Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Sampah Organik di Padasuka Diolah Menjadi Maggot Bernilai Ekonomi

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUPATEN BANDUNG,Mbinews  – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa penerapan teknologi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) bersama Kelompok Padasuka Sirkular Mandiri (PASIMA), Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Program yang berlangsung pada Juni–September 2026 ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar tidak sekadar menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku budidaya maggot yang berpotensi menghasilkan pakan ikan dan ternak.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Anita Syafariah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa budidaya maggot BSF merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Pelatihan dan Penerapan Teknologi Budidaya Maggot

Berdasarkan hasil survei dan identifikasi kebutuhan mitra, Kelompok PASIMA telah memiliki inisiatif dalam pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sarana budidaya, pengendalian hama, teknologi pengolahan pascapanen, hingga manajemen kelompok.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim PKM USB YPKP memberikan pendampingan teknis melalui sosialisasi, persiapan sarana budidaya, penyiapan media organik, pengenalan siklus hidup lalat BSF, serta praktik awal penempatan bibit maggot.

Program ini juga mencakup penguatan fasilitas kandang lalat BSF dan pengenalan teknologi pengeringan maggot untuk meningkatkan daya simpan serta membuka peluang penambahan nilai produk.

Salah satu kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, di lokasi budidaya maggot pada lahan Sekolah Tinggi Bakti Asih, Jalan Padasuka Atas Nomor 233, Padasuka, Cimenyan.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Padasuka Muchamad Fachla Hudaya Mimbar, S.IP., Kepala Bagian Penelitian LPPM USB YPKP Dr. Adi Permana Sidiq yang mewakili Direktur LPPM, Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat Deden Rizal, S.E., M.Si., serta ketua RW, ketua RT, kader PKK, Karang Taruna, dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Bakti Asih.

Pelatihan meliputi pemaparan materi, praktik pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot, diskusi, serta pengenalan potensi pengembangan produk olahan berbasis maggot.

Dengan metode learning by doing atau belajar melalui praktik langsung, anggota PASIMA tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan tahapan awal budidaya secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan berita acara serah terima aset berupa kandang maggot, rak kayu untuk penyimpanan baskom, baskom plastik, serta poster edukasi pemilahan dan pengolahan sampah organik.

Dari Sampah Organik Menuju Ekonomi Sirkular

Program ini mengusung semangat “Dari Organik Menjadi Ekonomik”, yang menggambarkan upaya mengubah sampah menjadi sumber daya produktif melalui penerapan teknologi tepat guna.

Dalam konsep ekonomi sirkular tersebut, sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai bahan baku budidaya larva BSF. Maggot yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan dan ternak, sedangkan residu budidaya atau kasgot berpotensi diolah menjadi pupuk organik.

Berdasarkan laporan kegiatan, timbulan sampah di wilayah sasaran diperkirakan mencapai 25–50 kilogram per hari. Sebagian besar potensi pemanfaatannya berasal dari sampah organik rumah tangga.

Potensi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu sekaligus membuka ruang kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Namun, pengembangan usaha budidaya maggot membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Pemeliharaan sarana, pemantauan pertumbuhan maggot, ketersediaan bahan baku, pencatatan produksi, pembagian tugas, serta perluasan akses pemasaran menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Memperkuat Kemandirian Masyarakat

Melalui program PKM ini, anggota PASIMA memperoleh penguatan kapasitas awal dalam pemanfaatan sampah organik, penyiapan media budidaya, penggunaan sarana pendukung, serta penempatan bibit maggot.

Pendampingan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kelompok untuk mengembangkan budidaya secara lebih terarah dan mandiri. Keberlanjutan kegiatan selanjutnya bergantung pada kemampuan kelompok dalam menjaga kondisi media dan kandang, memantau pertumbuhan maggot, mengatur operasional, serta mengevaluasi hasil produksi secara berkala.

Bagi USB YPKP, kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan mitra.

Program ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari sejumlah program studi, yakni D3 Keuangan dan Perbankan, Manajemen, Teknik Sipil, D3 Teknik Informatika, dan Ilmu Komunikasi.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.

Melalui pengembangan Kelompok PASIMA, USB YPKP berharap dapat mendorong terbentuknya model pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah organik, budidaya maggot BSF, dan ekonomi sirkular yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah.

Dengan semangat “Dari Organik Menjadi Ekonomik”, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya membantu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya kegiatan produktif, peningkatan nilai guna sumber daya, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Pemkot Bandung Kini Tak Lagi Butuh Pulpen Dan Kertas, Ini Penyebabnya

    Pejabat Pemkot Bandung Kini Tak Lagi Butuh Pulpen Dan Kertas, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tak lagi membutuhkan pulpen dan kertas. Pasalnya kini Pemkot Bandung telah memiliki platform surat elektronik. Aplikasi ini juga membuat surat menyurat lebih cepat dan akurat. Melalui suratonline.bandung.go.id menciptakan efisiensi waktu juga tentunya paperless. Sehingga pekerjaan lebih praktis. Surat online ini, pimpinan Pemkot Bandung bisa memonitor […]

  • Bentuk Generasi Unggul, Erwin Sebut Pendidikan yang Baik Adalah Menyatukan Agama, Seni dan Ilmu

    Bentuk Generasi Unggul, Erwin Sebut Pendidikan yang Baik Adalah Menyatukan Agama, Seni dan Ilmu

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, SE., M.Pd menyebut pentingnya pendidikan yang seimbang antara aspek agama, ilmu pengetahuan, dan seni dalam membentuk generasi unggul. Hal itu ia sampaikan saat membuka Al Azhar Thirty Six Competition (Alysco) 2025 di SMP Islam Al-Azhar 36 Bandung, pada Kamis, 2 Oktober 2025. “Pendidikan yang baik […]

  • Edwin Senjaya : Faktor Sosial di Masyarakat Menjadi Tantangan Serius Bagi Geopolitik Indonesia

    Edwin Senjaya : Faktor Sosial di Masyarakat Menjadi Tantangan Serius Bagi Geopolitik Indonesia

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Angkatan Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lembaga Ketahanan Nasional (PPNK Lemhanas) ke-221 ‘Maung Papandayan’ yang juga merupakan Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M atau akrab disapa Kang Edwin Senjaya menyoroti berbagai faktor sosial di masyarakat yang menjadi tantangan serius bagi geopolitik Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber […]

  • Wow! Lapas Nyomplong Jadi Juara Pada KaKanwil Cup 2021

    Wow! Lapas Nyomplong Jadi Juara Pada KaKanwil Cup 2021

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Peringati Hari Dharma Karyadhika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengadakan ajang kompetisi menembak Menkumham Cup. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi mengikuti ajang bergengsi yang diadakan oleh Kemenkumham tersebut. “Alhamdulilah pada kegiatan ini, kita mendapatkan juara 3 pada babak kualifikasi yang diadakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Barat,” tutur […]

  • Ratusan Pelajar Dikota Sukabumi Antusias Ikuti Gebyar Vaksinasi Disekolah

    Ratusan Pelajar Dikota Sukabumi Antusias Ikuti Gebyar Vaksinasi Disekolah

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Sukabumi. Pada kunjungannya kali ini, Fahmi ingin memastikan bahwa proses percepatan vaksinasi khususnya bagi kalangan pelajar, berjalan secara lancar dan kondusif. Dalam kegiatan tersebut, Fahmi didampingi oleh Camat Warudoyong. “Alhamdulilah, pada hari ini MAN […]

  • Diskumindag Kota Sukabumi Klaim Stok Minyak Goreng Normal, Kadis: Justru Kelangkaan Diakibatkan Oleh “Panic Buying” Masyarakat

    Diskumindag Kota Sukabumi Klaim Stok Minyak Goreng Normal, Kadis: Justru Kelangkaan Diakibatkan Oleh “Panic Buying” Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Langkanya minyak goreng di pasaran membuat masyarakat menjadi kebingungan. Pasalnya, komoditas tersebut merupakan salah satu bahan pokok penting yang dibutuhkan masyarakat setiap harinya, baik itu untuk kebutuhan rumah tangga, hingga kebutuhan para pelaku usaha kuliner, Selasa (22/02/2022). Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat mengatakan, langkanya […]

expand_less