JabarMajalengkaRegionalSeni Budaya

Nyi Galuh, DPD SPN Kab Majalengka Apresiasi Gelaran “Pesta Adat Besar” Pemersatu Bangsa

MAJALENGKA, MBInews.id –Dalam Gelaran Milangkala Dewan Pimpinan Pusat (DPD) Srikandi Pasundan Ngahiji  Ruwat Jagat  “Pesta Adat Besar” yang diselenggarakan di Lucky Square, Bandung,Rabu (4/12/2019) ada DPD Srikandi Pasundan Ngahiji  (SPN) berasal dari Kab Majalengka    

Ketua DPD Srikandi Pasundan Ngahiji wilayah Kab Majalengka , Nur Hasanah Kamal biasa di panggil Nyai Galuh, lahir Asli kelahiran Desa Sadomas Kec Rajagaluh dan Desa Rajagaluh dulunya Sebuah Kerajaan yg di Rajai sama Prabu Cakraningrat kota galuh.

Nyi Galuh datang beserta DPD SPN dari Kab Majalengka sangat Apresiasi acara Ruwat Jagat yang diadakan oleh DPP SPN, dengan adanyah wadah ini kebudayaan adat sunda ini tidak akan punahditelan jaman, tapi malah akan makin dipelihara adat kebudayaan  dan dipertahankan tanah adat yang ada di Indonesia.kata Nyi Galuh

“Kebudayaan di Kab Majalengka sendiri untuk budaya terus terang aja saya adalah pelaksana dan pelestarian tari adat dan budaya dalam artian saya setiap hari ada terus jadwal kegiatan Kebudayaan,”ucapnya

Nyi Galuh  menuturkan, “Kab Majalengka memiliki kebudayaan yang sangat kaya. Dari letak geografis, Majalengka dipengaruhi oleh wilayah Pantura di utara dan Parahyangan di selatan. Wajar, jika kesenian Majalengka beragam dan menjadi wilayah yang diapit oleh dua budaya berbeda,”paparnya.

Selain dari permasalahan kurangnya perhatian dan pelestarian, pengaruh globalisasi pula turut serta mengikis kebudayaan lokal. Bahkan, mematikan budaya lokal tersebut. Perlu kiranya kita sebagai masyarakat  Majalengka yang berbudaya bergerak dan lebih perhatian untuk menjaga dan melestarikan budaya asli Kab Majalengka.

Cara untuk melestarikannya adalah dengan mengenalkan dan belajar menjadi pelaku kebudayaan tersebut. Selain itu, masyarakat dan pemerintah harus menjadi corong utama untuk lebih peduli. Bila kedua element tersebut ada di Kab Majalengka, tentunya tidak akan punah ditelan zaman.“Melestarikan budaya berarti melanjutkan peradaban bangsa. Semoga kabudayaan asli Kab Majalengka bisa tetap lestari,”

Jangan pernah lupakan kalau kearifan budaya lokal juga sebagai penguat pondasi kebhinekaan negara Indonesia. Nilai-nilai budaya lokal seperti nilai pendidikan, karakter, dan sosial, bisa dikembangkan lebih jauh sehingga bisa menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang berbudaya.pungkasnya. (mbi)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button