banner 728x250

Dinilai Bappenas, Ini Kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi

Bapenas bersama tim penilai independen dari akademisi dan tim penilai teknis, saat Melakukan Penilaian di Kantor Bappeda Kota SUakbumi
banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, dinilai oleh Badan Perencanaan Nasional (Bapenas). Bersama tim penilai independen dari akademisi dan tim penilai teknis tersebut, Bapenas melakukan verifikasi dan kunjungan lapangan.

“Belum lama ini sekitar Selasa, (4/4/2023) Kita (Bappeda) didatangi oleh Bapenas bersama tim penilai independen dari akademisi dan tim penilai khsusus melakuakn penilaian,”ujar Kepala Bappeda Kota Sukabumi. Reni Rosyida Mutamainah, Sabtu, (8/4/2023).

banner 325x300

Reni mengatakan, penilaian yang dilakukan oleh Bappenas tersebut, untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di daerah, sekaligus sebagai apresiasi terhadap perencanaan pembangunan di daerah. Sehingga, Pemerintah Pusat melalui Bappenas memberikan penilaian Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) di Kota Sukabumi.

“Adapun forum diskusi pada kali ini merupakan rangkaian setelah pada Senin kemarin Tim Penilaian Tahap III melakukan Verifikasi Kota Sukabumi, PPD melakukan survei lapangan terkait perencanaan di Kota Sukabumi dan sejauh mana realisasi dan kebermanfaatannya,”terangnya.

Reni berharap, dari kegiatan penilaian PPD tingkat nasional ini bisa terkoreksi perencanaan pembangunannya, dan mendapat masukan perbaikan terhadap ketajaman, memetakan masalah, dan membuat strategi penyelesaian masalah.

“Harapannya, PPD bukan hanya sebuah kontes kebanggaan semata, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi perencanaan dan dampak dari capaian pembangunan,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PPEPD Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, menambahkan, salah satu yang menjadi indikator keberhasilan di PPD kali ini, yakni, program unggulan Pemkot Sukabumi yang menjadi sorotan tim penilai.

“Beberapa program unggulan kita, yakni Danakitri. Program ini, dikelola Sukabumi Creative Hub (SCH). Tak hanya itu, program unggulan lain juga tak luput dari pembahasan seperti Udunan Online, Kredit Anyelir, UMKM, dan sebagainya. Termasuk skema pembangunan melalui Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW),”jelasnya.

Salah satu tim penilai independen, Maria Margaretha Hartiningsih, mengatakan, pihaknya merespon cukup baik, serta memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap pembangunan di Kota Sukabumi.

“Saya kaget, melihat kecintaan warga Kota Sukabumi terhadap kotanya. Begitu luar biasa antusiasnya generasi milenial. Khususnya, anak-anak muda yang menghidupkan ekonomi kreatif,ā€¯pungkasnya.ardan/wan/mbi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *