Dinkes: Tren Kasus Covid-19 Kabupaten Bandung Barat Terus Alami Penurunan – mbinews.id
Bandung RayaJabarRegional

Dinkes: Tren Kasus Covid-19 Kabupaten Bandung Barat Terus Alami Penurunan

BANDUNG, Tren kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat terus mengalami penurunan.

Bahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan hingga senin 22 November 2021, kasus terkonfirmasi positif hanya tinggal lima orang.

Tidak hanya itu, sejumlah tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19 di enam rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung Barat saat ini kondisinya kosong atau tidak ada satupun pasien Covid-19 yang dirawat.

“Angka kesembuhan sangat bagus, hal itu ditunjang oleh capaian vaksinasi yang terus bertambah dari asalnya 70 persen kini sudah mencapai 72,04 persen,” kata Plt Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, Senin 22 November 2021.

Berdasarkan data terbaru tersebut, jumlah tempat tidur bagi pasien Covid-19 di semua rumah sakit kosong.

Seperti di RSUd Cililin ada 30 bed, RSUD Lembang ada 34 bed, di RSUD Cikalongwetan tersedia 34 bed.

Kemudian di Rumah Sakit Cahya Kawaluyan ada sebanyak 44 bed, RS Karisma ada 20 bed, serta di RSJ Jawa Barat ada 8 bed.

Secara total kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat mencapai 19.133.

Rinciannya pasien yang positif aktif tersisa 5 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 18.862 orang, dan meninggal dunia sebanyak 266 orang.

Sementara dari zonasi tingkat RT hanya tinggal 5 RT yang zona kuning dan 9.032 zona hijau.

Hengki bersyukur dengan terus turunnya kasus, namun tetap meminta masyarakat jangan lengah dan disiplin terus menerapkan protokol kesehatan pakai masker  saat beraktivitas di luar rumah.

Menurutnya, penurunan kasus ini justru harus meningkatkan kewaspadaan supaya jangan sampai terpapar, dan bagi yang belum divaksin agar segera secepatnya mendatangi sentra vaksinasi terdekat, karena Hengki menargetkan pada akhir tahun ini vaksinasi sudah mencapai 100 persen.

Baca juga :   Akibat Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Bekas Menurun

“Kita terus genjot vaksinasi sambil mewaspadai pelonggaran aktivitas masyarakat, terutama dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, agar jangan sampai terjadi gelombang ketiga kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.***

Reporter: Fazark

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button