banner 728x250

Cukup Besar Sumbang Emisi Gas Rumah Kaca Dari Rumah Sakit. Ini Yang Dilakukan Oleh Asia Advisory Council HCWH

Members Asia Advisory Council HCWH/GGHH, dr Suherman
banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMI,Mbinews.id– Selain sektor energi, rumah sakit termasuk penyumbang terhadap emisi gas rumah kaca. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebesar 4,1 persen yang disumbangkan oleh rumah sakit dari total emisi gas rumah kaca dunia.

Melihat kondisi tersebut, Asia Advisory Council Health Care Without Harm, Global Green and Healthy Hospitals (HCWH/GGHH), menggencarkan pelatihan inventarisasi gas rumah kaca. Dengan tujuan, membangun rumah sakit untuk menerapkan go green hospital.

banner 325x300

“Iya, kami ingin mengorientasikan rumah sakit sebagai bangunan yang berwawasan lingkungan. Makanya, kita akan bangun kesadaran pimpinan rumah sakitnya agar meneyadari bahwa rumah sakit berkontribusi terhadap perubahan iklim serta mepengaruhi efek rumah kaca,”ucap

Members Asia Advisory Council HCWH/GGHH, dr Suherman, dalam acara pelatihan inventarisasi gas rumah kaca. Selasa, (2/8/2022).

Suherman mengatakan, perubahan kondisi lingkungan yang disebabkan oleh kontribusi negatif bangunan (rumah sakit) terhadap lingkungan, seperti pengeluaran limbah, konsumsi energi listrik, konsumsi air dan emisi jejak karbon (gas rumah kaca) yang pada akhirnya menimbulkan kondisi pemanasan global.

“Para pemimpin rumah sakit harus tahu kontribusi rumah sakit yang dikelolanya dapat mempengaruhi efek rumah kaca. Makanya, kami akan melatih sehingga mereka (pimpian rumah sakit) bisa menghitung sendiri berapa emisi gas buang yang dilahirkan dari rumah sakit. Lewat pelatihan ini diharapkan setidaknay bisa setiap lembaga kesehatan untuk mulai membenahinya,”ucapnya.

Dalam penelitian ini, aku Suherman, pihaknya melaksanakan 10 agenda WHO. Diantaranya, berkaitan dengan rum,ah sakit harus mengggunakan energi terbarukan. terutama penggunaan listrik. Kemudian berkaitan dengan sampah kimia, tarnsportasi, makanan, terus berkaitan dnegan air yang tidak boleh di buang ke badan sungai, dan hindari penggunaan pestisida yang selama ini sellau digunakan untuk membersihkan lantai.

“Maka prinsip kita rumah sakit jangan mencelakan orang lain atau masyarakat. Makanya kita akan berikan dulu pelatihan terhadap pemimpin rumah sakitnya. Makanya kami juga akan melakukan pelatihan yang sama juga kepada 30 pimpinan rumah sakit besok di Rumah Sakit RSUD Syamsudin,”pungaksnya.ardan/wan/mbi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.