• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI
Jumat, Maret 6, 2026
  • Login
mbinews.id
Advertisement
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
mbinews.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
  • Ragam

Jadi Pusat Dialog Kebijakan Luar Negeri, UKRI Menggelar Nobar Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2026

Januari 15, 2026 - 05:20:21
in Pendidikan
Jadi Pusat Dialog Kebijakan Luar Negeri, UKRI Menggelar Nobar Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2026

BANDUNG, Mbinews  – Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menjadi pusat dialog kebijakan luar negeri dengan menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2026 dan Bincang Polugri yang digelar di Aula PT INITI (Kampus sementara UKRI) pada Rabu (14/1/2026).

Kegiatan yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini menandai kolaborasi strategis antara pemerintah dengan dunia kampus. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UKRI, Dr. Heni Haryani, S.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan rasa terhormat atas kepercayaan Kemlu yang memilih UKRI sebagai mitra akademik.

“Pernyataan pers tahunan Menlu tidak hanya menyampaikan capaian, tetapi juga menjadi refleksi posisi Indonesia di tingkat global, mulai dari isu geopolitik, perdamaian dunia, hingga kerja sama internasional,” ujar Heni Haryani.

BeritaLainnya

Insentif Guru PPPK Naik Tajam, Wali Kota Sukabumi Tegaskan Disiplin dan Kinerja Tak Bisa Ditawar

Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Literasi dan Arsip Daerah

Nobar Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026 dan bincang Politik Luar Negeri (Polugri) sejatinya dibuka untuk umum dan sivitas akademi. Sebanyak 208 mahasiswa UKRI dari berbagai Fakultas, juga dihadiri sejumlah undangan eksternal dari lima perguruan tinggi di Kota Bandung, yaitu Universitas Islam Bandung, Telkom University, Universitas Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Informatika dan Universitas Bisnis Bandung.

Dalam sesi bincang Polugri, menghadirkan narasumber utama, Duta Besar Adam M. Tugio anggota Governing Council Indonesia ASEAN Institute for Peace & Reconciliation. Dipandu oleh Wakil Rektor UKRI, Suhaeri S. Sos., M.I.Kom sebagai moderator; dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi UKRI, Dr. Muh. Resa Yudianto Suldani, S.S., M.A sebagai penanggap.

Menurut Dr. Heni, bagi dunia akademik, khususnya mahasiswa, kegiatan semacam ini merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting. Mahasiswa dapat langsung menyimak arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktual, faktual, dan relevan dengan tantangan global saat ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh kewawasan luas, menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara global, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam diplomasi damai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Heni Haryani menyatakan komitmen UKRI untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya dalam isu-isu strategis hubungan internasional. Ia meyakini bahwa peningkatan literasi politik luar negeri di kalangan akademisi dan generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

“Kami berharap diskusi nanti dapat memperkaya wawasan, memperluas perspektif, serta menemukan semangat kontribusi intelektual bagi Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya sebelum mengakhiri sambutan dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim” dan membuka acara secara resmi.

Kegiatan nobar dan bincang polugri ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat akademik yang nyata. Dengan format yang interaktif, acara ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas diplomasi Indonesia sekaligus memantik minat mereka untuk turut berkontribusi dalam percaturan global.

Menyoroti Dunia dalam “Survival Mode” dan Diplomasi Ketahanan

Dalam diskusi bertajuk “Bincang Polugri”, Duta Besar Adam M. Tugio, Anggota Governing Council Indonesia ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR), bersama penanggap Dr. Muh. Resa Yudianto Suldani, S.S., M.A., membedah substansi PPTM 2026.

Mereka menggarisbawahi analisis Kemlu bahwa dunia tengah memasuki fase “survival mode”, ditandai melemahnya hukum internasional, meningkatnya hard power, dan ketertinggalan institusi global. Situasi ini, menurut narasumber, meningkatkan risiko konflik dan menciptakan “ruang abu-abu” antara perdamaian dan perang.

Diskusi menekankan pergeseran paradigma politik luar negeri Indonesia, yang kini tidak hanya soal positioning, tetapi menjadi instrumen strategis membangun ketahanan nasional.

Diplomasi Indonesia disebut mengacu pada prinsip “foreign policy begins at home” dengan kerangka dynamic-resilience yang antisipatif dan adaptif.

Capain Diplomasi dan Harapan untuk Sinergi yang Lebih Cepat

Para narasumber mengapresiasi capaian diplomasi Indonesia yang berperan sebagai agenda setter, seperti partisipasi dalam OECD dan BRICS, kepemimpinan di Dewan HAM PBB, serta penguatan kemitraan strategis. Ketahanan ekonomi, perlindungan WNI di luar negeri, hingga dukungan pada program Makan Bergizi Gratis juga dibahas sebagai bagian dari diplomasi ketahanan.

Dr. Resa Yudianto menambahkan perlunya penguatan kompetensi SDM, struktur, dan kelembagaan agar berbagai capaian diplomasi ini dapat disampaikan kepada publik dengan lebih cepat dan efektif.

Mahasiswa Soroti Peran Indonesia dan Dapat Kejutan Istimewa

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif menyoroti pentingnya stabilitas kawasan, penguatan sentralitas ASEAN, keterlibatan dengan kawasan Pasifik, hingga reformasi PBB. Mereka melihat keaktifan Indonesia di forum multilateral sebagai strategi untuk memperkuat daya tawar Global South.

Kejutan istimewa datang dari Dubes Adam M. Tugio yang mengumumkan bahwa Kemlu akan mengundang dua mahasiswa perwakilan peserta untuk berkunjung ke Pejambon (Kantor Kemlu) dan mengikuti sesi temu khusus dengan Menteri Luar Negeri RI. “Mekanisme pemilihan mahasiswa akan ditentukan pihak universitas atau panitia,” ujarnya, disambut riuh rendah tepuk tangan peserta.

Acara yang dimoderatori Suhaeri, S.Sos, M.I.Kom., ini ditutup dengan kuis interaktif. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung efektif sebagai sarana diseminasi kebijakan luar negeri sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda bahwa diplomasi adalah bagian integral dari ketahanan nasional. (*)

Share216Tweet135

BeritaTerkait

Insentif Guru PPPK Naik Tajam, Wali Kota Sukabumi Tegaskan Disiplin dan Kinerja Tak Bisa Ditawar

Insentif Guru PPPK Naik Tajam, Wali Kota Sukabumi Tegaskan Disiplin dan Kinerja Tak Bisa Ditawar

Februari 26, 2026
Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Literasi dan Arsip Daerah

Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Literasi dan Arsip Daerah

Desember 9, 2025
Baznas RI Gelar TOT Al-Qur’an Isyarat 2025, 30 Guru SLB Sukabumi Siap Perkuat Dakwah Inklusif

Baznas RI Gelar TOT Al-Qur’an Isyarat 2025, 30 Guru SLB Sukabumi Siap Perkuat Dakwah Inklusif

Desember 8, 2025
BRIN Pastikan Keaslian Temuan Museum Prabu Siliwangi, Gunung Tangkil Berpeluang Jadi Cagar Budaya

BRIN Pastikan Keaslian Temuan Museum Prabu Siliwangi, Gunung Tangkil Berpeluang Jadi Cagar Budaya

November 27, 2025
Wakil Ketua DPR RI Cucun, Perjuangkan Nasib Guru Honorer Madrasah di Kabupaten Bandung

Wakil Ketua DPR RI Cucun, Perjuangkan Nasib Guru Honorer Madrasah di Kabupaten Bandung

November 4, 2025
BRI Peduli – Beasiswa Pelajar Nasional 2025: Serahkan Bantuan Pendidikan dan Renovasi Sekolah SDN Kebon Kai Girang Sukabumi

BRI Peduli – Beasiswa Pelajar Nasional 2025: Serahkan Bantuan Pendidikan dan Renovasi Sekolah SDN Kebon Kai Girang Sukabumi

Oktober 25, 2025
Next Post
Edwin Senjaya : Faktor Sosial di Masyarakat Menjadi Tantangan Serius Bagi Geopolitik Indonesia

Edwin Senjaya : Faktor Sosial di Masyarakat Menjadi Tantangan Serius Bagi Geopolitik Indonesia

Komisi I DPRD Menggelar Rapat Kerja Bersama Bapperida Kota Bandung

Komisi I DPRD Menggelar Rapat Kerja Bersama Bapperida Kota Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bertita Populer

  • 6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Penting Untuk Diketahui, Inilah Cara Membedakan Airwalk Asli dan Palsu

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Nekat Gadaikan Mobil Kreditan, Nasabah CIMB Niaga Finance Dipenjarakan

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Respon Desakan Warga Sriwidari, Ini Tanggapan Pj Walikota Sukabumi

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Abah Anton, Pencipta Lagu ‘Jayanti’ yang Viral Berharap Ada Royalti

    767 shares
    Share 307 Tweet 192