Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Hari Pertama PTM Terbatas, Siswa Canggung, Guru Harus Lebih Interaktif

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 330 Sekolah di Kota Bandung telah diizinkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai 8 September 2021. Sedangkan sekolah lainnya masih harus diverifikasi agar dapat menggelar PTM.

Pada pantauan hari pertama PTM terbatas di SMP-SMA PGII dan SD Ar Rafi’, para peserta didik masih canggung dan kaku saat bertemu teman sekelas dan Guru di ruangan kelas.

Bahkan, untuk mencairkan suasana tersebut, salah seorang Guru di SMP PGII, yakni Egi Arif Rahman harus melakukan “ice breaking”.

“Kesulitan hari pertama ini mengkondisikan anak, karena yang di kelas dengan yang di rumah pasti berbeda dari kesiapan dan yang lainnya,” katanya.

“Anak yang baru masuk sekarang saya juga kaget. Mereka kaku karena sudah lama (tidak bertemu) mungkin yah. Yang biasanya aktif itu kaku,” ungkapnya.

“Tapi saya coba bangun lagi, sekitar 30 menit dia mulai terbiasa,” ucap Egi yang mengajar Pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.

Egi mengakui, saat PTM terbatas ini para guru harus lebih interaktif saat memberikan pelajaran. Ia pun menerapkan metode “enjoyfull learning” agar anak-anak yang berada di kelasnya bisa merasa nyaman.

“Kalau di google classroom yang daring, mereka masih oke saja. Nah yang tadi baru masuk sepertinya memang agak kaget. (Saat di kelas) kita pakai layar komputer agar yang di rumah juga bisa melihat ke saya, jadi yang di kelas dan di rumah ada eye contact,” imbuhnya.

Salah seorang siswa SMP PGII, Azka Saniy juga mengakui hal tersebut. Namun saat mengikuti PTM ia merasa bisa lebih menangkap pelajaran dari guru.

Azka yang saat ini berada di kelas 9, sebelumnya mengikuti PTM terakhir saat kelas 7.

“Bedanya kalau online, bisa malas-malasan. Kan bisa saja tidak menyalakan kamera, kita tiduran. Sedangkan di kelas tidak bisa. Lebih bisa menangkap (pelajaran) juga kalau ketemu langsung,” ucap Azka yang saat ini berada di Kelas 9.

Menurut Azka, orang tuanya menyetujui untuk mengikuti PTM. Ia pun membawa bekal untuk makan, hand sanitizer dan memakai masker sebagai alat pelindung diri saat pandemi Covid-19 ini.

Di lain tempat, yakni di SD Ar Rafi’, Wakil Kepala Sekolah, IIs Siti Aisah mengungkapkan hal serupa. Respon para peserta didik terlihat lebih canggung saat bertemu teman-temannya seolah-olah seperti menjadi murid baru lagi.

“Karena hampir dua tahun tidak bertemu, seolah-olah seperti murid baru lagi. Sebenarnya harapan mereka itu bisa main bola misalnya bersama teman-teman,” ucapnya.

“Tetapi karena pandemi seperti ini, mungkin hal yang seperti berinteraksi dengan temannya tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Hanya bertemu di kelas saja,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Iis mengaku pada hari pertama PTM terbatas ini, sekolah tidak memberikan materi pembelajaran. Namun lebih ke arah pemberian motivasi dan arahan menjaga pola hidup sehat.

“Jadi anak-anak tidak dibuat ‘shock’ ketika harus masuk ke sekolah lagi,” ucap Iis.(agg-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Memastikan Pelaksanaan Kebijakan WFH Dilakukan Dengan Mengacu Pada Arahan Pemerintah Pusat

    Pemkot Bandung Memastikan Pelaksanaan Kebijakan WFH Dilakukan Dengan Mengacu Pada Arahan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) dilakukan dengan mengacu pada arahan pemerintah pusat, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik di daerah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan, penerapan WFH di lingkungan Pemkot Bandung saat ini masih berada di atas 60 persen. Namun demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi […]

  • Warga Darwati Soroti Dampak TPU Rancacili, DPRD Minta Ada Buffer Zone

    Warga Darwati Soroti Dampak TPU Rancacili, DPRD Minta Ada Buffer Zone

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Bandung,MBINEWS — Komisi III DPRD Kota Bandung membahas keluhan warga RW 11 dan RW 13 Kelurahan Derwati terkait rencana perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rancacili yang dinilai semakin mendekati kawasan permukiman. Audiensi digelar di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bandung, Senin (25/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi pencemaran air tanah, polusi […]

  • Tak Pakai Masker, Siap-siap Pakai Rompi Pelanggar

    Tak Pakai Masker, Siap-siap Pakai Rompi Pelanggar

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menindak tegas sejumlah pelanggar protokol kesehatan saat memimpin Operasi Yustisi di Bunderan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/09/20) sore. Beberapa warga yang kedapatan tidak menggunakan masker diberikan sanksi sosial dengan membersihkan sampah di sekitar Bunderan Sukaraja sembari menggunakan rompi bertuliskan Pelanggar. “Salah satu tujuan Operasi Yustisi ini adalah […]

  • Kota Bandung Butuh Partisipasi Publik Kelola Lingkungan

    Kota Bandung Butuh Partisipasi Publik Kelola Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Permasalahan lingkungan masih menjadi salah satu tugas besar yang tengah diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot Bandung). Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebut, dalam sehari sampah di Kota Bandung bisa mencapai 1.500 ton. Untuk membenahi masalah ini, kolaborasi dari berbagai sektor pun digalakkan. Mulai dari lingkup masyarakat, sekolah, hingga perusahaan memulai langkah kecil mereka […]

  • Pemkab Subang Laporkan Sari Ater Ke Kejati Jabar

    Pemkab Subang Laporkan Sari Ater Ke Kejati Jabar

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SUBANG – Diduga adanya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Obyek Wisata Sari Ater, Bupati Subang melalui advokat melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pasalnya, bertahun tahun pemerintah Kabupaten Subang merasa dirugikan oleh pengelola Obyek Wisata Sari Ater dalam hal bagi hasil keuntungan usaha dalam kerjasama pengelolaan Sari Ater. Ketua tim advokat pemkab Subang mengakui bahwa […]

  • Motivasi Ajak Warga Datang ke Lokasi Vaksinasi Covid-19, Jajaran Muspika Cikancung Sediakan Hadiah Doorprize

    Motivasi Ajak Warga Datang ke Lokasi Vaksinasi Covid-19, Jajaran Muspika Cikancung Sediakan Hadiah Doorprize

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MBInews.id – Saat ini, terdapat jutaan orang di seluruh dunia yang telah menerima vaksin COVID-19 dengan aman, membawa kita semua  satu langkah lebih dekat  untuk kembali berkegiatan seperti biasa dan bertemu dengan keluarga serta kerabat tercinta. Vaksin dinanti-nantikan oleh banyak orang, namun amat wajar jika sebagian orang masih bertanya-tanya mengenai proses vaksinasi dan apa saja […]

expand_less