Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Bandung Belum Optimal Menjaga Bangunan 1.770 Cagar Budaya

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Anggota Panitia Khusus (Pansus) 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Muhammad Reza Panglima Ulung menyampaikan kepada MBInews.id, Pemerintah Kota Bandung belum optimal dalam menjaga mayoritas Bangunan Cagar Budaya, sehingga jadi salah satu alasan DPRD Kota Bandung melalui Pansus 4, membahas Raperda tentang Pengelolaan Cagar Budaya.

Sebenarnya Pemkot Bandung sudah ada perhatian terhadap bangunan cagar budaya, tapi memang belum maksimal.

Lebih jauh, Anggota Pansus 4 ini mengungkapkan, dibahasnya Raperda ini untuk memberikan perlindungan hukum, pelestarian, dan pengelolaan cagar budaya secara lebih efektif di tingkat daerah.

“Cagar budaya rentan terhadap perusakan, alih fungsi, atau pengabaian, dengan adanya Perda memberikan dasar hukum yang lebih spesifik dibandingkan aturan nasional, disesuaikan dengan kondisi daerah,” ungkapnya.

Pelestarian Identitas dan Warisan Budaya Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, dan benda cagar budaya yang unik. Sehingga dengan adanya Perda membantu memastikan bahwa warisan tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.

“Disamping mendorong pariwisata dan ekonomi lokal, Cagar Budaya yang terawat bisa menjadi daya tarik wisata dan mendukung ekonomi masyarakat sekitar. Dan dengan adanya Perda, pengelolaannya bisa lebih profesional dan terencana,” tegasnya.

Pansua 4 juga menilai secara umum kondisi cagar budaya di Kota Bandung cukup beragam. Saat ini terdapat sekitar 1.770 bangunan cagar budaya, termasuk kategori Cagar Budaya Kelas A yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Beberapa bangunan seperti Aula Barat dan Aula Timur ITB terjaga dengan baik, namun ada juga yang mengalami kerusakan, seperti Gedung Pusat Kebudayaan yang atapnya roboh pada 2024,” jelasnya.

Tantangan utama meliputi kurangnya perawatan, tekanan pembangunan modern, dan alih fungsi bangunan. Banyak cagar budaya terancam tergeser oleh pembangunan baru. Meski sudah ada regulasi daerah dan apresiasi dari Pemerintah, implementasi dan pengawasan masih perlu diperkuat.

“Komunitas seperti Aleut bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memetakan dan menjaga cagar budaya agar tetap lestari,” kata Reza.

Menurut Reza, masih kurang baik nya kondisi mayoritas bangunan cagar budaya di Kota Bandung, karena kurangnya pengawasan dan perawatan menyebabkan beberapa bangunan rusak, seperti robohnya atap Gedung Pusat Kebudayaan pada 2024.

Selain itu, pesatnya pembangunan modern sering kali mengorbankan cagar budaya, menunjukkan bahwa regulasi belum cukup kuat dalam mencegah alih fungsi atau perusakan bangunan bersejarah.

“Secara keseluruhan, Pemkot Bandung sudah menunjukkan perhatian, tetapi masih perlu pengawasan lebih ketat, penegakan aturan yang tegas, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pelestarian cagar budaya,” ungkap politisi Parlai Golkar ini.

Banyak bangunan cagar budaya di Kota Bandung mengalami alih fungsi dan perubahan struktur, terutama di kawasan Jalan Braga dan Jalan L.L.R.E. Martadinata. Faktor utama perubahan ini adalah pesatnya pembangunan, kebutuhan ekonomi, dan minimnya pengawasan.

Di Jalan Braga, yang dulunya dikenal sebagai pusat perdagangan klasik, kini banyak bangunan bersejarah diubah menjadi pusat bisnis modern, seperti kafe, restoran, dan toko ritel, sering kali dengan modifikasi signifikan pada interior dan eksteriornya.

Sementara itu, di Jalan L.L.R.E. Martadinata, banyak bangunan mengalami perubahan fasad dan elemen arsitektur, menghilangkan nilai otentik cagar budaya.

Meskipun Pemkot Bandung telah mengeluarkan regulasi pelestarian, lemahnya pengawasan menyebabkan banyak bangunan kehilangan keasliannya atau bahkan dihancurkan. Upaya pelestarian perlu diperkuat dengan penegakan aturan yang lebih ketat serta peningkatan kesadaran masyarakat .

Telah melalukan studi banding ke Jakarta dan Bali. Studi banding di Jakarta dilakukan bersama Dinas Kebudayaan yang membahas mengenai Raperda tersebut. ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 11 Aduan Masuk ke Pemkot Sukabumi Sepanjang November 2024

    Sebanyak 11 Aduan Masuk ke Pemkot Sukabumi Sepanjang November 2024

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menerima sedikitnya 11 aduan dari masyarakat, sepanjnag November 2024. Aduan tersebut, ditujukan untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kemudian, Kecamatan Gunung Puyuh, RSUD Syamsudin, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR), dan sisanya laporan aduan yang bukan menjadi kewenangan Pemkot Sukabumi. “Berdasarkan catatan […]

  • Politisi PKB Hasim Adnan, Tinjau dan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir Kota Sukabumi

    Politisi PKB Hasim Adnan, Tinjau dan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Intensitas hujan yang tinggi pada Kamis (17/02/22) melanda Kota Sukabumi membuat sejumlah kawasan terdampak bencana banjir. Salah satu titik terparah adalah di Kecamatan Baros. Hasim Adnan yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) terpantau melakukan peninjauan langsung ke lapangan, Sabtu (19/02/2022). “Malam kamis, setelah […]

  • Kembali, Anggota PWI Kota Sukabumi Mendapatkan Beasiswa Dari STIMIK AL-Fath

    Kembali, Anggota PWI Kota Sukabumi Mendapatkan Beasiswa Dari STIMIK AL-Fath

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Belasan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi mendapatkan beasiswa pendidikan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Al Fath. Para penerima beasiswa ini, akan mengenyam pendidikan sekitar empat tahun di Kampus yang berlokasi di Karang Tengah, Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Ketua Terpilih PWI Kota Sukabumi Ikbal Zaelani mengatakan, ini menjadi kesempatan yang […]

  • Hanya Lima Perumahan Yang Sudah Meneyherahkan Asset ke Pemkot Sukabumi, Komisi II Segera Akan Turun ke Lapangan

    Hanya Lima Perumahan Yang Sudah Meneyherahkan Asset ke Pemkot Sukabumi, Komisi II Segera Akan Turun ke Lapangan

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– DPRD Kota Sukabumi segera akan melakukan sidak ke semua perumahan yang ada saat ini. Pasalnya, tak sedikit warga sering mengadukan berbagai permaslahan tentang perumahan, entah itu terkait izin, amdal hingga belum dipenuhinya Masalah fasos fasum. “Tapi kami akan komunikasi dulu dengan Dinas PU, dan dinas terkait lainya untuk mengetahui Masalah izin dan lainya sebagai […]

  • Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Alami Penurunan

    Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Alami Penurunan

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    MBInews.id – Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung kini menyisakan 57 orang lagi. Angka ini berkurang tiga kasus dibandingkan hari sebelumnya. Data ini didapat dari laman covid-19.bandung.go.id per tanggal 11 Desember 2021 update terakhir pukul 20.19 WIB. Selain kasus aktif yang terus berkurang, angka kesembuhan mengalami peningkatan. Pada 11 Desember terjadi penambahan 9 pasien sembuh […]

  • Rapatar Bakal Tanam Bawang Di Kota Bandung

    Rapatar Bakal Tanam Bawang Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat konsep ketahanan masyarakat dengan berbagai strategi. Melalui beragam program kini pengembangan komoditas terus dilakukan. Teranyar yaitu bakal coba menggarap bawang merah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, untuk pencanangan penanaman bawang merah dengan konsep Buruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) […]

expand_less