Pemerintahan

Pemkot Bogor Nobatkan Endang Sutisna keluarga Berprestasi.

BOGOR, MBI.news.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya  usai memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI tingkat Kota Bogor di Plaza Balai Kota,  melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi keluarga berprestasi, Senin (01/07/2019).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Fahrudin, Camat Bogor Barat Pupung W. Purnama dan Lurah Curug Wiwi, Bima mengunjungi keluarga Endang Sutisna berlokasi di Bogor Country Blok FJ 2 No.12 A, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat.

Endang Sutisna di Hari Keluarga Nasional ini dinobatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai keluarga berprestasi. Sebab, mereka memiliki 6 anak yang berprestasi meski hidupnya pas-pasan.

Anak pertamanya Arya Pratama Adiguna merupakan mahasiswa IPB semester 7 yang kuliah berkat beasiswa Bidik Misi. Anak keduanya, Aditya Mufti Sanjaya merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Fakultas Teknik semester 3 juga bisa kuliah karena beasiswa Bidik Misi.

Anak ketiganya, Andika Ibnu Rizky merupakan Siswa SMAN 2 Kota Bogor yang duduk dibangku kelas XII. Kemudian anak keempat, Azka Andriani Cahaya Putri merupakan siswi SMAN 5 Kota Bogor yang duduk dibangku kelas X, anak kelima Ardiansyah Nugraha Putra siswa SMPN 1 Kota Bogor yang duduk dibangku kelas VIII dan terakhir anak keenam, Azril Geraldo Bhayangkara siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda.

“Alhamdulillah yang kuliah (2 anaknya) mendapatkan beasiswa Bidik Misi dan adik-adiknya dibebaskan biaya SPP bulanan dari sekolah karena mereka berprestasi,” kata Endang Sutisna.

Dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, Endang Sutisna kesehariannya berjualan mainan anak-anak di sekolah SDN Cibadak Kota Bogor. Bahkan ia sudah menggeluti profesi ini sudah 10 tahun lamanya. Bahkan, istrinya Indah Kurniawati pun membantu ekonomi keluarganya dengan berjualan donat dan jajanan anak-anak.

Meski hidupnya sempat terpuruk karena menderita sakit dan keluar dari tempat kerjanya ia akhirnya bisa bangkit. Endang Sutisna mengaku sempat merasa depresi karena tidak bisa mencukupi kehidupan keluarganya.

“Dari jualan mainan ini sehari bisa dapat sekitar Rp 80- Rp 120 ribu, itu pun kalau lagi rame banyak yang beli,” katanya.

Sebelumnya ia tergolong orang yang mampu, bahkan memiliki rumah yang terbilang elit di Kota Bogor. Namun saat ini keadaannya berbanding terbalik. Rumahnya belum pernah direnovasi, ia hanya memiliki barang “mewah” seperti TV 14 inch, kulkas, kompor gas, tidur pun beralaskan karpet tipis dan hanya memiliki satu handphone di keluarganya sebagai alat komunikasi.

“Jadi handphonenya dibawa sama anak saya yang pertama, selain itu kami tidak punya lagi,” akunya.

Ia tidak menyangka terpilih sebagai keluarga berprestasi oleh Pemkot Bogor. Dia selama ini mengaku hanya fokus dan berusaha agar anak-anaknya bisa bersekolah serta mendapatkan pendidikan yang layak agar masa depan mereka cerah meski harus banting tulang.

“Saya yakin dengan keterbatasan ekonomi tidak menjadikan hambatan agar anak saya bisa sukses kedepan,” ujarnya.

Endang Sutisna membagikan kiat-kiatnya dalam mendidik anak. Sebenarnya jika orang tua ingin anak maju orang tua juga harus mencontohkan maju itu seperti apa dan tidak mencontohkan hal-hal yang negatif.

Ia sudah membiasakan dirumahnya minimal 2 jam membaca buku, satu jam sebelum maghrib atau setelah maghrib untuk mengulang kegiatan pelajaran di sekolah dengan pendampingannya.

“Anggap anak seperti teman, jangan ada jarak antara anak dan orang tua. Jika anak berhasil maka itu keuntungan dan obat kebahagiaan orang tua,” tuturnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai keluarga Endang Sutisna adalah keluarga yang hebat. Dengan keterbatasan yang ada dan penghasilan yang minim masih bisa memperhatikan dan fokus terhadap pendidikan anak-anaknya.

“Itu yang hebat. Orang tuanya berjuang untuk pendidikan anak-anak, terlihat anak-anaknya pun anak-anak baik semua,” kata Bima.

Menurut Wali Kota ini adalah contoh keluarga yang bisa memberikan inspirasi mengenai arti pentingnya pendidikan. ia meminta keluarga yang seperti ini semuanya di data agar Pemkot Bogor bisa membantu, baik dalam hal usahanya, pendidikannya dan juga diperhatikan kesehatannya.(Red)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button