Breaking News
Trending Tags

Teras Cihampelas Sepi Pengunjung, Lebih Besar Pasak dari pada Tiang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews id – Pemererintah Kota Bandung gelontorkan dana puluhan miliar rupiah untuk keberadaan Teras Cihampelas. Tujuannya adalah untuk menampung atau memberdayakan Pedagang Kaki Lima yang ada di seputar Jalan Cihampelas agar lebih memiliki daya jual.

Namun dalam pelaksanaanya justru tak sesuai dengan ekspektasi, apalagi dalam beberapa tahun terakhir dihantam adanya pandemi covid-19 yang menghantam tanah air termasuk Kota Bandung.

Hal tersebut selain berdampak pada aspek kesehatan masyarakat juga berdampak pada ekonomi global. Tak terkecuali kehidupan di Teras Cihampelas yang saat itu tengah merangkak. Walhasil selama kurang lebih tiga tahun menjadi mangkrak.

Seiring pandemi covid-19 mulai menurun, pemeritah Kota Bandung kembali melirik keberadaan Teras Cihampelas. Bahkan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulayana menjelang bulan puasa tepatnya bulan Maret 2022, melakukan aksi bersih-bersih dan penataan dengan tujuan Teras Cihampelas kembali diberdayakan. Namun hal tersebut tidak terwujud alias hanya isapan jempol belaka dan terkesan sia-sia.

Kini dalam beberapa pekan terakhir Teras Cihampelas kembali diperbaiki agar bisa diberdayakan tentunya. Bahkan sejumlah persiapan pun dilakukan termasuk perbaikan pondasi hingga area atas yang biasa digunakan untuk berdagang.

Bahkan untuk menghidupkan kembali, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menghimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika mengadakan rapat kecil diadakan di Teras Cihampelas. Maksudnya tak lain agar pera pelaku UMKM bisa mendapat penghasilan dari penyediaan konsumsi rapat.

Sekda pun mengklaim saat ini ada sekitar 85 dari 190 lebih pedagang yang sudah siap untuk kembali melakukan aktifitas di Teras  Cihampelas. Namun dari pantauan di lapangan kenyataanya hanya ada belasan pedagang.

Menurut salah satu pedagang Batagor di Jalan Cihampelas yang tidak mau disebutkan namanya, awalnya dia berdagang selama dua tahun setelah diresmikan 2017 lalu. Namun, menurut dia setelah dua tahun berjualan, omzetnya justru malah menurun, hingga bangkrutnya akhir tahun 2018. Kemudian, tahun 2019, dia pindah untuk berjualan lagi ke bawah di dekat pinggir Jalan Cihampelas.

“Tahun pertama dan kedua sejak peresmian, pengunjung yang membeli jajanan, pakaian maupun asesoris cukup membludak. Namun seiring waktu, omzet saya malah terus menurun bahkan sempat terhenti karena kehabisan modal. Tahun 2019 saya dengan terpaksa kembali jualan di pinggir jalan karena di atas (Teras Cihampelas) kurang nyaman karena tak terurus,” jelasnya.

Menurut dia, seharusnya para pedagang itu merupakan penduduk asli Jalan Cihampelas, yaitu RT 03, 04, 05 dan 06, RW 05 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong Kota Bandung.
“Ada informasi dulu sewaktu saya berdagang ada 190 lebih kios, malah orang luar Jalan Cihampelas bisa berdagang di Teras Cihampelas, ada orang Cicendo,  Cimahi dan daerah lain. Isunya, kios dijual dikisaran Rp 50.000 hingga Rp 500.000 per kios,”ungkapnya.

Dikatakanya dulu di awal dikelola orang-orang sini, tetapi tidak becus mengurusnya. Padahal menurunya para pedagang dikutip Rp 5.000 dan Rp 10.000 per kios.

“Kalau bener mengelolanya sebetulnya sih harusnya aman. Karena dalam sehari bisa mendapat retribusi Rp 1 jutaan,” ungkapnya.

Diakuinya, baru-baru ini ada himbauan dari Pemkot Bandung, bahwa para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cihampelas diminta mengisi kios kuliner di Teras Cihampelas. Kalau PKL tidak mau mengisi lagi di atas, maka kios akan dikelola Pemkot Bandung.

Namun menurutnya, jika dia jualan di atas, siapa yang mau membeli dagangannya.

“Saya lihat sendiri, setelah peresmian oleh Walikota Yana Mulyana pada 22 Oktober 2022 lalu, ternyata semakin hari malah semakin sedikit pengunjungnya. Daripada rugi kedua kali, lebih baik saya tetap berjualan di bawah. Kalau kios mau diambil Pemkot Bandung, silahkan. Karena di atas, banyak kios yang rusak dijebol maling sehingga tidak aman kalau tetap memaksakan berjualan di Teras Cihampelas,” tuturnya.

Pasangan suami isteri pedagang pakaian yang sempat ditemui mengaku, mereka mulai lagi sejak peresmian kembali pada 22 Oktober 2022 lalu. Namun pendapatanya sangatlah minim, sehingga untuk kebutuhan hidup mereka sehari-haripun tidak tertutupi.

“Awal peresmian memang ramai pembeli, namun saat ini, sepi pengunjung, sehingga pendapatan kami sangatlah minim. Walaupun kami tidak dipungut biaya untuk berdagang di kios kuliner Teras Cihampelas ini. Untuk antisipasi keamanan agar tidak kecurian barang, kami iuran untuk membayar keamanan guna menjaga dagangannya di malam hari,” keluhnya.

Memang dari pantauan di lapangan Selasa siang (25/10/2022), Teras Cihampelas tampak sangat sepi dari pengunjung. Bahkan pedagang yang berjualan bisa dihitung dengan jari tangan, padahal Pemkot Bandung telah menyiapkan puluhan kios bagi PKL.
Walhasil puluhan miliar dana APBD yang digelontorkan untuk pembangunan Teras Cihampelas ini malah merugikan dari pada menguntungkan. Sepertinya peran Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai corong Pemerintah Kota Bandung kurang maksimal.**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Bandung dukung Penuh Pelantikan Sekda Definitif Pemkot Bandung

    DPRD Kota Bandung dukung Penuh Pelantikan Sekda Definitif Pemkot Bandung

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 0
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Iskandar Zulkarnain resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Bandung, Kamis 5 Juni 2025. DPRD Kota Bandung menyatakan dukungan penuh optimalisasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menyebut keberadaan Sekda definitif sangat penting untuk memperkuat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menjaga integritas pemerintahan. Untuk […]

  • Solusi Efisiensi Anggaran Daerah, Pj Walikota Sukabumi Dorong OPD Gunakan Mobil Listrik

    Solusi Efisiensi Anggaran Daerah, Pj Walikota Sukabumi Dorong OPD Gunakan Mobil Listrik

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, terlihat telah menggunakan kendaraan listrik dari produsen Hyundai sejak beberapa hari kebelakang. Saat dikonfirmasi awak media, pria yang kerap disapa kang Tutus tersebut mengatakan, selain mengikuti Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2022, penggunaan kendaraan listrik ini juga dinilainya bisa menjadi solusi dalam efisiensi penggunaan anggaran pemerintah […]

  • Pansus II DPRD Jabar Konsultasikan TPPAS Regional Legok Nangka ke Kementerian PPN/Bappenas

    Pansus II DPRD Jabar Konsultasikan TPPAS Regional Legok Nangka ke Kementerian PPN/Bappenas

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 0
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Dalam rangka penyusunan kerjasama pemanfaatan TPPAS Regional Legok Nangka Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Jawa Barat berkonsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat Abdy Yuhana menyatakan, bahwa sebagai salah satu proyek strategis nasional TPPAS Regional Legok Nangka hadir sebagai upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah […]

  • Diduga Tanpa Izin, Pabrik Garmen di Katapang Picu Protes Warga

    Diduga Tanpa Izin, Pabrik Garmen di Katapang Picu Protes Warga

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Keberadaan pabrik garmen PT Tonton di RW 11, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, memicu keresahan warga. Perusahaan tersebut diduga belum mengantongi izin operasional, namun telah menjalankan aktivitas produksi. Sekretaris RW 11, Opik, mengatakan awalnya bangunan tersebut diinformasikan hanya akan digunakan sebagai tempat bongkar muat barang. Namun dalam perkembangannya, lokasi itu […]

  • BAZNAS Jabar Bantu Bedah Rumah Penduduk Pra Sejahtera di Kabupaten Purwakarta

    BAZNAS Jabar Bantu Bedah Rumah Penduduk Pra Sejahtera di Kabupaten Purwakarta

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    PURWAKARTA, Mbinews – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program bedah rumah bagi warga prasejahtera. Rumah Ayi Rosyid, buruh tani di Bojong Timur, Kelurahan Purwakarta, yang hampir roboh karena lapuk termakan usia, berhasil direnovasi melalui kolaborasi BAZNAS Jabar dan Jabar Bergerak. (2/10/2024.) Ayi, sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan […]

  • Dishub Kota Bandung Luncurkan Tarif Khusus TMB Rp.1

    Dishub Kota Bandung Luncurkan Tarif Khusus TMB Rp.1

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 1
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) meluncurkan layanan tarif khusus bus Trans Metro Bandung (TMB). Tarif khusus senilai Rp.1 diberikan kepada  para buruh, guru honorer, veteran dan kaum disabilitas. Plh. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyatakan bahwa tarif ini bukanlah harga promo untuk momentum tertentu saja. Namun, diberlakukan secara permanen. […]

expand_less