Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pondok Pesantren Al-Fath Perkuat Ekonomi Pesantren melalui Budidaya Alpukat AGUS

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 1.811
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pesantren Multi Produk (PMP). Program yang digagas Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, tersebut dirancang untuk mendorong pesantren mengembangkan beragam usaha produktif sehingga tidak bergantung pada bantuan pihak luar.

Program PMP diikuti sekitar 50 peserta dari 25 pondok pesantren yang berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, Maluku hingga Papua.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan kewirausahaan sekaligus keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kewirausahaan, tetapi juga pengembangan konsep integrated farm serta berbagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Pertama seminar tentang integrated farm dan wirausaha. Kemudian peserta diberikan beberapa keterampilan yang harus dikuasai, seperti mendirikan pabrik tahu, pabrik sandal, membuat kaos jersey dan mengolah obat herbal,” ujar KH Fajar, Rabu (26/8/2026).

Selain industri rumahan, peserta juga mendapatkan pelatihan di sektor pertanian dan peternakan. Materi yang diberikan antara lain budidaya ikan lele, maggot, serta pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat dan pakan maggot.

Menurutnya, keberagaman usaha menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan ekonomi pesantren. Setiap pesantren dapat memilih dan mengembangkan usaha berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki.

Salah satu komoditas yang kini dikembangkan melalui jaringan pesantren adalah Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS). Dalam skema kerja sama tersebut, pesantren mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya, sedangkan pemasaran hasil panen akan didukung oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI).

“Pesantren belajar menanam dan membudidayakan Alpukat AGUS. Untuk pemasarannya sudah disiapkan oleh HATI. Jadi hasilnya nanti diterima dan disalurkan untuk dipasarkan,”jelasnya.

Fajar menegaskan, PMP tidak sekadar bertujuan memperbanyak unit bisnis di lingkungan pesantren. Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang mampu menopang biaya pendidikan dan kegiatan sosial secara mandiri.

“Kita ingin mereplikasikan bagaimana pesantren mandiri dan punya wirausaha. Sehingga pesantren tidak perlu meminta biaya kepada santrinya dan tidak bergantung kepada bantuan, tetapi membangun usaha sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi yang dibangun pesantren harus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan dan sosial.

Ponpes Dzikir Al-Fath sendiri telah menerapkan konsep tersebut dengan mengembangkan sejumlah unit usaha sebagai sumber pembiayaan kegiatan pendidikan. Sebagian manfaat ekonomi dari usaha tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (Alpukat AGUS)

Salah satunya melalui pengembangan budidaya alpukat yang dikaitkan dengan program beasiswa bagi anak yatim, piatu dan dhuafa.

“Sudah kita laksanakan. Tiga pohon alpukat bisa memberikan beasiswa sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Kalau satu hektare kurang lebih 100 pohon, potensinya bisa memberikan beasiswa bagi sekitar 70 santri,” ungkapnya.

Ketua Umum Hikmah Taniu Indonesia (HATI), Ustadz Asip Abu Mahdi, mengatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan usaha pesantren, terutama dalam budidaya Alpukat AGUS.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai produksi karena mempunyai jaringan jamaah dan masyarakat yang luas.

“Ini kebanggaan Sukabumi. Alpukat AGUS merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Keunggulannya sudah mendapat pengakuan dan sekarang terus kita kembangkan,”ucapnya.

Ia menyebut, peluang pasar Alpukat AGUS telah terbuka hingga Jepang. Menurutnya, permintaan dari negara tersebut mencapai sekitar 20 ton per hari, sedangkan kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Jepang sudah meminta 20 ton setiap hari. Sementara kekuatan laboratorium kami baru sekitar tiga ton per enam bulan. Karena itu kita harus melibatkan jamaah dan para petani melalui jaringan pondok pesantren,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus menciptakan sumber pendapatan jangka panjang.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi calon pembudidaya sebelum mulai menanam Alpukat AGUS. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga standar budidaya dan kualitas produksi.

“Ikuti dulu pendidikannya, bagaimana cara mengembangkan dan merawatnya. Setelah itu bisa mendapatkan bibit dan kerja sama melalui HATI atau Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” jelasnya.

Melalui program PMP, Ponpes Dzikir Al-Fath berharap model kemandirian ekonomi tersebut dapat direplikasi oleh pesantren lainnya. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan sosial, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baznas Kota Sukabumi Akui Adanya Penurunan Penerimaan Zakat

    Baznas Kota Sukabumi Akui Adanya Penurunan Penerimaan Zakat

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penyaluran zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZ) Kota Sukabumi, lebih difokuskan kepada penanganan pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Ketua BAZ Kota Sukabumi Miftah Amir, usai menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2021. Rabu, (15/9/2021). “Sejak pandemi Covid-19, berdasarkan arahan dan juga rencana kerja yang ada, hampir 70 persen […]

  • DPRD Jawa Barat Pelajari Pembangunan Infrastruktur Provinsi DI Yogyakarta

    DPRD Jawa Barat Pelajari Pembangunan Infrastruktur Provinsi DI Yogyakarta

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari beserta Pimpinan dan Anggota Komisi IV pelajari pembangun Infrastruktur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ke Komisi C DPRD DIY. Dalam sambutannya, Ineu mengatakan Pembangunan Infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia sempat terhambat akibat refocussing anggaran pemerintah daerah untuk penanggulangan Pandemi Covid-19 yang […]

  • Sudah Dibentuk, Dua Pansus DPRD Kota Sukabumi Langsung Bekerja

    Sudah Dibentuk, Dua Pansus DPRD Kota Sukabumi Langsung Bekerja

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah dilakukan rapat paripurna mengenai Tanggapan WaliKota Sukabumi terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas Penjelasan Wali Kota Sukabumi terhadap Rancangan Perturan Daerah (raperda) Kota Sukabumi tentang Retribusi Bangunan Gedung, dan pandangan Fraksi terhadap Pendapat WaliKota Sukabumi atas Penjelasan Komisi II terhadap Raperda Kota Sukabumi tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, DPRD Kota Sukabumi langsung melakukan […]

  • HUT RI Ke -77, Ketua KPK:  Bangsa Indonesia Benar-Benar Merdeka Jika Bebas dari Kejahatan Korupsi

    HUT RI Ke -77, Ketua KPK: Bangsa Indonesia Benar-Benar Merdeka Jika Bebas dari Kejahatan Korupsi

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBINews.id – Hari ini, Rabu 17 Agustus 2022, segenap bangsa Indonesia dimanapun kita berada, dapat kembali memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke -77 Republik Indonesia. “Pulih lebih Cepat, Bangkit Lebih kuat” yang diusung pemerintah sebagai tema besar Peringatan HUT RI tahun ini, sangat tepat, mengingat bangsa kita dibawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, terbukti […]

  • Edwin Senjaya: Manasik Haji Anak PAUD Upaya Perkuat Ketakwaan Sejak Dini

    Edwin Senjaya: Manasik Haji Anak PAUD Upaya Perkuat Ketakwaan Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 11 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil III DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan manasik haji Anak PAUD yang digelar di Pasar Modern Batununggal, Kamis, (8/9/2022). Acara pelatihan manasik tersebut dibuka oleh Edwin Senjaya. Dalam sambutannya Edwin memaparkan harapan bagi seluruh peserta pelatihan manasik haji tersebut menjadi pengaruh baik bagi pemupukan nilai-nilai […]

  • Riana Resmi Menjadi Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Partai Demokrat Gantikan  Iskandar Hamzah Yang Mundur

    Riana Resmi Menjadi Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Partai Demokrat Gantikan Iskandar Hamzah Yang Mundur

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – DPRD Kota Bandung mengadakan Sidang Paripurna dalam rangka Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2020 dan Pengucapan Sumpah Janji Anggota DPRD Kota Bandung Pergantian Antar Waktu (PAW) Masa Jabatan Tahun 2019-2024, Rabu, (5/8/2020) Acara tersebut berlangsung sesuai protokol kesehatan dan dilaksanakan secara langsung dan virtual oleh anggota Dewan DPRD Kota Bandung dan Pemerintahan […]

expand_less