Pemkot Sukabumi Dorong Daya Saing Tenaga Kerja Lewat Program Pasim Go
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI ,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi,, mendorong perluasan kesempatan kerja ke pasar internasional sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelepasan peserta program Pasim Go yang dipersiapkan untuk bekerja di sejumlah negara tujuan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat memimpin apel pagi sekaligus pelepasan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lapang Apel Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (19/10). Program ini diharapkan dapat membuka akses masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri sekaligus meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dilepas untuk bekerja di Jepang, Turki, dan Malaysia. Berdasarkan rincian dalam naskah kegiatan, sebanyak 25 peserta akan menuju Jepang, 15 peserta ke Turki, dan empat peserta ke Malaysia. Namun, jumlah keseluruhan peserta perlu dikonfirmasi karena rincian tersebut mencapai 44 orang, sedangkan jumlah yang disebutkan pada awal kegiatan adalah 40 orang.
Ayep mengatakan, penanganan pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga pelatihan dan masyarakat. Menurut dia, penciptaan kesempatan kerja perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kewirausahaan dan kegiatan ekonomi produktif.
“Penanganan pengangguran harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat perlu didorong untuk memiliki aktivitas produktif, baik melalui pekerjaan formal, kewirausahaan, maupun pengembangan usaha. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar Ayep dalam arahannya.
Ia menambahkan, kesiapan tenaga kerja untuk memasuki pasar internasional tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lowongan. Calon pekerja juga perlu memiliki kompetensi, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan.
Karena itu, Ayep mengapresiasi Pasim Go dan sejumlah lembaga yang berkontribusi dalam mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia. Lembaga tersebut antara lain Pasim, Politeknik, Taman Siswa (Tamsis), Delta, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi dan peluang kerja di luar negeri. Pemerintah Kota Sukabumi berharap program serupa dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi produktif.
Ayep juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam memfasilitasi pencarian kerja, tetapi turut mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
“Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan sebaik-baiknya. Persiapkan keterampilan, jaga kedisiplinan dan integritas, serta bangun kemampuan beradaptasi agar dapat memenuhi tuntutan dunia kerja di negara tujuan,”katanya.
Selain melepas calon PMI, Ayep memberikan arahan kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Sukabumi mengenai pentingnya kedisiplinan kerja, khususnya tingkat kehadiran pegawai.
Ia menyatakan, tingkat kehadiran di bawah 95% akan menjadi bahan perhatian dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari evaluasi kedisiplinan aparatur.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar