Tak Dipungut Biaya, Kodam III/Siliwangi Buka Penerimaan Bintara-Tamtama Gelombang I 2027
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Kodam III/Siliwangi membuka penerimaan Bintara dan Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2027. Pendaftaran resmi dimulai 1 Oktober 2026 dan seluruh proses penerimaan tidak dipungut biaya.
Kesempatan tersebut terbuka tidak hanya bagi calon yang berdomisili di Jawa Barat. Calon dari luar daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa, tetap dapat mengikuti proses penerimaan sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan.

Aspers Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Noppy Laksana Armyanto.
Asisten Personalia (Aspers) Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Noppy Laksana Armyanto menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel.
Ia mengingatkan para calon maupun orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang.
“Yang bisa meluluskan itu hanya calon sendiri. Bukan melalui calo, bukan melalui panitia seleksi, tetapi calon sendiri,” kata Noppy.
Menurutnya, calon dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id. Bagi calon yang mengalami kendala atau membutuhkan pendampingan, informasi juga dapat diperoleh melalui Babinsa maupun satuan kewilayahan TNI AD terdekat.
Untuk penerimaan Bintara, pendaftaran dibuka mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027. Tahap validasi berlangsung 1 Oktober 2026 hingga 15 Januari 2027, sedangkan seleksi dijadwalkan pada 15 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.
Sementara itu, pendaftaran Tamtama berlangsung mulai 1 Oktober 2026 hingga 10 Februari 2027. Validasi dilakukan hingga 12 Februari 2027, sedangkan proses seleksi berlangsung mulai 15 Oktober 2026 hingga 20 Februari 2027.
Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani, psikologi serta mental ideologi atau Litpers.
Untuk calon Bintara, persyaratan usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama, 4 Februari 2027. Calon juga diwajibkan memiliki tinggi badan minimal 163 sentimeter dengan berat badan yang seimbang. 
Latar belakang pendidikan calon Bintara dapat berasal dari SMA, MA atau SMK sederajat, termasuk Paket C. Kesempatan juga diberikan kepada lulusan D1, D3, D4 dan S1 sesuai ketentuan penerimaan.
Sedangkan calon Tamtama harus berusia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun saat pembukaan pendidikan pertama pada 5 Maret 2027. Pendidikan minimal SMA, SMK atau MA sederajat sesuai ketentuan, termasuk Paket C, dengan tinggi badan minimal 158 sentimeter.
Penerimaan Bintara dan Tamtama Gelombang I Tahun Anggaran 2027 ini diperuntukkan bagi calon pria. Sementara penerimaan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) telah dilaksanakan secara terpisah sesuai kebutuhan organisasi.
Noppy menegaskan, calon dari luar Jawa Barat tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar. Hal itu juga berlaku bagi calon yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Tidak ada jalur khusus bagi santri. Tetapi santri dari luar Jawa sekalipun bisa menghubungi Babinsa atau Koramil terdekat untuk mendapatkan informasi dan bantuan pendaftaran,” ujarnya.
Kodam III/Siliwangi juga berencana melakukan sosialisasi penerimaan prajurit ke sejumlah pondok pesantren untuk memperluas penyampaian informasi mengenai proses dan persyaratan penerimaan.
Penerimaan prajurit Gelombang I ini salah satunya berkaitan dengan kebutuhan personel untuk Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang dibentuk di berbagai wilayah Indonesia.
Noppy menjelaskan, prajurit yang nantinya ditempatkan di Yon TP tidak berarti akan selamanya bertugas di satuan tersebut. Pola asimilasi atau pertukaran personel dengan satuan yang telah ada akan dilakukan untuk mendukung pembinaan karier, kepangkatan dan penugasan prajurit.
Di wilayah Jawa Barat, animo pendaftar diperkirakan cukup tinggi. Jumlah pendaftar diproyeksikan mencapai sekitar 9.000 orang untuk Bintara dan 18.000 orang untuk Tamtama.
Namun, angka tersebut merupakan perkiraan jumlah pendaftar dan bukan jumlah calon yang akan diterima.
Noppy kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa perantara atau calo dalam proses penerimaan prajurit TNI AD.
“Jangan percaya kepada siapapun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang,” tegasnya.
Masyarakat yang menemukan adanya pihak yang meminta uang atau menjanjikan kelulusan dapat melaporkannya melalui Call Center Pengaduan WhatsApp Rekrutmen TNI AD di nomor 0813-1050-0074.
Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan serta pendaftaran resmi dapat diakses melalui ad.rekrutmen-tni.mil.id. Pendaftaran dan validasi dapat ditutup sewaktu-waktu apabila kuota telah terpenuhi.


Saat ini belum ada komentar