Bandung RayaSeni Budaya

Kolaborasi Sub Sektor Ekonomi Kreatif Di Festival Rempug Jukung Disbudpar Kota Bandung

MBInews,id, Bandung – Rempug Jukung Disbudpar Kota Bandung memadukan Sub Sektor Ekonomi Kreatif Desainer Batik, Kuliner dan Musik yang menjadi icon atau ciri khas kota Bandung dibidang Kebudayaan dan Pariwisata, pelataran halaman Bandung Creative ,Sabtu,(24/8/19).

Sektor Desainer Batik bertema Patra Komala dan Cangkurileung, Kuliner bertema Makanan Khas Urang Sunda dan Musik bertema kolaborasi musik khas Sunda dengan musik modern seperti tampilan karinding.

Para pelaku kreativitas seni diberikan ekspresi menuangkan gagasan, ide dan inovasinya lewat sub sektor tersebut dan akan dijadikan legal icon kota Bandung dalam kegiatan Kebudayaan dan Pariwisata yang tentunya dotindaklanjuti dengan pihak perhotelan, akademisi, perbankan hingga media untuk mempolerkannya hingga mancanegara.

“Hasil karya terbaik tentunya diberikan apresiasi penghargaan atas ide, gagasan dan inovasi perbarukan dalam memajukan kota Bandung di bidang kebudayaan dan pariwisata khususnya dan perekonomian kota Bandung pada umumnya” ungkap Kenny Kania Sari Kadisbudpar kota Bandung.

Dari hasil kreativitas Desainer Batik bertema patra komala dan cangkurileung akan menjadi legal icon kota Bandung sebagai cendera mata, ciri khas hingga menjadi seragam para PNS kota Bandung.

Bagi Chief Kuliner yang melahirkan khas makanan asli Sunda Tampilan, Rasa dan Kemasan akan dijasikan legal icon di perhotelan, cafe dan restoran dan didukung permodalannya oleh bank BNI dan BJB dan pedampingan dari Bank BI (Bank Indonesia).

Musik karinding mewakili ekonomi Kreatif karena tampilannya yang eksotis memadukan perpaduan apik musik Sunda dan modern juga temanya tentang kehidupan, alam dan apa adanya yang penuh isarat pesan moral dan harus ditindaklanjuti pementasan di perhotelan, cafe, restoran bahkan tempat strategi pariwisata seperti jalan Braga.

“Rempug Jukung tiada lain menggali kearifan potensi lokal untuk tampak kepermukaan hingga populer di manca negara dan menjadi icon kota Bandung untuk dikenang para turis lokal dan internasional” pungkas Tries Kabid Ekraf.(Iwan/Koes)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button