SUKABUMI, Mbinews.id – Miris melihat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini, yang membuat omset penjualan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merosot jauh, salah satu pusat perbelanjaan di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi, lakukan inovasi untuk membantu para pelaku UMKM saat masa pandemi Covid-19.
“Niat kami adalah membantu para pelaku UMKM, yang selama pandemi Covid-19 saat ini menjadi salah satu sektor yang amat sangat terdampak. Oleh sebab itu, kami berharap bisa sebanyak-banyaknya membuka gerai Jajanan Kue Sibih ini sebanyak-banyaknya, untuk membantu pelaku UMKM,” tutur Cepi Mutaqin owner Toserba Selamat Sukabumi, Sabtu (30/10/2021).
Lanjutnya, stan jajanan kue subuh yang sudah berjalan selama satu tahun ini, memang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM, untuk membantu pemasaran produk mereka. Dengan konsep bagi hasil, para pelaku UMKM yang menitipkan produknya, tak perlu repot-repot memikirikan biaya sewa tempat, tim pemasaran, hingga meja display produk.
“Persyaratan awalnya, kita hanya meminta tes food dahulu, sebelum produk tersebut di pasarkan. Tanpa mereka dibebankan berbagai biaya sewa tempat, nantinya sistimnya bagi hasil dengan kami, sebesar 20 persen. Jadi penjual tidak perlu memikirkan biaya di awal, karena bagi hasil 20 perseb tersebut, hanya bagi produk yang telah terjual,” ungkapnya.
Masih menurut Cepi, pihaknya bukan semata-mata menjualkan produk saja. Namun terkadang sering juga produk yang masuk ke jajanan kue subuh, menjadi terupgrade.
“Kadang kita juga sering memberi saran kepada mereka, untuk menaikkan nilai jual produk mereka. Kan di kita ada tees food dahulu, setelah kita coba rasa produk tersebut, ternyata dengan nilai jual sekian, kita rasa agak rendah, akhirnya kita sarankan untuk menaikkan nilai jual produk tersebut. Alhamdulilalah jadi membantu menaikkan omset penjualan para pelaku UMKM yang selama ini terdampak pandemi Covid-19,” jelasnya.
Cepi menambahkan, sejak masa pandemi Covid-19 yang melanda pada tahun 2020 silam, banyak dari pelaku UMKM, khususnya di Kota Sukabumi, yang omset penjualan usahanya terdampak. Bahkan menurutnya, tak sedikit pula warga yang dulunya menjadi pekerja, namun karena terkena pemutusan hubungan kerja akhirnya membuat mereka putar arah menjadi pelaku UMKM, untuk bisa menghidupi kebutuhan hidupnya.
“Kita disini berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi para pelaku UMKM, agar bisa memasarkan produk mereka, sehinga bisa membantu kebutuhan hidup mereka. Dan alhamdulilah, dukungan dari Pemerintah Kota Sukabumi sangat tinggi. Pak Wali Kota Sukabumi, juga sering berkunjung ke gerai jajanan kue subuh, serta turut serta memposting produk-produk UMKM yang ada di jajanan kue subuh ini,” ungkapnya.

Sejak awal diadakan pada tahun 2020 kemarin, setiap harinya tak kurang dari ratusan pelaku UMKM, yang menitipkan produknya untuk dipasarkan di jajanan kue subuh Toserba Selamat Sukabumi.
“Turn over pelaku UMKM yang menitipkan produknya setiap hari itu sangat tinggi. Lebih dari 100 pelu UMKM yang menitipkan produk-produknya, dan rata-rata setiap pelaku UMKM, menitipkan lebih dari 1 produk,” paparnya.
Terkait pembagian hasil keuntungan yang diterapkan pada jajanan kue subuh Toserba Selamat Sukabumi, Cepi mengatakan bahwa para pelaku UMKM bisa mengambil hasil penjualan produknya kapan saja.
“Uang penjualan produk, sudah kami pisahkan yang 80 persennya. Jadi mereka yang ingin mengambil pada setiap hari, atau tiga hari sekalai, silahkan. Karena uang mereka sudah dipisahkan,” bebernya.
Dengan adanya inovasi ini, Cepi berharap bisa membantu para pelaku UMKM, maupun warga yang memenag terdampak pandemi Covid-19, untuk melanjutkan usaha kembali.
“Kami ingin dengan adanya jajanan kue subuh ini, bisa memabntu mereka yang putus kerja, ataupun pedagang yang omsetnya menurun drastis saat pandemi. Karena respon warga terhadap jajanan kue subuh ini sangat tinggi. Alhamdulilah, banyak produ yang habis terjual di jajanan kue subuh ini. Sekalipun pada stan jajanan kue subuh masih belum habis terjual, produk tersebut, kami display kembali di dalam supermarket kami,” tandasnya. M. Satiri/Mbi