SUKABUMI,Mbinews.id– Harga minyak curah hingga saat ini masih tergolong tinggi. Semenjak alami kenaikan di bulan oktober lalu, komoditas tersebut saat ini berada di angka Rp18 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan mencapai Rp18.500.
“Sampai saat ini, harga minyak curah dan kemasan masih tinggi,”ujar Kepala Seksi Pengawasan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi. M. Rifki, kamis, (4/11/2021).
Rifki mengungkapkan, kenaikan harga minyak curah tersebut bukan hanya terjadi di daerah saja, melainkan sudah tingkat nasional. Kenaikan harga minyak terebut kata Rifki, dikarenakan adanya kenaikan kelapa sawit secara global.
“Berdasarkan informasi yang saya terima, faktor penyebba naiknya komoditas minyak curah, dikarenakan harga kelapa sawit alamai penaikan harga secara global,”terangnya.
Rifki berharap, kedepan harga minyak curah bisa terkendali, dan kembali normal dengan harga Rp16.500 per kilo atau Rp14.500 per liter, dan minyak dalam kemasan berada diangka Rp15.500.”Kita berharap, hrag minyak curah bisa kembali normal lagi kedepanya. Sebab, berdampak juga terhadap pedagang, termasuk masyarakat,”katanya.
Sementara itu salah satu pedagang sembako di Pasar Tipar Gede, Aden Firmnsyah mengungkapkan, naiknya harga minyak curah sudah berlangsung sekitar satu bulan, dan berdampak kepada omset penjualan yang alami penurunan mencapai 30 sampai 40 persen.
“Sudah sebulan lah naiknya harga minyak curah dan minyak dalam kemasan,”kata Aden.
Untuk itu Aden berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait agar secepatnya bisa mengambil langkah cepat agar bisa mengembalikan harga minyak cuarh kembali normal.
“Kami para pelaku usaha meminta agar Pemkot Sukabumi melalui Diskumindag segera menyikapi kenaikan harga minyak curah agar kembali stabil,”pungkasnya.ardan/wan/mbi