Breaking News
Trending Tags

Upaya Pemkot Bandung Dalam Menurunkan Angka Stunting

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menurunkan angka stunting. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pembentukan Satgas ODF (Open Defecation Free).

Sebab, menurut Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nila Avianti, ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang kurang sehat.

Maka untuk mencegah terjadinya stunting baru diperlukan pencegahan mulai dari hulu. Yaitu pemberian tablet penambah darah minimal satu bulan sekali bagi remaja putri dan ibu hamil.

Kemudian yang paling penting yakni pemberian makanan sehat dan bergizi di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), yaitu mulai dari usia kandungan 0 (nol) bulan hingga anak usia 2 tahun.

Karena stunting merupakan kekurangan gizi kronis atau kurangnya asupan protein dan sumber energi pada anak dalam waktu yang cukup lama. Sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh.

“Makanya stunting ini tidak langsung pada saat anak lahir, tapi dari mulai ibunya hamil sampai anak 2 tahun. Kalau sudah lewat 2 tahun ini sulit diintervensinya,” tuturnya.

“Jadi kalau tidak ingin anak stunting, mulai remaja diberikan asupan gizi seimbang, minum tablet penambah darah. Ketika hamil diberikan asupan gizi yang baik sampai anaknya kemudian lahir sampai 2 tahun,” imbuhnya.

Dinkes Kota Bandung mencatat, angka stunting kini mencapai 8,93 persen atau sebanyak 9.567 balita mengalami stunting.

Untuk itu, kata dia, Dinkes terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menangani permasalahan stunting di Kota Bandung.

Mulai dari pemberian makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil, melakukan pemantauan perkembangan pertumbuhan balita secara rutin bersama kader PKK.

Kemudian rutin melakukan bulan penimbangan balita bersama Posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita, hingga melakukan edukasi tentang pemberian makanan bagi bayi dan anak.

“Karena stunting menjadi tanggung jawab bersama, menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan anak bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja 4 TP-PKK Kota Bandung, Eulis Sumiyati mengungkapkan, dalam rangka menurunkan angka stunting pihaknya telah menggagas program unggulan yaitu gerakan Bandung Tanginas atau Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat.

“Dalam arti sesungguhnya, Tanginas itu bergerak cepat. Kita berharap betul penanganan stunting bergerak cepat, bagaimana setiap OPD maupun organisasi kemasyarakatanan bisa mendukung menurunkan angka stunting,” tuturnya.

Melalui Bandung Tanginas, pihaknya memberi pangan aman dan sehat bagi ibu hamil, ibu menyusui 0-6 bulan, dan anak dibawah usia 2 tahun.

Dengan cara memberikan makanan sehat dan bergizi di 1000 HPK diharapkan angka stunting tidak terus bertambah. Sebab ia paham betul bahwa stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis.

“Mungkin kuncinya itu di pangan aman dan sehat. Pangan aman sehat itu bisa diperoleh bukan karena makanan mahal. Tetapi dengan makanan yang murah sebetulnya bisa menyediakan makanan sehat bagi anak-anak terutama di 1000 HPK,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya mendorong setiap rumah untuk memiliki Buruan Sae yaitu memanfaatkan lahan rumah untuk menanam sayuran dan budidaya ikan.

“Dan September-Oktober kita akan gelar pelatihan bagi kader posyandu. Ada 400 orang yang akan kita latih. Karena kader posyandu juga menjadi garda terdepan yang akan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tuturnya. (tan-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertengahan Bulan Ini Vaksin Siap di Kota Sukabumi

    Pertengahan Bulan Ini Vaksin Siap di Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota Sukabumi segera akan melakukan Vaksinasi kepada warga masyarakatnya dengan prioritas utama Tenaga Kesehatan (Nakes), TNI-Polri, tokoh agama, lansia yang kondisinya sehat, serta pelaku pelayanan publik lainnya. “Untuk gelombang pertama Januari – Maret 2021 Kota Sukabumi dapat jatah 17.000. Sesuai arahan dari pemerintah pusat, tidak boleh lebih dari satu minggu setelah […]

  • Rampung Tersalurkan, Dinsos Pastikan Bansos Tepat Sasaran

    Rampung Tersalurkan, Dinsos Pastikan Bansos Tepat Sasaran

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Tono Rusdiantono memastikan, program bantuan sosial (bansos) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM baik yang bersumber dari APBD maupun APBN sudah selesai dibagikan. Menurutnya, seluruh bansos yang telah disalurkan bagi warga Kota Bandung dipastikan tepat sasaran. Sebab data yang digunakan bersumber dari data primer yang paling […]

  • Terkait Big Data, Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Ingatkan Diskominfo

    Terkait Big Data, Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Ingatkan Diskominfo

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Komisi I DPRD Kota Sukabumi meminta, Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) untuk meningkatkan sarana dan parasarananya. Apalagi saat ini Dinas yang berhubungan infromasi tersebut tengah menyusun program Big Data. Tentu saja untuk menjalankannya, sangat tidaklah mudah, banyak yang harus dipersiapkan, seperti halnya dengan sumber daya manusia. Begitu juga didorong dengan anggaran yang tergolong cukup besar. […]

  • Pemkot Bandung Resmikan Ruang Publik Baru, Bisa Curhat Loh

    Pemkot Bandung Resmikan Ruang Publik Baru, Bisa Curhat Loh

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali meresmikan ruang publik baru. Bernama Ruang Curhat Curug Tilu, fasilitas ini bisa menjadi sarana curhat dan ruang terbuka bagi masyarakat Kota Bandung. Letaknya di Jalan Sukamulya, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Bandung (sebelah Hotel Aston Pasteur). Area sungai yang membentang ditata menjadi ruang terbuka yang bisa digunakan untuk berkumpul […]

  • Bersama Diskominfo, KPID Jabar Dorong Peliputan Bencana yang Etis dan Akurat Lewat Bimtek PATALI di Kota Sukabumi

    Bersama Diskominfo, KPID Jabar Dorong Peliputan Bencana yang Etis dan Akurat Lewat Bimtek PATALI di Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen untuk Jawa Barat Istimewa (PATALI), di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga penyiaran, insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga organisasi masyarakat. Bimtek […]

  • Diharapkan Tranportasi Publik di Kota Bandung Bisa Mendukung Kaum Disabilitas

    Diharapkan Tranportasi Publik di Kota Bandung Bisa Mendukung Kaum Disabilitas

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews — Komisi III DPRD Kota Bandung menerima audiensi dari Forum Komunikasi Disabilitas Jawa Barat, di Ruang Rapat Komisi III, Senin, 4 Agustus 2025. merupakan perwakilan dari disabilitas Bandung Independent Living Centre (BILIC), Disabilitas Tanpa Batas (DTB), yayasan pesantren disabilitas Mihrab Quran, hingga Kawan Stroke Indonesia (KASI). Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Hermawan, […]

expand_less