Breaking News
Trending Tags

DPRD Ungkap 3 Strategi Atasi Masalah Kekurangan Lahan Makam di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id — Ketersediaan lahan pemakaman di Kota Bandung sudah dianggap krisis, dikarenakan banyak warga mengeluhkan kesulitan mencari lahan yang masih kosong untuk pemakaman.

Padahal, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih punya banyak lahan kosong untuk pemakaman warga dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Pansus 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Agus Salim saat berbincang di Studio Radio 107,5 PRFM News Channel dengan tema “Solusi Keterbatasan Lahan Makam di Kota Bandung,” pada Rabu, 30 November 2022.

Agus mengatakan, Pemkot Bandung punya 1,5 juta meter persegi untuk lahan pemakaman umum dan yang kosong masih sekitar 700 ribu meter persegi lagi.

Namun sayangnya, lokasi TPU itu tidak tersebar merata, sehingga banyak anggapan dari masyarakat bahwa Kota Bandung kekurangan lahan makam.

“Dari jumlahnya cukup banyak ada 1,5 juta meter persegi yang sudah jadi milik Pemkot, tapi ini tersebar tidak merata, artinya yang sudah penuh itu wilayah tengah ke barat, yang kosong masih berpeluang karena masih ada 700 ribu meter persegi yang bisa ditempati,” kata Agus.

Agus menuturkan, lokasi pemakaman umum yang masih banyak lahan kosongnya di antaranya di TPU Nagrog dan Cikadut. Sedangkan wilayah tengah hingga barat Kota Bandung memang sudah agak sulit untuk mencari yang masih kosong.

Ia menilai hal ini tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat soal tempat pemakaman keluarga yang harus bersamaan di satu tempat. Oleh karena itu, DPRD bersama Pemkot Bandung berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terkait penyediaan lahan pemakaman.

“Kita ingin kota menyiapkan dari lahir sampai meninggal itu pemerintah harus urus, makanya ketika urusan pelayanan pemakaman kita harus masuk ke dalamnya, melayani masyarakat semaksimal mungkin,” kata Agus.

Saat ini ada tiga strategi yang difokuskan agar masyarakat bisa mendapatkan lahan pemakaman yang layak dan diharapakan.

Strategi pertama adalah membebani para pengembang (developer) agar menyisakan 20 persen dari lahan yang mereka garap sebagai tanah pemakaman.

“Pertama bagaimana menambah luas, dengan membebani pengembang 20 persen dari luas yang digarapnya. Jadi kita bebankan 20 persen untuk tanah pemakaman, kita (sudah) sediakan di Nagrog,” tuturnya.

Kedua, pemerintah menyediakan lahan makam tumpang. Artinya, lahan makam yang sudah dipakai, bisa dipakai lagi oleh keluarga lainnya sehingga tidak menggunakan lahan baru lagi.

“Ada juga lahan tumpang, ketika sudah dipakai, bisa lagi dipakai oleh orang lain meskipun ketetapannya masih satu keluarga,” ucapnya.

Terkait kapan waktu satu makam dapat ditumpang kembali, Agus menyebut perkiraan waktunya adalah sekitar 2 sampai 8 tahun sekali.

“Kita buat kedalaman lebih tinggi, lalu kalau sudah masuk masa pembusukan, berapa lamanya itu berbeda-beda kajiannya, bisa 2 sampai 8 tahun, tapi amannya sekitar 5 tahun, kita menunggu kajian keluar,” katanya.

Dan strategi yang ketiga adalah menghilangkan sekitar 2.000 makam cadangan yang dahulu sempat disediakan untuk para pejabat dan tokoh masyarakat Kota Bandung.

Aturan soal menghilangan makam cadangan ini akan diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga nantinya masyarakat bisa menggunakan lahan makam cadangan tersebut.

“Ini sudah sejak 2017, tapi kita kuatkan di Perda untuk menghilangkan makam cadangan. Dulu itu ada 2.000 makam cadangan yang disiapkan untuk orang-orang tertentu seperti pejabat dan inohong, itu tidak dipakai, kita akan kuatkan lagi, jadi tidak ada lagi makam cadangan di Kota Bandung,” ujarnya. *red

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Dorong Musrenbang Bandung Kidul Hasilkan Program Prioritas yang Tepat Sasaran

    DPRD Dorong Musrenbang Bandung Kidul Hasilkan Program Prioritas yang Tepat Sasaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  — Persoalan sampah dan banjir kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bandung Kidul Tahun 2026. Dewan menegaskan, forum perencanaan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan tanpa dampak nyata. Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan bahwa berbagai persoalan klasik Kota Bandung terus berulang setiap tahun tanpa […]

  • Gelar Coffe Morning, Diskominfo Kota Sukabumi Pererat Silaturahmi Bareng Jurnalis

    Gelar Coffe Morning, Diskominfo Kota Sukabumi Pererat Silaturahmi Bareng Jurnalis

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi mengadakan acara Coffee Morning bersama para wartawan pada Rabu (10/7/2024) di Roemah Om Sinyo, Cikole. Acara yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang sinergis antara pemerintah daerah dan para jurnalis. Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar mengatakan, […]

  • Upaya Penanggulangan HIV/AIDS, Dewan Usulkan Pasangan akan Menikah Wajib Melakukan Screening Pranikah

    Upaya Penanggulangan HIV/AIDS, Dewan Usulkan Pasangan akan Menikah Wajib Melakukan Screening Pranikah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM., menjadi narasumber dalam kegiatan Pertemuan Ketua Forum Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan, yang dilaksanakan di Auditorium Balai Kota Bandung, pada Senin, 13 Oktober 2025. Dalam kegiatan yang membahas tentang kebijakan Program Penanggulangan […]

  • Seluruh Kader DPC Demokrat Kota Sukabumi, Tetap Solid dan Mendukung Penuh Kepemimpinan AHY

    Seluruh Kader DPC Demokrat Kota Sukabumi, Tetap Solid dan Mendukung Penuh Kepemimpinan AHY

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id- Partai Demokrat Kota Sukabumi meyakini, jika seluruh kader tetap loyal mendukung kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Mohamad Muraz. Selasa, (30/3/2021).“Kita, akan tetap solid dan patuh terhadap Ketua Umum Partai Demokrat yang sah, yaitu AHY,”tandas Muraz. Bahkan, lanjut Muraz, seluruh kader Demokrat […]

  • Lima Perusahaan Mendaftar Ke Sekertaris Dishub Kota Sukabumi Jadi Mitra Pengelolaan Parkir

    Lima Perusahaan Mendaftar Ke Sekertaris Dishub Kota Sukabumi Jadi Mitra Pengelolaan Parkir

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Semenjak dibukanya pendaftaran pengelolaan parkir di Kota Sukabumi pada 28 Juli 2020 kemarin, sudah lima perusahaan yang sudah menyerahkan berkasa pendaftaran ke sekretariat Dinas Perhubungan setempat.”iya sudah ada lima perusahaan yang daftar ke kita,”ujar salah satu panitia pemilihan Badan Hukum Mitra kerjasama Pemanfaatan pengelolaan parkir Tepi Jalan di Kota Sukabumi Hikmat Azhari. […]

  • Pemkot Sukabumi Terus Kembangkan Sektor Pertanian

    Pemkot Sukabumi Terus Kembangkan Sektor Pertanian

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUKABUMI-Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, menghadiri acara panen raya yang diadakan oleh Paguyuban Semar (Situ Endah Amaraya), di Daerah Situ endah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Rabu, (10/3/2021). Fahmi mengungkapkan, para petani merupakan ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan. Kami Pemkot Sukabumi, akan terus berupaya mengembangkan sektor pertanian. Tujuanya agar ketahanan pagan di Kota Sukabumi […]

expand_less