SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, dan RSUD Syamsudin harus menjawab tantangan. Seperti pandemi Covid-19, salah satunya ekonomi pascapandemi yakni perawatan kesehatan.
“Keluarga besar Dinkes dan organisasi profesi kesehatan harus mengingat, bahwa Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan,”ujar Fahmi saat membuka Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinkes Kota Sukabumi, untuk menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Sukabumi tahun 2023, Senin (7/2/2022).
Selain itu lanjut Fahmi, ada tujuh ekonomi baru, di mana Health Care muncul dalam prioritas di dalamnya. Apalagi dalam visi Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi jelas sebagai kota jasa pendidikan kesehatan, dan perdagangan, dan sejalan dengan tujuh ekonomi baru khususnya kesehatan atau jasa kesehatan.
“Untuk itu teknologi kesehatan harus semakin meningkat dari waktu ke waktu, dinkes dan RSUD Syamsudin harus update yang terbaru,”kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan, ada tiga pilar persaingan yang harus ditetapkan yakni pesaing, pelanggan, dan perusahaan. Jadi intinya, harus ada persiapan teknologi dan pelayanan kesehatan baik dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya untuk menjawab tantangan zaman.
“Selain itu infrastruktur kesehatan dalam kerangka menjawab tantangan health care,”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga meminta, Dinkes melalui program kerjanya harus bisa meningkatkan nilai Indek Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2023 dengan terget sebesar 74,75.
“Begitu juga adanya beberapa isu strategis yang harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan dan pelaksanaan program kedepanya. Diantaranya, pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar, kemudian pemenuhan diversifikasi, penigkatan profesionalisme, dan komitmen,”tegas Fahmi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dini Maryani, dalam laporannya menerangkan, dari berbagai Musrenbang yang telah digelar ditingkat Kelurahan dan Kecamatan, pihaknya menginventarisir adanya 21 usulan yang akan diselaraskan dengan program kerja Dinas Kesehatan tahun 2023.
“Programn kerja tahun depan yang sudah disusun, diantaranya mencantumkan tiga kegiatan fisik,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.