SUKABUMI, Mbinews.id – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Sukabumi akibat curah hujan tinggi, membuat puluhan rumah terdampak. Berdsarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, terdapat 571 KK atau 1.622 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Sabtu (19/02/2022).
Seperti yang dialami Eem (54), warga Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, yang sempat terdampak banjir yang terjadi pada hari Kamis (17/02/2022) malam. Menurutnya, kejadian bencana yang terjadi kali ini, merupakan bencana terbesar sepanjang beberapa tahun kebelakang.
“Awal mula itu kejadiannya sekitar habis maghrib, saat itu hujan masih mengguyur sejak siang hari tidak reda. Waktu saat saya mengecek ketinggian air di jembatan merah, aliran arus sungai cisuda sudah meluap. Saya langsung bergegas kembali kerumah untuk memberitahukan warga yang lain,” ujar Eem, di sela waktunya saat sedang membersihkan rumahnya yang oenuh dengan material lumpur dan sampah akibat banjir tersebut.
Lanjutnya, karena besar dan derasnya arus luapan air sungai, seketika rumahnya dipenuhi dengan genangan air yang sangat cepat memenuhi sudut rumahnya, bahkan membuat jebol sebagian tembok rumahnya tersrbut.

“Arus air sangat cepat, waktu itu tinggi luapan air kerumah saya sampai sekitar 2 Meter lebih,” ucapnya.
Masih menurut Eem, saat ini dirinya hanya bisa pasrah terhadap musibah yang menimpa keluarganya tersebut. Ia berharap kepada Pemerintah Kota Sukabumi, untuk segera mengambil langkah kongkrit, dalam penyelesaian bencana banjir yang diakibatkan dangkalnya aliran sungai cisuda.
“Barang – barang saya hampir seluruhnya terendam banjir, mulai barang elektronik, pakaian, hingga kasur juga terendam. Saya meminta Pemerintah Kota Sukabumi segera menormalisasikan kembali aliras sungai cisuda, khususnya yang berada di sekitaran jembatan merah, yang saat ini sudah mulai dangkal tersebut,” tandasnya. (Ardan/Wan/Mbi)