Hari Santri 2026, Ponpes Dzikir Al Fath Sukabumi Bekali 54 Satpam dengan Bina Mental dan Kanuragan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al Fath, Prof. Dr. KH. Fajar Laksana (kiri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pondok pesantren (Ponpes) tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi berbagai kalangan. Semangat tersebut diwujudkan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi, melalui pelatihan bina mental dan kanuragan bagi 54 anggota satuan pengamanan (satpam) asal Jakarta.
Pelatihan bertajuk Bina Mental dan Kanuragan (Bintara) Security itu dibuka di Aula Ponpes Modern Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dirancang untuk memperkuat mental spiritual, kedisiplinan, serta kemampuan bela diri peserta dalam menunjang tugas pengamanan.
Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al Fath, Prof. Dr. KH. Fajar Laksana, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pesantren memperluas kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Menurut Fajar, pesantren perlu menerjemahkan nilai-nilai pendidikan dan dakwah ke dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk bagi tenaga profesional di luar lingkungan pesantren.
“Pesantren harus mampu menghadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain pendidikan dan dakwah, pemberdayaan merupakan fungsi penting pesantren untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,”ujarnya.
Ia menjelaskan, pemberdayaan tidak sebatas memberikan pelatihan, tetapi juga membantu seseorang meningkatkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan dan bidang pekerjaannya. Melalui program tersebut, pesantren berupaya mengambil bagian dalam peningkatan kualitas tenaga keamanan.
“Pemberdayaan berarti membuat mereka yang belum mampu menjadi mampu, yang masih lemah menjadi lebih kuat, serta mereka yang sudah baik menjadi semakin baik,”kata dia.
Dalam pelaksanaannya, Ponpes Modern Dzikir Al Fath bekerja sama dengan PT Garda Utama Arthadarma, perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan satuan pengamanan. Kolaborasi tersebut menghadirkan dua aspek pembinaan yang saling melengkapi, yakni penguatan mental spiritual dan peningkatan kemampuan fisik.
Pada aspek spiritual, peserta mendapatkan pembinaan melalui pendalaman ajaran Islam dan pembiasaan ibadah. Sementara itu, latihan fisik serta ketangkasan bela diri diberikan melalui Perguruan Silat (PS) Sang Maung Bodas.
“Dengan kedua materi tersebut, diharapkan dapat membentuk personel keamanan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menjaga sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab ketika menjalankan tugas di lapangan.,”ungkap Fajar.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Kehadiran unsur pemerintah tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendorong penguatan peran pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Fajar mengatakan, pelatihan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan nilai historis Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad 1945. Seruan yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut dia, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa kini.
“Resolusi Jihad mengingatkan kita bahwa pesantren memiliki peran dalam pendidikan, perjuangan mempertahankan NKRI, dan menjaga nilai-nilai agama. Semangat itu perlu dilanjutkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,”ucapnya.
Melalui pelatihan Bintara Security, Pihaknya berharap peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat semakin luas. Program tersebut sekaligus menjadi upaya menghubungkan pendidikan spiritual dengan kebutuhan profesional, sehingga pesantren dapat berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, terampil, dan bertanggung jawab.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar