Breaking News
Trending Tags

Dinilai Tidak Rasional, Pemerintah Kota Sukabumi Berencana Naikkan NJOP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi, berencana akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, saat usai melakukan Focus Group Discussion (FGD), yang dihadiri para pihak terkait, Jumat (7/1/2022).

Dalam sambutannya, Fahmi mengatakan, pada kondisi perekonomian yang baru hendak bangkit saat ini, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) menjadi salah satu solusi yang bisa ditempuh, dalam mengatasi persoalan keuangan daerah yang terjadi saat ini.

“Dalam rapat terkahir dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hal yang menjadi sorotan utama baagi kepala daerah adalah terkait pendapatan daerah. KPK mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak fair dalam menerapkan pajak daerah yang berhubungan dengan PBB. Mereka mengatakan, saat ini PBB di daerah masih amat begitu rendah sekali,” ujar Fahmi dalam penjelasannya saat menghadiri FGD tersebut.

Lanjutya, sedangkan PBB itu merupakan satu dari sembilan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selama ini sudah lebih dari 5 tahun tidak mengalami kenaikan.

“Memang jika dikatakan saat ini, untuk PBB yang ada sekarang itu, masih jauh dari kata rasional, jika dibandingkan dengan iuran bulanan kebersihan, keamanan, dan kematian, yang berada di wilayah. Saat ini komposisi total dari 3 iuran wajib di wilayah, sudah berada pada kisaran 100 ribu Rupiah perbulan, sedangkan PBB hanya 100 ribu Rupiah pertahun,” jelasnya,

Masih menurut Fahmi, oleh sebab itu, dengan diadakannya diskusi saat ini, yang dihadiri oleh berbagai aspek sosial yang ada, diharapkan bisa merumuskan suatu keputusan, untuk bersama menemukan solusi dari keadaan yang terjadi saat ini.

“PAD Kota Sukabumi saat ini hanya berkisar 300 miliyar pertahun, sedangkan 250 miliyar itu berasal dari pendapatan rumah sakit. Yang artinya, hanya bersisa 50 miliyar yang bisa digunakan untuk pembangunan daerah. Karena, pendapatan yang berasal dari rumah sakit, harus kembali lagi ke rumah sakit. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya penyesuaian NJOP nantinya, bisa membantu PAD yang ada saat ini, meskipun hanya berada pada kisaran 8 miliyar,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini seluruh bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi juga setiap tahunnya mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, dituntut untuk bisa menghidupkan kemandirian ekonominya, dari peningkatan potensi PAD yang ada. Jangan hanya terus bergantung kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

“Maksimalkan potensi pendapatan daerah, karena bantuan pusat dan provinsi itu trennya akan terus menurun dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Namun demikian, Fahmi mengatakan jika nantinya ada wajib pajak yang merasa keberatan terhadap rencana kenaikkan NJOP saat ini, bisa segera melapor agar segera dicarikan solusi terbaiknya.

“Kenaikkan NJOP yang berlangsung nantinya, itu akan dilakukan setelah melalui proses pengkajian. Dan kenaikkan itu juga, tidak serta merta di sama ratakan. Contohnya, meskipun sama-sama rumah di pinggir jalan, NJOP tidak berarti akan sama, karena nanti akan ada kajian juga terkait hal tersebut,” pungkasnya. Ardan/Wan/Mbi

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovatif, Mahasiswa UMMI Jawab Era 4.0 Untuk Petani Sukabumi

    Inovatif, Mahasiswa UMMI Jawab Era 4.0 Untuk Petani Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi jawab persoalan petani dalam menghadapi Era revolusi industri 4.0. Mahasiswa Pertanian Sukses membuat aplikasi E-das untuk menjual hasil pangan para petani. Aplikasi E-das atau Electronic Development Agribusiness Syariah merupakan aplikasi sejenis toko online yang menyediakan bahan pokok hasil pertanian yang prudkanya diambil dari […]

  • Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

    Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Keluarga besar Radio Sonata tengah berduka, melepas kepergian salah satu penyiar terbaiknya, Asep Syaepudin Yunior, Selasa, 5 April 2022. Dikenal dengan pribadi yang humoris, Asep bergabung bersama radio milik Pemerintah Kota Bandung sejak 2005 di kanal amplitude modulation (AM) dalam program “Renda Budaya”. Pada program ini, ia mengedukasi para pendengar se-Bandung Raya […]

  • Bappeda: RPJMD Kota Sukabumi 2025-2030 Jadi Acuan Renstra Tiap SKPD

    Bappeda: RPJMD Kota Sukabumi 2025-2030 Jadi Acuan Renstra Tiap SKPD

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi untuk periode 2025–2030 telah resmi disahkan. Dokumen lima tahunan ini menjadi pedoman pelaksanaan visi dan misi Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, sekaligus menapaki tahapan implementasi RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) 2025–2045. Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menjelaskan, […]

  • Pemkot Bandung Dan Marketplace Jaga Harga Komoditas Tetap Stabil

    Pemkot Bandung Dan Marketplace Jaga Harga Komoditas Tetap Stabil

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bersama dengan toko digital (marketplace) mengawasi secara ketat harga komoditas yang dijual secara daring maupun luring. Hal ini bertujuan agar komoditas seperti minyak goreng tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah memastikan hal tersebut di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Survey […]

  • Stok Vaksin Covid-19 Di Kota Bandung Aman Hingga Dua Pekan Ke Depan

    Stok Vaksin Covid-19 Di Kota Bandung Aman Hingga Dua Pekan Ke Depan

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, Ketersediaan vaksinasi Kota Bandung aman untuk dua pekan ke depan. Hal tersebut sesuai dengan alokasi yang diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menyukseskan 100 persen vaksinasi di akhir tahun 2021. Termasuk vaksin untuk remaja yaitu usia 12-17 tahun. “Ketersediaan vaksin aman, khususnya pelajar sudah dialokasi Kemenkes seusai permohonan kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota […]

  • Deklarasi PAN Bersama BEDAS , Lanjutkan Pembangunan Kab Bandung

    Deklarasi PAN Bersama BEDAS , Lanjutkan Pembangunan Kab Bandung

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Deklarasi PAN bersama Bedas Lanjutkan topik acara yang berlangsung di Taman Soreang Kampung Cebek No 133′ Desa Keramat Mulya Kec Soreang Kab Bandung (30/6/2024) . Deklarasi Bedas hadirkan para Ketua DPD Partai koalisi PKB, PAN, Partai Demokrat , Partai NasDem dan juga Partai Gerindra dengan target Kemenangan Bedas, jilid II PAN […]

expand_less