Kabupaten Bandung | Mbinews.id –
Pekan Olahraga (POR) DPRD Kabupaten Bandung menjadi agenda rutin setiap Januari yang dimanfaatkan anggota dewan untuk mengisi waktu jeda sekaligus penyegaran setelah padatnya agenda kedewanan.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, SH, mengatakan bahwa sebelumnya aktivitas anggota dewan sangat padat, mulai dari rapat-rapat, pembahasan Peraturan Daerah (Perda), hingga pembahasan anggaran yang menguras energi.
“POR DPRD ini menjadi momen penyegaran bagi anggota dewan di sela belum adanya kegiatan besar,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Renie menjelaskan, kegiatan POR DPRD telah berjalan selama lima tahun sejak kepemimpinan sebelumnya dan terus dilaksanakan setiap tahun pada bulan Januari, meskipun tanpa menggunakan anggaran APBD.
“Walaupun tanpa APBD, semangat anggota DPRD tetap tinggi dan POR DPRD harus terus dilaksanakan,” katanya.
Menurut Renie, tujuan utama POR DPRD bukanlah soal menang atau kalah, melainkan untuk menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan antaranggota dewan.
“Dalam POR DPRD ini tidak melihat siapa yang menang atau kalah, tapi bagaimana kita terus bersama dalam segala hal,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya terdapat lima kontingen yang terdiri dari Komisi A, B, C, serta sekretariat. Namun pada tahun ini, POR DPRD hanya diikuti oleh empat kontingen dari masing-masing komisi, sementara sekretariat bertindak sebagai panitia.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam POR DPRD tahun ini meliputi tenis meja, bulutangkis, dan sepak bola, dengan hadiah disiapkan sebagai bentuk penyemangat bagi peserta.
Di kesempatan yang sama, Renie turut menyampaikan duka cita atas musibah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.
“Kami dari jajaran DPRD Kabupaten Bandung turut berduka cita. Semoga para korban diberikan ketabahan dan yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Bandung juga berencana memberikan bantuan secara langsung ke lokasi bencana sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian terhadap warga terdampak.
“Kami ingin ikut memberikan suport agar warga yang ditinggalkan sanak saudaranya tetap tabah dalam menjalani kehidupan,” pungkas Renie.








