SUKABUMI,Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan, pentingnya integrasi program sosial agar tidak berjalan parsial dan tanpa dampak nyata terhadap penyelesaian persoalan kemiskinan. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan bakti sosial, yang digelar Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Sukabumi di Aula Kelurahan Baros, Jumat (27/2/2026).
Menurut Ayep, berbagai program sosial yang dijalankan pemerintah daerah harus dirumuskan secara komprehensif dan berorientasi pada hasil, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah, sehingga masalah sosial tidak selesai. Artinya, penanganan dan penyelesaian masalah sosial belum memenuhi ketentuan yang sebenar-benarnya,”tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi tengah berupaya mengatasi persoalan sosial melalui pendekatan pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan program wakaf produktif, di mana hasil pengelolaannya akan dimanfaatkan untuk skema Qordhul Hasan sebagai instrumen pembiayaan sosial masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian masalah sosial membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat dan sinergi berbagai pihak.
“Penting adanya kekompakan dalam pelaksanaannya, karena penyelesaian masalah sosial membutuhkan dukungan pembiayaan dari sumber sosial,” ujarnya.
Dalam kebijakan anggaran, Ayep menambahkan, alokasi dana sosial akan difokuskan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan pemberian beasiswa. Sementara itu, pembangunan infrastruktur tetap bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari strategi penanganan kemiskinan dari aspek sosial.
“Kemiskinan memiliki banyak dimensi. Kegiatan sosial seperti ini tetap menjadi bagian penting dalam upaya penanganannya, khususnya dalam memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Baros, Angga Sugia Wijaya. Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat tersebut menjadi momentum untuk mempererat kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin, menjelaskan, bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang didanai dari kontribusi para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Sukabumi.
Dalam kegiatan kali ini, IPSM menyalurkan bantuan senilai Rp3,95 juta kepada 20 anak yatim piatu.
“Bakti sosial IPSM kami gelar setiap satu bulan sekali. Total bantuan Rp3,95 juta ini merupakan kontribusi PSM se-kota yang kami salurkan kepada 20 anak yatim piatu,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.









