Belum Ada Solusi, Lapas Kelas IIB Sukabumi Over Kapasitas – mbinews.id
JabarRegionalSukabumi

Belum Ada Solusi, Lapas Kelas IIB Sukabumi Over Kapasitas

SUKABUMI, Mbinews.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 2B Sukabumi, Christo Victor Nixon Toar menjelaskan kondisi kapasitas warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang sudah melampaui batas. Hingga saat ini, berdasarkan data yang ada, over capacity yang terjadi di Lapas Kelas 2B Sukabumi, sudah mencapai 150 persen dari total maksimal kapasitas hunian di dalam lapas.

“Berdasarkan data hari ini, terdapat 502 wbp yang berada di dalam lapas. Yang seharusnya, lapas hanya bisa menampung sebanyak 200 orang wbp,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (9/9/2021) petang.

Ia mengatakan, terkait dengan sempitnya lahan Lapas sukabumi, pihaknya juga sudah pernah mengajukan proposal hibah tanah kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Sukabumi untuk relokasi.

“Kami sudah pernah mengajukan proposal permohonan hibah untuk relokasi Lapas dengan bapak Wali Kota Sukabumi terkait hal ini. Sekitar bulan Januari silam, kami sudah pernah melayangkan proposal untuk pengajuan hibah tanah untuk bangunan lapas. Dan tanggapan beliau, masih dalam proses pencarian lahan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, meskipun pihaknya sudah melaporkan kondisi harian lapas kepada Kanwil Kemenkumham Jawa Barat setiap harinya, namun untuk permasalahan over capacity ini juga menjadi pekerjaan bersama dengan stake holder yang ada, salah satunya pemerintah kota Sukabumi.

“Harapan saya, tingkat hunian dalam lapas bisa berkurang dan Lapas Sukabumi segera mendapatkan lahan untuk relokasi agar layak menampung wargabinaan yang ada,” ungkapnya.

Kelebihan kapasitas penghuni di dalam lapas, bisa menjadi sebuah persoalan dalam proses pembinaan wbp yang ada di lingkungan lapas. Terlebih lagi, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Christo memohon kepada Pemda Kota Sukabumi agar, bisa merelokasi Lapas Kelas 2B Sukabumi, dengan pertimbangan keamanan karena berada di tengah kota yang padat, pola pembinaan warga binaan dan kesehatan warga binaan yang ada di dalam lapas.

Baca juga :   Sandiaga Uno: Bangkitnya Ekonomi Nasional Dimulai Dari Desa

“Saya berharap, pemerintah dapat segera memprioritaskan relokasi tempat ini. Dan juga, jika di mungkinkan ada revisi undang – undang narkoba, agar pengguna narkoba tidak usah dimasukkan ke Lapas, melainkan menjalani proses rehab di tempat rehabilitasi yang resmi,”pungkasnya. Wan/Mbi

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button