Dorong Ekonomi Daerah, Wali Kota Sukabumi Patok Empat Instrumen Strategis dan Gandeng HIPMI
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menetapkan empat instrumen utama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Keempat aspek strategis tersebut meliputi efektivitas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), peningkatan konsumsi masyarakat, masuknya investasi, serta optimalisasi devisa.
Langkah ini diarahkan untuk membangun iklim usaha yang dinamis sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan industri di Kota Sukabumi.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan, penguatan empat instrumen fiskal dan makroekonomi daerah membutuhkan sinergi erat dengan pelaku usaha, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Hal itu ditegaskannya saat bertemu dengan Ketua HIPMI Kota Sukabumi Gifarry Shadira Putra beserta jajaran pengurus periode 2026–2029 di Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).
“Untuk pembangunan daerah ini ada empat hal yang perlu diperhatikan. Satu, efektivitas APBD, kedua konsumsi terus naik, ketiga investasi masuk ke kota, keempat yaitu devisa. Itulah instrumen untuk memajukan Kota Sukabumi,” tegas Ayep.
Ayep menambahkan, Pemkot Sukabumi berkomitmen memberikan kemudahan kemitraan dan kepastian iklim usaha guna menarik arus investasi baru ke wilayahnya, termasuk dalam penjajakan kawasan industri.
“HIPMI memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemkot Sukabumi, yaitu bagaimana kita akan membangun Kota Sukabumi dan mudah-mudahan membangun kawasan industri,” ujar Ayep.
Sesuai dengan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) BPS menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (investasi) memegang peranan kunci dalam menopang perekonomian daerah. Dalam kerangka ini, Pemkot Sukabumi berperan merumuskan kebijakan dan regulasi pendukung, sementara pelaku usaha mengeksekusi investasi serta penciptaan lapangan kerja.
Ayep juga mengapresiasi kesiapan para pengusaha muda lokal untuk mengambil peran strategis dalam peta pembangunan ekonomi daerah.
“Saya bangga dan senang dengan pemuda dan pemudi Kota Sukabumi yang tergabung di dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Sukabumi yang keren-keren,” tambahnya.
Melalui dialog strategis ini, Pemkot Sukabumi dan HIPMI sepakat mengintensifkan kolaborasi untuk memperluas penetrasi investasi, memperkuat daya beli masyarakat, serta menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar