MBINEWS.ID, TANGERANG – Lagi-lagi intimidasi terjadi terhadap Korban pengeroyokan dirumah salah satu korbang bernisial (J), Intimidasi dilakukan oknum seseorang yang mengaku wakil rakyat
Dikutip dari Fokussatu.id, (25/9/2021)Peristiwa pengeroyokan terjadi di rumahnya sendiri, Korban mengatakan telah dianiaya hingga mengalami pendarahan hebat. Uniknya setelah itu, terduga pengeroyok sempat memaksa korban tandatangani perdamaian bermaterai oleh oknum terduga yang mengaku salah satu Anggota DPRD Tangerang berinisial E
Akhirnyah Korban pengeroyokan yang dilakukan oknum anggota DPRD Tangerang beserta sopirnya melaporkan kejadian yang di alaminya pada Minggu 19 September 2021 ke Polres Metro Tangerang Kota. Laporannya hari Senin 20 September 2021.
Dalam Laporan Korban tertuang dalam bukti tanda laporan bernomor : LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya.
Dalam keterangan laporan Korban menjelaskan Minggu sekitar pukul 21.00 WIB E dan P datang ke rumahnya, saat itu J tengah menerima tahu di lantai dua rumahnya. Dapat laporan dari pekerjanya karena ada tamu di bawah, korban turun dan menyalami tamunya tetapi tangannya ditepis. “Nggak usah salam-salam,” kata Korban mengingat apa yang dikatakan perempuan berinisial E.
Saat itu, kata Korban, dia belum tahu apa yang membuat tamunya berbuat demikian, sampai akhirnya E bicara.”Sini HP (handphone), “Nggak mau saya, direbut HP, dirampas HP saya, tapi nggak dapet,” kata Korban
Dan saat itu “Tiba-tiba datang (sopirnya), ninju saya. Sementara ibu (E) melepaskan HP saya, sambil pegangin baju, bagian dada saya. Sambil dorong-dorong saya, sampai mepet kemeja.
“Selanjutnya Oknum Supir dewan tersebut narik senjata api, langsung ditariknya. Dikokangnya, trus melompat kemeja, dimana meja saya tersandar itu. Dikatupnya leher saya. Trus dia pukulkan senpi itu ke kepala saya, sebelah kiri. Setelah itu sopirnya turun dan bilang saya bukan preman kaleng-kaleng,” jelas Korban menirukan Oknum Supir Dewan sambil mengancam
“Baju kaos saya yang warna hitam, saya tarik untuk menutupi darah saya, yang cukup banyak darah saya, untuk nutup supaya darahnya jangan banyak mengalir, tapi ibu itu (E) mendorong terus baju saya sampai baju saya robek. Dalam konsisi bertelanjang saya, karena dirobek ibu, belah dua,” kata Korban
Setelah itu, E bicara sambil sebut uang senilai Rp100 Juta.”Duit saya mana. Seratus….Seratus. Baru saya tau saya. Urusan itu permasalahannya, interior,” katanya.
Setelah itu ibu itu bilang lagi, cek saldo cek saldo. “Disuruhnya, saya cek saldo. Itu, dia nggak berenti, dia ngomel-ngomel, anak buah saya juga dilemparin helm,” terangnya.
“Ibu itu (E) juga ada nampar-nampar muka saya, ada kali sepuluh kali,” kenangnya.
Setelah itu E berteriak, pisau mana pisau. “Saya nggak lihat dia pegang pisau, cuma dia nanya pisau,” terang J.
“Malah disodorkan, kata teman-teman saya, sama sopirnya itu. Tapi nggak jadi diambilnya pisau itu. Trus datang lagi, dari ruang sebelah bawa paralon. Sambil mengarahkan ke mata saya, trus tangan yang satunya pegang leher saya, mau saya congkel mata kamu,” kata Korban