BANDUNG,Mbinews — Persoalan sampah dan banjir kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bandung Kidul Tahun 2026. Dewan menegaskan, forum perencanaan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan tanpa dampak nyata.
Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan bahwa berbagai persoalan klasik Kota Bandung terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang signifikan.
Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menilai Musrenbang harus menjadi titik balik dalam menyusun program prioritas yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyoroti persoalan sampah yang belum tertangani secara sistemik, serta banjir yang masih terjadi di sejumlah titik saat musim hujan.
“Masalah ini bukan hal baru. Jangan sampai Musrenbang hanya menjadi rutinitas administratif tanpa solusi konkret,” ujarnya, Jumat (6/2/2026), di Pasar Modern Batununggal.
Selain isu lingkungan, DPRD juga menekankan pentingnya memperhatikan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, H. Andri Rusmana, S.Pd.I., M.M., berharap setiap usulan yang dibahas dalam forum Musrenbang disertai perencanaan matang dan skala prioritas yang jelas.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada forum ini agar aspirasi mereka tidak sekadar dicatat, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga tahap penganggaran dan pelaksanaan.
“Yang dibutuhkan warga adalah realisasi, bukan hanya wacana,” tegasnya.
Musrenbang Kecamatan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD 2027.
DPRD pun menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil Musrenbang agar masuk dalam kebijakan pembangunan Kota Bandung secara nyata dan terukur.









