SUKABUMI, Mbinews.id — Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan perhatian serius terhadap peristiwa pembacokan yang terjadi pada malam pergantian tahun. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin SH untuk melihat langsung kondisi para korban yang masih menjalani perawatan.
Insiden kekerasan tersebut terjadi di kawasan Jalan R. Syamsudin, Kota Sukabumi, sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan data sementara, sebanyak empat orang menjadi korban luka akibat peristiwa tersebut. Para korban diketahui berasal dari wilayah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Meski demikian, hingga kini belum terdapat laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian dari korban maupun keluarga korban.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai peristiwa kekerasan semacam ini dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat, terlebih di momen awal tahun.
“Kota Sukabumi sedang kita bangun bersama. Karena itu saya mengajak seluruh warga untuk menjaga ketertiban dan persatuan. Jangan ada lagi kekerasan, tawuran, maupun tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata Ayep Zaki kepada awak media, Sabtu (3/1).
Ayep juga menegaskan bahwa korban maupun pihak keluarga sebaiknya segera melaporkan kejadian yang dialami kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, pelaporan resmi sangat penting agar proses penyelidikan dan penegakan hukum dapat berjalan maksimal.
“Kalau tidak dilaporkan, tentu akan menghambat proses hukum. Saya minta korban atau keluarga korban segera melapor ke Polsek atau Polres. Sebagai kepala daerah, saya bertanggung jawab atas keamanan kota ini, tetapi peran masyarakat juga sangat menentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengungkapkan kondisi terkini para korban berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit. Dari empat korban, sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan medis.
“Informasi dari RSUD, ada satu korban yang masih dirawat, dua korban sudah pulang, dan satu korban masih dalam proses tindakan medis. Kita semua berharap mereka segera pulih,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, perkembangan penanganan kasus tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, termasuk terkait dugaan pelaku dan motif kejadian.
Kapolsek Cikole Kompol Ma’ruf Murdianto membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari korban. Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan upaya penyelidikan guna mengungkap peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini memang belum ada laporan dari korban. Namun kami tetap melakukan penyelidikan awal. Dari informasi sementara, ada korban yang merupakan warga Kota Sukabumi,” kata Kompol Ma’ruf.
Menurutnya, kepolisian belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan aksi geng motor atau bentuk konflik lainnya. Kepastian akan disampaikan setelah penyelidikan dan proses hukum berjalan.
“Kami masih mendalami kasus ini. Mohon doa dari masyarakat agar segera terungkap. Kami juga terus meningkatkan patroli rutin sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)









