapkan secara baik dan maksimal,” ucapnya.

“Walaupun bukan menjadi tujuan utama, tapi Kota Bandung sebagai juara umum STQ tingkat Jawa Barat harus bisa mempertahankannya,” harapnya.

Asep mengatakan, kekuatan Kafilah STQH Kota Bandung sebanyak 78 orang terdiri dari pembina, peserta, pendamping, official, dan panitia.

“Alhamdulillah dalam keadaan sehat mengikuti STQH pada empat cabang yang terdiri dari 10 golongan yang diperlombakan,” kata Asep yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bandung.

Cabang tersebut, antara lain cabang Tilawah Alquran Golongan anak-anak putra dan putri, Golongan dewasa putra dan putri, Cabang Tahfidz Quran Golongan 1 juz dan tilawah putra putri, golongan 5 juz dan tilawah putra putri, golongan 10 juz putra putri, golongan 20 juz putra putri, dan Golongan 30 juz putra putri.

Serta Cabang Tafsir Alquran Bahasa Arab putra putri, Cabang Hafalan Hadits meliputi cabang hafalan 10 hadist dengan sanad putra putri, serta cabang hafalan 500 hadist tanpa sanad putra putri.

“STQH nanti memiliki tantangan yang sangat berat mengingat kita harus mempertahankan predikat juara umum. Mudah-mudahan pada STQH tahun ini Kota Bandung tetap meraih juara umum,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi mengatakan, prestasi juara umum delapan kali yang diraih Kota Bandung pada STQ merupakan hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kota Bandung.

“Kita sangat berharap agar prestasi yang telah diraih baik STQH mau pun MTQ di kota Bandung dapat terus menggelorakan nilai-nilai Alquran. Mari kita jadikan umat Islam di kota Bandung lebih mencintai dan bersahabat dengan Alquran. Mari kita bangun kota Bandung dengan cara kita lebih mencintai Alquran,” katanya.

“Kepada para Kafilah saya ucapkan selamat berjuang, optimalkan ikhtiar, kerahkan kemampuan yang telah dilatih dan diasah oleh para Pembina Pada pelaksanaan pembinaan tahap 1 2 dan 3,” lanjutnya. (agg-pipi)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button