SUKABUMI, Mbinews.id – Menjadi salah satu kandidat dalam proses verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2023, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi memimpin langsung paparan verifikasi yang dilakukan secara hybrid di Setda Kota Sukabumi, Kamis (20/07).
Dalam paparan yang dilakukan kali ini, Pemerintah Kota Sukabumi memberikan paparan langsung atas tatanan yang telah dilakukan saat ini untuk menuju kota sehat.
“Ya hari ini alhamdulilah Pemerintah Kota Sukabumi diberi kesempatan untuk memberikan paparan kepada tim verifikasi kota sehat tingkat nasional,” ujar Dida kepada awak media.
Lanjutnya, dirinya mengakui dalam paparan yang dilakukan tersebut memang terdapat beberapa catatan maupun kelengkapan yang diminta verifikator atas paparan tatanan yang diberikan Pemerintah Kota Sukabumi. Namun dirinya yakin, selain memberikan jawaban atas catatan yang diberikan, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan siap melengkapi beberapa kekurangan lampiran yang diminta oleh tim verifakator pusat.
“Tadi memang banyak masukan-masukan yang harus terus kami perbaiki. Dan kami yakin dalam kurun waktu yang telah ditentukan ini, kami akan melengkapi kekurangan-kekurangan dan saran-saran yang diberikan oleh tim verifikator,” jelasnya.

Masih menurut Dida, secara umum tentunya dengan adanya kegiatan yang berlangsung kali ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat memberikan wujud kota sehat kepada seluruh masyarakat.
“Targetnya Pemerintah Kota Sukabumi dapat mewujudkan kota sehat,” bebernya.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, bahwa penilaian kota sehat itu merupakan penilaian paripurna (keseluruhan), yang dilihat dari berbagai macam aspek.
“Penilaian kota sehat itu kan penilaian paripurna yang dinilai dari perencanaan pembangunan untuk kesehatan, sampai dengan dampak kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, memang jika dilihat secara macro saat ini dampak pembangunan untuk kesehatan yang ada di Kota Sukabumi saat ini sudah cukup baik. Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari laju pergerakan angka IPM Kota Sukabumi yang terus naik dan unsur kesehatan merupakan nilai tertinggi.
“Namun memang jika masuk kedalam proses yang dilakukan pada kota sehat saat ini, merupakan outcome dari pembangunan kesehatan yang telah berlangsung. Memang selalu ada catatan-catatan, contohnya tahun lalu yang menjadi catatan bagi Pemerintah Kota Sukabumi adalah penyediaan layanan kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
“Untuk catatan yang diberikan pada tahun lalu yakni penyediaan sanitasi lingkungan seperti penyediaan septictank komunal. Pada tahun ini sudah seratus persen tercapai,” sambungnya.

Masih menurut Reni, diharapkan dalam kurun waktu beberapa hari kedepan segala kekurangan yang diminta verifikator pusat dapat dilengkapi. Dan tentunya, akan meberikan pelayanan hidup sehat bagi masyarakat Kota Sukabumi.
“Sebelumnya memang Kota Sukabumi pernah mendapatkan predikat Wistara pada penilaian kota sehat. Namun memang karena tahun lalu kita tidak mencapai seratus persen pada penyediaan septictank komunal, akhirnya turun. Pada tahun ini, kita optimis untuk mengejar predikat Wiwerda,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)