Bandung RayaPendidikan

Kabid Disdik Kota Bandung : Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar Harus Ditunjang Dengan Peningkatan Kompetensi

BANDUNG, MBInnews.id – Kabid Pembinaan dan Pengembangan SD Disdik Kota Bandung ngobrol bareng bersama H. Dani Nurrahman perihal TKP (Peningkatan Kompetensi Pembelajaran) untuk pemberdayaan kualitas pendidikan Sekolah Dasar.

Adapun tujuan program PKP yang diselaraskan dengan sistem zonasi yaitu untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi semua kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berfikir tingkat tinggi, HOTS (Higher Oded Thinking Skills).

“Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills merupakan proses berpikir kompleks dalam mengurai materi, membuat kesimpulan, membangun reprentasi, menganalisis hingga membangun hubungan yang melibatkan aktivitas mental yang paling dasar dalam membentuk hal Soluktif” ungkap H. Dani Nurrahman. Kepada MBInews.id, . Jl. Jendral Ahmad Yani No.237, Kota Bandung,  Rabu (20/11/2019)

“Menularkan dan menstransfer kualitas pendidikan yang disesuaikan dengan harapan sesuai program dari pendidik pada siswanya dalam pembentukan mental dasar” imbuhnya.

Adapun aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berfungsi sebagai transfer ilmu pengetahuan, memecahkan masalah yang ada dan soluktifitas.

“Maka akan membiasakan pengajar membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan,  pelaksanaan, evaluasi analisis, soluktifitas hingga penilaian terhadap pengembangan dalam pemberdayaan mental dasar anak didiknya” ungkap H. Dani Nurrahman.

“Yang pasti berimbas pada kebiasaan siswa untuk juga berpikir tingkat tinggi yang dapat meningkatkan kompetensinya dalam mencerna pembelajaran” tambahnya.

“Hal diatas juga sesuai acuan untuk sekolah dasar dalam pelaksanaan supervisi akademik, yang juga membantu bagi pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial serta terciptanya sinergiritas diantara lingkungan pendidikan yang konferhensip” pungkasnya. (iwnaruna/ mbi)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button