• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • DISCLAIMER
  • REDAKSI
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
mbinews.id
Advertisement
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI
No Result
View All Result
mbinews.id
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Lifestyle
  • Ragam

Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Ketahanan Iklim di Kabupaten Bandung

Februari 5, 2026 - 20:55:21
in Bandung Raya, Jabar, Regional
Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Ketahanan Iklim di Kabupaten Bandung

Kab. Bandung, MBINews.id – Dampak perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem semakin dirasakan masyarakat Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung.

Risiko banjir, longsor, dan gangguan lingkungan lainnya menuntut penguatan ketahanan iklim yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan LPBI-NU Jawa Barat dan Yayasan IDEP Selaras Alam melaksanakan Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat (Community-Based Climate Change Adaptation/CBCCA) sejak Maret 2023.

BeritaLainnya

Dukung Respons Banjir, BAZNAS Jabar Beri Bantuan Perahu Karet

BAZNAS Jabar Terima Donasi untuk Palestina dan Sumatera

Puncak program ditandai dengan Festival Aksi Adaptasi Perubahan Iklim bertajuk “Ngajaga Alam Ngaberkah Kahirupan (Menjaga Alam untuk Melestarikan Kehidupan)”, yang menjadi ruang berbagi pembelajaran, refleksi, sekaligus penguatan komitmen kolaborasi multipihak dalam menghadapi krisis iklim.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling terdampak oleh krisis iklim. Melalui festival ini, suara dan peran anak diperkuat agar menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan daerah,” ujar Agni Kristina Pratama, Chief Operating Officer Save the Children Indonesia. Kamis, 5 Februari 2026

Agni menambahkan, festival ini juga menjadi momen refleksi untuk memastikan praktik-praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi dan berkelanjutan. Sejak diimplementasikan, Program CBCCA telah menjangkau delapan desa, dua kelurahan, dan sepuluh sekolah di tiga kecamatan, yakni Rancaekek, Ibun, dan Baleendah, dengan fokus pada penguatan kapasitas adaptasi iklim yang inklusif dan ramah anak.

Beragam kegiatan diselenggarakan dalam festival ini, mulai dari pameran hasil program, cerita sukses komunitas dan sekolah, pemanfaatan sistem peringatan dini, diskusi kebijakan publik, hingga Ruang Suara Anak yang memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait krisis iklim secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan pembangunan yang nyata di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan secara sistematis, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” ungkap Agni.

Menurutnya, Program CBCCA di Kabupaten Bandung menunjukkan praktik baik implementasi kebijakan nasional adaptasi perubahan iklim melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, sekolah, dan organisasi masyarakat sipil.

Hal senada disampaikan Franky Zamzani, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup. Ia menilai festival ini sebagai langkah strategis dalam mendorong integrasi aksi adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa.

“Perubahan iklim berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung. Meningkatnya risiko banjir, longsor, dan cuaca ekstrem menuntut upaya adaptasi dan pencegahan sejak dini, bukan hanya respons saat bencana terjadi,” ujar Franky.

Festival ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, serta komunitas dampingan atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan Program CBCCA.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, H. Ir. Marlan, yang mewakili Bupati Bandung, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat membuktikan bahwa ketahanan iklim dapat dibangun dari bawah, dengan melibatkan masyarakat dan anak-anak sebagai bagian penting dari solusi,” ujarnya.

Melalui festival ini, diharapkan komitmen dan kolaborasi multipihak dapat terus diperkuat untuk membangun ketahanan iklim yang berkelanjutan dan melindungi generasi masa depan dari dampak krisis iklim. (Mindra)

Tags: adaptasi perubahan iklimanak dan perubahan iklimJawa BaratKabupaten Bandungketahanan iklimkrisis iklimLPBI NUMitigasi Bencanaperubahan iklimSave the Children IndonesiaYayasan IDEP
Share217Tweet136

BeritaTerkait

Dukung Respons Banjir, BAZNAS Jabar Beri Bantuan Perahu Karet

Dukung Respons Banjir, BAZNAS Jabar Beri Bantuan Perahu Karet

Februari 22, 2026
BAZNAS Jabar Terima Donasi untuk Palestina dan Sumatera

BAZNAS Jabar Terima Donasi untuk Palestina dan Sumatera

Februari 21, 2026
Bandung di Tahun Kedua: Target Zero Slum, Reduksi Genangan 40%, dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Bandung di Tahun Kedua: Target Zero Slum, Reduksi Genangan 40%, dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Februari 20, 2026
PAD Kota Bandung Naik 15 Persen, Restoran dan Hotel Jadi Motor Utama

PAD Kota Bandung Naik 15 Persen, Restoran dan Hotel Jadi Motor Utama

Februari 20, 2026
Rp300 Miliar untuk Jalan, Bandung Perkuat Transparansi dan Pengawasan

Rp300 Miliar untuk Jalan, Bandung Perkuat Transparansi dan Pengawasan

Februari 20, 2026
Farhan: Ketimpangan dan Sanitasi Masih Jadi PR Besar Kota Bandung 2026

Farhan: Ketimpangan dan Sanitasi Masih Jadi PR Besar Kota Bandung 2026

Februari 20, 2026
Next Post
Refleksi HPN 2026, PWI Kota Sukabumi Kenang Jasa Wartawan Senior

Refleksi HPN 2026, PWI Kota Sukabumi Kenang Jasa Wartawan Senior

Pemkot Sukabumi Jaring Masukan Publik dalam Forum Konsultasi RKPD 2026

Pemkot Sukabumi Jaring Masukan Publik dalam Forum Konsultasi RKPD 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bertita Populer

  • 6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    6 Kecap Ikan Halal Terlaris di Blibli

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Penting Untuk Diketahui, Inilah Cara Membedakan Airwalk Asli dan Palsu

    1013 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Nekat Gadaikan Mobil Kreditan, Nasabah CIMB Niaga Finance Dipenjarakan

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Respon Desakan Warga Sriwidari, Ini Tanggapan Pj Walikota Sukabumi

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Abah Anton, Pencipta Lagu ‘Jayanti’ yang Viral Berharap Ada Royalti

    767 shares
    Share 307 Tweet 192
No Result
View All Result
  • Home
  • Jabar
    • Bandung Raya
    • Cimahi & KBB
    • Cianjur
    • Bogor
    • Majalengka
    • Sukabumi
  • Sumut
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
    • Parlemen
  • Regional
  • TNI/POLRI

© 2023 MBINEWS - Design by MFCTeam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In