TP-PKK Kota Sukabumi Tanam Cabai dan Bawang Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah (kanan)) Saat Memebrikan Bibit Cabai dan Bawang Kepada Anggotanya dalam Kegiatan Gerakan Penanaman Cabai dan Bawang Merah Secara Serentak, di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang. Selasa, (20/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengoptimalkan peran keluarga dalam menjaga stabilitas harga pangan, melalui gerakan penanaman cabai dan bawang merah secara serentak. Program yang melibatkan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tersebut, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap pasokan pasar sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Kegiatan yang diinisiasi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi itu berlangsung di Taman Cikondang, Selasa (20/10/2026). Dalam pelaksanaannya, pemerintah membagikan masing-masing 250 bibit cabai dan 250 bibit bawang merah kepada kader PKK untuk dibudidayakan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan, gerakan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan rumah tangga, sekaligus mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Harapannya, gerakan ini bisa dimulai dari keluarga dan rumah masing-masing. Jadi, ketika ibu-ibu membutuhkan cabai atau bawang untuk memasak, mereka bisa langsung memetik dari halaman rumah tanpa harus selalu membeli ke pasar,”ujar Ranty.
Menurutnya, cabai dan bawang merah merupakan komoditas pangan yang harganya kerap mengalami fluktuasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga sehingga upaya memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat.
Ranty menambahkan, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Pemanfaatan wadah bekas, seperti galon dan pipa paralon, dapat menjadi alternatif untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan di rumah.
“Tidak harus memiliki lahan yang luas. Masyarakat bisa memanfaatkan barang-barang yang tersedia di rumah untuk menanam cabai, bawang, maupun bawang daun. Hal sederhana seperti ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga,”katanya.
Selain penanaman cabai dan bawang merah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengolahan pangan berbahan dasar labu oleh kader PKK dari tujuh kecamatan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang beragam, bernilai gizi, dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Ranty mengatakan, labu dipilih karena relatif terjangkau, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan gizi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, termasuk sebagai bahan olahan untuk anak.
Berbagai kreasi olahan labu diharapkan dapat diterapkan dalam pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu. Dengan variasi menu yang lebih beragam, anak-anak diharapkan tidak mudah bosan, sementara kebutuhan nutrisi tetap menjadi perhatian dalam proses pengolahannya.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Neng Rahmi
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Neng Rahmi, menjelaskan, program tersebut difokuskan pada komoditas pangan yang rentan mengalami kenaikan harga atau volatile food. Kolaborasi dengan TP-PKK dilakukan untuk memperluas jangkauan program hingga tingkat masyarakat paling bawah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung pengendalian inflasi. Cabai dan bawang menjadi perhatian karena harganya kerap mengalami kenaikan. Melalui gerakan penanaman ini, kami ingin mendorong masyarakat ikut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,”ujar Rahmi.
Ia menjelaskan, kader PKK dipilih sebagai penerima bibit karena memiliki struktur organisasi yang menjangkau tingkat kecamatan, kelurahan, hingga rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT). Jaringan tersebut dinilai dapat membantu memperluas penerapan program sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.
Namun, Rahmi menegaskan, program ini tidak akan berhenti pada pembagian bibit. Pemerintah akan melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkala selama satu bulan ke depan untuk memantau perkembangan budidaya tanaman di setiap wilayah.
Kelurahan yang dinilai berhasil membudidayakan bibit tersebut nantinya akan dipertimbangkan sebagai lokasi proyek percontohan atau pilot project bagi wilayah lain. Dengan demikian, program penanaman diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Nantinya, bagi kelurahan yang dinilai berhasil membudidayakan bibit tersebut akan dijadikan sebagai lokasi pilot project atau percontohan bagi wilayah lainnya,”tandasnya.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang menyediakan bahan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Melalui rangkaian program tersebut, Pemkot Sukabumi mendorong keterlibatan keluarga dalam menjaga ketahanan pangan, memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal, dan mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui langkah-langkah yang dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar