SUKABUMI,Mbinews.id– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi tetap berkomitmen untuk menjaga lahan pertanian yang setiap tahunya alami penyusutan. Saat ini, lahan yang tersisa mencapai 1389 Hektare.
“Kami tetap akan menjaga lahan pertanian yang ada saat ini mencapai 1389 hektare, dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 10,4 hektare,”ucap Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan, ujar peringatan Harian Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Kota Sukabumi, di Kelompok Tani Sadar Manah, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Rabu, (24/11/2021). Acara tersebut dihadiri langsungoelh Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, Sekda, dan Tamu Undangan lainya.

Dalam moment tersebut, pihaknya membagikan 250 benih tanaman cabai beserta pupuk dan polybag kepada beberapa perwakilan kelompok tani untuk memulai Gerakan Tanam Cabe (Gertabe).
“Pembagian ratusna tanaman cabi tersebut, sesuai dnegan tema HPS tahun ini. Yakni, Aksi Kita, Masa Depan Kita, pastikan pangan kita B2SAH (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman dan Halal) untuk Hidup yang Sehat, Aktif dan Produktif Menuju Kota Sukabumi yang Religius, Nyaman dan Sejahtera,”ucapnya.
Sementara itu Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, mengungkapkan, bahwa salah satu pelajaran terpenting yang dapat diambil dari pandemi covid – 19 selama hampir 2 tahun, adalah pentingnya ketahanan pangan, pentingnya penanganan kerawanan pangan, dan pentingnya keamanan pangan, sehingga peringatan HPS, merupakan momentum untuk terus menjaga ketahanan pangan.

Fahmi menambahkan, saat ini Kota Sukabumi sulit untuk mewujudkan swasembada pangan karena terbatasnya lahan pertanian, oleh karena itu, Fahmi mendorong masyarakat untuk menerapkan inovasi DKP3, yakni Pekarangan Pangan Lestari (P2L), serta meminta kepada DKP3 untuk melakukan kerjasama dengan beberapa daerah yang menjadi produsen pangan seperti Cianjur dan Karawang.
“Karena swasembada pangan terbatas dengan lahan yang ada. Makanya saya mendorong masyarakat untuk terapkan inovasi DKP3 yaitu P2L,”katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fahmi juga mendorong para generasi milenial untuk ikut serta menjadi pelaku tani. Karena, dari total kurang lebih 4.500 petani se – Kota Sukabumi, mayoritas berusia 50 tahun.
“Regenerasi sangat diperlukan, dan diharapkan para milenial dapat melibatkan teknologi dalam pertanian,”pungkasnya.ardan/wan/mbi