Breaking News
Trending Tags

DPRD Ungkap 3 Strategi Atasi Masalah Kekurangan Lahan Makam di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id — Ketersediaan lahan pemakaman di Kota Bandung sudah dianggap krisis, dikarenakan banyak warga mengeluhkan kesulitan mencari lahan yang masih kosong untuk pemakaman.

Padahal, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih punya banyak lahan kosong untuk pemakaman warga dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Pansus 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Agus Salim saat berbincang di Studio Radio 107,5 PRFM News Channel dengan tema “Solusi Keterbatasan Lahan Makam di Kota Bandung,” pada Rabu, 30 November 2022.

Agus mengatakan, Pemkot Bandung punya 1,5 juta meter persegi untuk lahan pemakaman umum dan yang kosong masih sekitar 700 ribu meter persegi lagi.

Namun sayangnya, lokasi TPU itu tidak tersebar merata, sehingga banyak anggapan dari masyarakat bahwa Kota Bandung kekurangan lahan makam.

“Dari jumlahnya cukup banyak ada 1,5 juta meter persegi yang sudah jadi milik Pemkot, tapi ini tersebar tidak merata, artinya yang sudah penuh itu wilayah tengah ke barat, yang kosong masih berpeluang karena masih ada 700 ribu meter persegi yang bisa ditempati,” kata Agus.

Agus menuturkan, lokasi pemakaman umum yang masih banyak lahan kosongnya di antaranya di TPU Nagrog dan Cikadut. Sedangkan wilayah tengah hingga barat Kota Bandung memang sudah agak sulit untuk mencari yang masih kosong.

Ia menilai hal ini tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat soal tempat pemakaman keluarga yang harus bersamaan di satu tempat. Oleh karena itu, DPRD bersama Pemkot Bandung berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terkait penyediaan lahan pemakaman.

“Kita ingin kota menyiapkan dari lahir sampai meninggal itu pemerintah harus urus, makanya ketika urusan pelayanan pemakaman kita harus masuk ke dalamnya, melayani masyarakat semaksimal mungkin,” kata Agus.

Saat ini ada tiga strategi yang difokuskan agar masyarakat bisa mendapatkan lahan pemakaman yang layak dan diharapakan.

Strategi pertama adalah membebani para pengembang (developer) agar menyisakan 20 persen dari lahan yang mereka garap sebagai tanah pemakaman.

“Pertama bagaimana menambah luas, dengan membebani pengembang 20 persen dari luas yang digarapnya. Jadi kita bebankan 20 persen untuk tanah pemakaman, kita (sudah) sediakan di Nagrog,” tuturnya.

Kedua, pemerintah menyediakan lahan makam tumpang. Artinya, lahan makam yang sudah dipakai, bisa dipakai lagi oleh keluarga lainnya sehingga tidak menggunakan lahan baru lagi.

“Ada juga lahan tumpang, ketika sudah dipakai, bisa lagi dipakai oleh orang lain meskipun ketetapannya masih satu keluarga,” ucapnya.

Terkait kapan waktu satu makam dapat ditumpang kembali, Agus menyebut perkiraan waktunya adalah sekitar 2 sampai 8 tahun sekali.

“Kita buat kedalaman lebih tinggi, lalu kalau sudah masuk masa pembusukan, berapa lamanya itu berbeda-beda kajiannya, bisa 2 sampai 8 tahun, tapi amannya sekitar 5 tahun, kita menunggu kajian keluar,” katanya.

Dan strategi yang ketiga adalah menghilangkan sekitar 2.000 makam cadangan yang dahulu sempat disediakan untuk para pejabat dan tokoh masyarakat Kota Bandung.

Aturan soal menghilangan makam cadangan ini akan diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga nantinya masyarakat bisa menggunakan lahan makam cadangan tersebut.

“Ini sudah sejak 2017, tapi kita kuatkan di Perda untuk menghilangkan makam cadangan. Dulu itu ada 2.000 makam cadangan yang disiapkan untuk orang-orang tertentu seperti pejabat dan inohong, itu tidak dipakai, kita akan kuatkan lagi, jadi tidak ada lagi makam cadangan di Kota Bandung,” ujarnya. *red

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Bandung, Oded M Danial Resmikan 123  Lembur Tohaga  Hadir Di Kota Bandung

    Wali Kota Bandung, Oded M Danial Resmikan 123 Lembur Tohaga Hadir Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan Lembur Tohaga Lodaya se – Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Terdapat lima lembur di wilayah kecamatan Sukajadi diantaranya, RW 02 Cipedes, RW 09 Sukabungah, RW 01 Pasteur, RW 02 Sukagalih dan RW 07 Sukawarna. Dari jumlah kelurahan di Kota Bandung 151 kelurahan, sampai saat ini telah […]

  • Jumat Bersih Kota Bandung: Kolaborasi untuk Kebersihan Lingkungan

    Jumat Bersih Kota Bandung: Kolaborasi untuk Kebersihan Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mninews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan perdana Jumat Bersih tingkat Kota Bandung di Jalan dr. Otten, Taman Westhoff, Kecamatan Cicendo, Jumat (17/1/2025). Program ini diikuti 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan swasta, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Kecamatan Cicendo, tetapi […]

  • Erik Anjar dan Yosa Siap Menangkan Demokrat Ciamis

    Erik Anjar dan Yosa Siap Menangkan Demokrat Ciamis

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    CIAMIS, Mbinews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melatih ribuan saksi untuk pelaksanaan Pemilu 2024. Pelatihan saksi ini disebar ke enam daerah pemilih (dapil) se-Kabupaten Ciamis. “Pelatihan ini diikuti oleh 3.939 orang saksi yang tersebar di semua dapil Ciamis,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Ciamis, Anjar Asmara, Jumat, (2/2/2024). Anjar […]

  • Ini Pesan Ketua AAI Jabar Usai Melantik Pengurus AAI Cabang Kota Sukabumi

    Ini Pesan Ketua AAI Jabar Usai Melantik Pengurus AAI Cabang Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Ketua Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Provinsi Jawa barat, Febriadi, melantik sekaligus mengukuhkan Ketua dan  Pengurus Wilayah AAI Cabang Kota Sukabumi, periode 2023-2026, di Aula BJB Sukabumi. Rabu, (13/9/2023). Usai melantik, dirinya meminta agar kepengurusan yang baru bisa membuat program-program konrit yang mampu menjaga menjaga reliabilitas kearsipan. Selain itu juga, Febriadi juga berpesan, pengurus AAI […]

  • Pemkot Bandung Gelar “Deklarasi Rumah Bersama” Jalan Asia Afrika Tutup Sementara

    Pemkot Bandung Gelar “Deklarasi Rumah Bersama” Jalan Asia Afrika Tutup Sementara

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal menggelar Deklarasi Rumah Bersama di sekitaran Jalan Asia Afrika pada Sabtu (15/2/2020). Oleh karenanya, sejumlah ruas jalan bakal ditutup untuk sementara waktu. Ruas jalan yang akan ditutup yakni sepanjang Jalan Asia Afrika mulai dari perempatan Hotel Preanger sampai ke jembatan penyebrangan di depan eks-Palaguna. Kemudian Jalan Tamblong […]

  • Tumpukan Sampah Berserakan di Jalan Bhayangkara, DLH Kota Sukabumi: Sebelumnya Ada TPS

    Tumpukan Sampah Berserakan di Jalan Bhayangkara, DLH Kota Sukabumi: Sebelumnya Ada TPS

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sempat geger di media sosial, tumpukan sampah terlihat berserakan di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, tepatnya di sebrang SDN Gunungpuyuh. Foto tumpukan sampah yang ada di jalur pedestrian itu, sempat ramai menyedot perhatian warganet di jejaring media sosial, Sabtu (10/08/2024). Adanya tumpukan sampah tersebut, tentunya menjadi perhatian masyarakat setempat. Timbunan sampah yang […]

expand_less