SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dan masyarakat yang melakukan inovasi dan kretaifitas, dalam kegiatan Festival Inovasi Daerah Kota Sukabumi Tahun 2021. Acara yang digelar di Halaman Kantor Bappeda Kota Sukabumi. Kamis, (12/9/2021), dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada.

Dida mengatakan, kegiatan lomba inovasi ini di laksanakan secara rutin oleh Pemkot Sukabumi dengan dua sesi. Dimana satu sesi oleh Provinsi Jawa barat, dan satu sesi lagi dilakukan oleh Bappeda Kota Sukabumi yang mengacu ke Innovative Government Award (IGA) Bappenas.
Dida juga mengungkapkan, jika Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi mengarahkan, bahwa inovasi ini hikmah dari pandemi Covid-19 yang terjadi. Pasalnya, dengan pandemi banyak keterbatasan aktivitas yang hartus dilakukan.
“Jadi inovasi ini salah satu solusi dalam melayanai masyarakat tanpa harus masuk keruangan,”terangnya.
Semua inovasi ini ingin dijadikan unggulan oleh Pemda. Sebab, kata Dida, Pemkot Sukabumi banyak keterbatasan, dari mulai dari sumber daya manusia, sum,ber daya alam, dan keterbatasan anggaran.
“Tentunya dengan inovasi ini, semua persoalan-persoalan ingin kita jawab dengan sebaik-baiknya,”ujar Dida.
Dida menambahkan, berbagai inovasi tersebut merupakan yang terbaik di tahun 2021 dan sudah diterapkan dan sudah berjalan di masing – masing SKPD.
“Ada juga inovasi yang datang dari masyarakat, kalau memang baik bisa saja kita terapkan sebagai pelayanan di Pemkot Sukabumi,”akunya.
Plt Kepala Bappedea Kota Sukabumi Reni Rosyida Mutmainah mengungkapkan, sebetulnyha inovasi ini rangkaian tuigas pokok Bappeda, bagaiman mengakomodir, memotivasi membuat inovasi, karena dalam RPJMD salah satu indikator satu SKPD satu inovasi, dan ini memang perjalan organisasai dinamis.

“Nah, dari inovasi-inovasi yang ada ini menjadi teladan dan memberikan contoh untuk orang lain. Makanya kita pamerkan dalam festival ini, karena bukan hanya pemerintah Kota saja yang memiliki inovasi tapi masyarakat juga memilikinya, dan itu yang kita coba tunjukan,”ujarnya.
Dari semua inovasi yang dikumpulkan ada 10 terbesar, 11 terbesar, dan 12 terbesar. Total inovasi tahun ini ada 72 yang sudah masuk standar IGA. Dari 12 itu dipamerkan dan bisa dilakukan duplikasi ataupun di tiru oleh SKPD lain untuk melayani masyarakat.
“Jadi inovasi yang dibikin oleh SKPD ini, untuk melayani dan bisa dimengerti oleh masyarakat,”terangnya.

Sementara itu, Kabid Litbang Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, menambahkan, tujuan kegiatan inovasi daerah ini yakni, memacu dan memotivasi perangkat daerah untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam memebrikan pelayanan kepada masyarakat, dan memberikan penghargaan kepada perangkat daerah, dan masyarakat yang melakukan inovasi dan kreativitas.
“Dan tema kegiatan ini adalah Enable Potential by championing Innovation. “Inovasi dan kolaborasi untuk mewujudkan Sukabumi yang Renyah (Religius, Nyaman, dan Sejahtera),”ucap Nenden yang juga sebagai ketua panitia acara tersebut.

Nenden mengungkapkan, dalam pameran festival inovasi ini sebanyak 12 peserta yang dilibatkan. Diantaranya, Bappeda, Disporapar, DKP3, Disdikbud, Disdukcapil, Puskesmas Limusnunggal, Puskesmas Cibeureum Hilir, Puskesmas Selabatu, Puskesmas Cipelang, Kelurahan Jaya Mekar dan 2 Kelompok masyarakat. Yakni Kenza dan Pak Dasita.

“Untuk juara Satu ini dengan kategori terkomunikatif diraih oleh Puskesmas Limusnunggal dengan 11 inovasi yang dibuat. Diantaranya, Dari Hati (Kendalikan Bersama Ibu Hamil Resiko Tinggi), kemudian untuk juara ke dua dari kelompok masyarakat, yakni Pak Dasita, dengan inovasi Milang Balong, dan juara ke tiga diraoi oleh Bappeda Kota Sukabumi dengan tiga inovasi, diantaranya, SIGENKO (Sistem Informasi Geografis Kota Sukabumi),”pungkasnya. ardan/wan mbi