Dapat Bantuan 40 Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Pemkot Sukabumi Bidik Peningkatan Kesejahteraan Penarik Becak
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Bantuan 40 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diharapkan menjadi dorongan baru bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan penarik becak di Kota Sukabumi. Selain membantu aktivitas transportasi masyarakat, kendaraan listrik tersebut dinilai berpotensi mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Serah terima bantuan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) itu dihadiri, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota, Bobby Maulana, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Minggu (18/10/2026).
Ayep menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para penarik becak yang menggantungkan penghasilan dari layanan transportasi tradisional.
Menurut Ayep, bantuan ini dapat membantu meringankan beban kerja para penarik becak sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Dukungan kendaraan listrik dinilai relevan dengan kondisi geografis Kota Sukabumi yang memiliki sejumlah ruas jalan menanjak.
“Bantuan ini, diharapkan dapat membantu para penarik becak meningkatkan produktivitas dan memberikan pelayanan yang lebih nyaman kepada masyarakat. Kami mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,”ujar Ayep.
Dalam kegiatan tersebut, Ayep juga menjajal langsung becak listrik untuk mengetahui kenyamanan dan performa kendaraan. Ia menilai, kendaraan tersebut memiliki suara mesin yang lebih halus, tidak bising, serta konstruksi yang dinilai baik dibandingkan becak konvensional.
Selain mendukung aktivitas ekonomi para penarik becak, keberadaan becak listrik juga dinilai memiliki peluang untuk memperkuat sektor pariwisata. Kendaraan tersebut, dapat menjadi alternatif transportasi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah destinasi di Sukabumi, termasuk kawasan Selabintana dan Pondok Halimun yang memiliki jalur menanjak.
“Meski demikian, pemanfaatan becak listrik tidak dibatasi untuk kepentingan pariwisata. Para penerima bantuan dapat menggunakannya untuk melayani masyarakat secara umum, sesuai kebutuhan dan peluang usaha masing-masing,”ungkapnya.
Pemkot Sukabumi juga, tidak menetapkan tarif khusus untuk layanan becak listrik tersebut. Besaran tarif diserahkan kepada masing-masing penarik becak dengan mempertimbangkan kesepakatan bersama pengguna jasa.
Ayep menegaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya penanganan kemiskinan, pengangguran, dan berbagai persoalan sosial. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan langkah terencana serta dukungan berbagai pihak.
Ia pun mengajak perangkat daerah dan pelaku usaha untuk menjalankan tanggung jawab secara jujur, amanah, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai penting agar program bantuan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Melalui penyaluran 40 unit becak listrik tersebut, Pemkot Sukabumi berharap para penerima mampu memanfaatkan bantuan secara produktif untuk menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari. Pemerintah daerah juga berharap kerja sama antara pemerintah pusat, yayasan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif.
“Bantuan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para penarik becak, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Sukabumi,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar