SUKABUMI,MBinews.id– Secara hitungan month to month (m-to-m) Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,05 persen pada Oktober 2023. Sedangkan inflasi year on year (yoy) mencapai 2,27 persen, Rabu (13/11).
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatatakan, untuk penyumbang inflasi m-to-m tersebut, yakni, komoditas bensin, beras, cabai merah, cabai rawait, dan nasi dengan lauk. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi diantaranya, telur ayam ras, bawang merah, tomat, daging ayam ras, dan bawang putih.
“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Sukabumi alami inflasi secara m-to-m sebesar 0,05 persen pada Oktober 2023 kemarin,” ujarnya.
Sejauh ini sambung Erni, inflasi Kota Sukabumi tergolong terkendali. Tapi, pihaknya tetap melakukan berbagi program untuk penanganan inflasi. Seperti halnya, dengan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan.
“Alhamdulillah, sejauh ini inflasi di Kota Sukabumi masih dalam ambang tidak membahayakan,” akunya.
Makanya, sambung Erni, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan lintas sektor. terutama dengan BPS sebagai lembaga yang mengupdate data inflasi.
“Kita terus berkoordinasi ya, terutama dengan BPS yang selalu mengupdate data inflasi,” bebernya.
Terpenting, kata Erni, dalam pengendalian inflasi, pihaknya bersama dinas dan lembaga lainya, akan terus melakukan analisa terhadap sumber atau potensi tekanan, serta melakukan inventarisasi data dan informasi perkembangan harga barang dan jasa secara umum.
“Termasuk juga, menganalisis stabilitas permasalahan perekonomian daerah, yang dapat mengganggu stabilitas harga dan keterjangkaun barang dan jasa,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi).