Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pondok Pesantren Al-Fath Perkuat Ekonomi Pesantren melalui Budidaya Alpukat AGUS

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 1.667
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pesantren Multi Produk (PMP). Program yang digagas Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, tersebut dirancang untuk mendorong pesantren mengembangkan beragam usaha produktif sehingga tidak bergantung pada bantuan pihak luar.

Program PMP diikuti sekitar 50 peserta dari 25 pondok pesantren yang berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, Maluku hingga Papua.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan kewirausahaan sekaligus keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kewirausahaan, tetapi juga pengembangan konsep integrated farm serta berbagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Pertama seminar tentang integrated farm dan wirausaha. Kemudian peserta diberikan beberapa keterampilan yang harus dikuasai, seperti mendirikan pabrik tahu, pabrik sandal, membuat kaos jersey dan mengolah obat herbal,” ujar KH Fajar, Rabu (26/8/2026).

Selain industri rumahan, peserta juga mendapatkan pelatihan di sektor pertanian dan peternakan. Materi yang diberikan antara lain budidaya ikan lele, maggot, serta pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat dan pakan maggot.

Menurutnya, keberagaman usaha menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan ekonomi pesantren. Setiap pesantren dapat memilih dan mengembangkan usaha berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki.

Salah satu komoditas yang kini dikembangkan melalui jaringan pesantren adalah Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS). Dalam skema kerja sama tersebut, pesantren mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya, sedangkan pemasaran hasil panen akan didukung oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI).

“Pesantren belajar menanam dan membudidayakan Alpukat AGUS. Untuk pemasarannya sudah disiapkan oleh HATI. Jadi hasilnya nanti diterima dan disalurkan untuk dipasarkan,”jelasnya.

Fajar menegaskan, PMP tidak sekadar bertujuan memperbanyak unit bisnis di lingkungan pesantren. Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang mampu menopang biaya pendidikan dan kegiatan sosial secara mandiri.

“Kita ingin mereplikasikan bagaimana pesantren mandiri dan punya wirausaha. Sehingga pesantren tidak perlu meminta biaya kepada santrinya dan tidak bergantung kepada bantuan, tetapi membangun usaha sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi yang dibangun pesantren harus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan dan sosial.

Ponpes Dzikir Al-Fath sendiri telah menerapkan konsep tersebut dengan mengembangkan sejumlah unit usaha sebagai sumber pembiayaan kegiatan pendidikan. Sebagian manfaat ekonomi dari usaha tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS)

Salah satunya melalui pengembangan budidaya alpukat yang dikaitkan dengan program beasiswa bagi anak yatim, piatu dan dhuafa.

“Sudah kita laksanakan. Tiga pohon alpukat bisa memberikan beasiswa sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Kalau satu hektare kurang lebih 100 pohon, potensinya bisa memberikan beasiswa bagi sekitar 70 santri,” ungkapnya.

Ketua Umum Hikmah Taniu Indonesia (HATI), Ustadz Asip Abu Mahdi, mengatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan usaha pesantren, terutama dalam budidaya Alpukat AGUS.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai produksi karena mempunyai jaringan jamaah dan masyarakat yang luas.

“Ini kebanggaan Sukabumi. Alpukat AGUS merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Keunggulannya sudah mendapat pengakuan dan sekarang terus kita kembangkan,”ucapnya.

Ia menyebut, peluang pasar Alpukat AGUS telah terbuka hingga Jepang. Menurutnya, permintaan dari negara tersebut mencapai sekitar 20 ton per hari, sedangkan kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Jepang sudah meminta 20 ton setiap hari. Sementara kekuatan laboratorium kami baru sekitar tiga ton per enam bulan. Karena itu kita harus melibatkan jamaah dan para petani melalui jaringan pondok pesantren,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus menciptakan sumber pendapatan jangka panjang.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi calon pembudidaya sebelum mulai menanam Alpukat AGUS. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga standar budidaya dan kualitas produksi.

“Ikuti dulu pendidikannya, bagaimana cara mengembangkan dan merawatnya. Setelah itu bisa mendapatkan bibit dan kerja sama melalui HATI atau Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” jelasnya.

Melalui program PMP, Ponpes Dzikir Al-Fath berharap model kemandirian ekonomi tersebut dapat direplikasi oleh pesantren lainnya. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan sosial, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II DPRD Kota Sukabumi Sidak Ke Puskesmas Nanggeleng

    Komisi II DPRD Kota Sukabumi Sidak Ke Puskesmas Nanggeleng

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Komisi II DPRD kota Sukabumi mendorong agar semua pekerjaan pembangunan bisa tuntas sesuai dengan jadwal. Meskipun, belum lama ini jajaran Komisi II menemukan adanya pekerjaan di tahun 2020 yang belum tuntas di akhir tahun kemarin. Ditemukan adanya pekerjaan yang belum tuntas itu, ketika Ketua Komisi II, Ivan Rusvansyah bersama anggota komisi II lainya melakukan […]

  • Yana Mulyana Ajak Warga Kota Bandung Bersama Merawat Toleransi

    Yana Mulyana Ajak Warga Kota Bandung Bersama Merawat Toleransi

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memberikan tanggapan terkait kehadirannya pada Peresmian Gedung Dakwah ANNAS, Minggu, 28 Agustus 2022 lalu, yang menjadi polemik masyarakat. Kang Yana, sapaan akrabnya Yana Mulyana mengungkapkan, kehadirannya dalam peresmian tersebut dalam kapasitas sebagai Wali Kota Bandung yang datang memenuhi undangan warganya. Sebagai Bapak dari masyarakat, dirinya senantiasa berusaha […]

  • Kombes Sabilul Alif,  Polisi Santri Yang Jadi Ajudan Wakil Presiden RI

    Kombes Sabilul Alif, Polisi Santri Yang Jadi Ajudan Wakil Presiden RI

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TANGERANG, MBInews.id – Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif terpilih menjadi ajudan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin. Sabilul terpilih setelah menjalani serangkaian tes seleksi bersama beberapa kandidat lain. Sabilul menerangkan, rangkaian tes seleksi yang ia jalani mulai dari tes kesehatan fisik di RSPAD Gatot Soebroto, tes kesehatan jiwa juga di RSPAD Gatot Soebroto. […]

  • Youth Space Bandung Kulon, Semangat Kolaborasi, Kreativitas dan Kepemimpinan Pemuda Kota Bandung

    Youth Space Bandung Kulon, Semangat Kolaborasi, Kreativitas dan Kepemimpinan Pemuda Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali memperkuat komitmennya dalam memberdayakan generasi muda dengan menghadirkan Youth Space Bandung Kulon yang berlokasi di Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada Minggu, 12 Oktober 2025. Acara peresmian bertajuk Aktivasi Deklarasi Kolaborasi Youth Space ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd. […]

  • Tiga Tahun Oded-Yana, Separuh Jalan Berjibaku Hadapi Pandemi

    Tiga Tahun Oded-Yana, Separuh Jalan Berjibaku Hadapi Pandemi

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tiga tahun sudah dilalui oleh Oded M. Danial bersama Yana Mulyana dalam memimpin Kota Bandung. Dinamika yang terjadi semakin kompleks manakala separuh perjalanannya dihabiskan untuk berjibaku melawan pandemi Covid-19. Bagi Oded, penanganan pandemi Covid-19 bersama segala dampak turunannya masuk dalam daftar prioritas. Di samping berupaya memenuhi janji politik yang disiapkan saat dipercaya […]

  • Terkait PAW, DPRD Kota Sukabumi Masih Tunggu Surat Dari Provinsi Jabar

    Terkait PAW, DPRD Kota Sukabumi Masih Tunggu Surat Dari Provinsi Jabar

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), hingga saat ini masih menunggu surat dari Provinsi Jawa Barat. Sehingga belum dipastikan jadwal proses PAW tersebut akan dilakukan oleh DPRD setempat. “Mengenai PAW, kami masih menunggu surat keputusan dari Pak Gubernur Jawa Barat,”ujar Ketua DPRD Kota […]

expand_less