SUKABUMI,Mbinews.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) keterampilan untuk 106 calon tenaga kerja. Agenda yang berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Kota Sukabumi tersebut, dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Selasa (14/11).
Pendidikan dan latihan keterampilan sangat penting untuk calon tenaga kerja untuk membantu meningkatkan produktivitas, kualitas produk dan layanan, mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan peluang kerja.
“Diklat ini memiliki peluang dan kesempatan besar bagi kelompok usia produktif untuk membekali diri sebelum masuk ke dunia kerja,” ujar Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji saat membuka kegiatan tersebut.
Untuk itu, Kusmana berharap, kompetensi atau kemampuan calon tenaga kerja dapat diukur dengan pretest dan posttest dalam diklat ini. Kompetensi wajib dimiliki oleh para calon tenaga kerja. Terlebih, ketenagakerjaan merupakan urusan wajib bagi pemerintah.

“Ketenagakerjaan masih menghadapi beberapa masalah, termasuk di Kota Sukabumi. Seperti, ketidaksiapan di dunia kerja dan pengangguran yang tingkatnya ada di bawah rata-rata Provinsi,” katanya.
Makanya, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot Sukabumi, yakni dengan menyiapkan calon tenaga kerja yang kompeten melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Untuk itu, kata Kusmana, para calon tenaga kerja juga diharapkan memiliki sikap yang baik. Karena, akan menjadi standar penilaian dari konsumen juga pemilik perusahaan.
“Untuk Kota Sukabumi yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masih memiliki keterbatasan lowongan kerja. Kita mendorong melalui berbagai strategi tercipta peluang usaha baru. Dan bagi generasi muda produktif untuk terjun ke wirausaha, menciptakan peluang usaha baru,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Abdul Rachman menjelaskan, Diklat Keterampilan ini memiliki tujuan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi.
“Diklat juga ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja yang handal, terukur kemampuannya sesuai dengan standar kompetensi nasional, kompeten dan tangguh untuk berkompetisi di dunia kerja,”ucapnya.
Para peserta diklat, sambung Abdul, akan diberikan pelatihan desain grafis, tata boga, tata kencantikan rambut, dan hous keeping.
“Dalam diklat ini, mereka (peserta) selain diberikan ilmu teorinya, juga langsung ke praktiknya,” akunya.
Abdul, berharap, melalui diklat ini, dapat membantu calon tenaga kerja untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik dan lebih efisien. (Ardan/Wan/Mbi).