SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan, perusahaan milik daerah harus mampu memberikan keuntungan bagi daerah, selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Penegasan itu disampaikan Ayep saat memberikan pengarahan kepada jajaran Perumda Tirta Bumi Wibawa dan PD Waluya di Balai Kota Sukabumi. Selasa, (10/3/2026).
Dalam arahannya, Ayep meminta adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD. Menurutnya, selama ini perusahaan daerah kerap hanya fokus pada pelayanan publik, seperti penyediaan air bersih, tanpa memaksimalkan potensi keuntungan bagi perusahaan dan daerah.
“BUMD memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD,”ujarnya.
Saat ini, Perumda Tirta Bumi Wibawa tercatat memiliki aset sekitar 83 miliar rupiah dengan dukungan 82 pegawai. Dengan nilai aset tersebut, perusahaan ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan minimal 10 persen dari total aset, bahkan mendorong pertumbuhan laba hingga 30 persen setiap tahun.
Sementara itu, PD Waluya memiliki aset sekitar 313 juta rupiah dengan jumlah delapan pegawai. Meski skalanya lebih kecil, perusahaan daerah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan menghasilkan keuntungan minimal 10 persen dari nilai aset yang dimiliki.
Ayep juga menekankan, pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen kerja seluruh pegawai BUMD. Untuk memperkuat tata kelola perusahaan, pemerintah kota mendorong penerapan pakta integritas agar pengelolaan perusahaan berjalan transparan dan akuntabel.
Ayep menargetkan, dalam lima tahun ke depan, perusahaan daerah di Sukabumi dapat berkembang menjadi entitas bisnis yang sehat dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.
“Peningkatan PAD pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Sukabumi,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.









