SUKABUMI, Mbinews.id — Kota Sukabumi menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 5 Januari 2026, Pemerintah Kota Sukabumi tercatat sebagai pemerintah kota dengan realisasi belanja tertinggi secara nasional.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan anggaran secara terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Capaian ini lahir dari kerja bersama seluruh perangkat daerah yang berkomitmen menggunakan anggaran secara efektif dan tepat waktu,” ujar Ayep Zaki, Senin (05/01/2026).
Dalam laporan tersebut, realisasi belanja Kota Sukabumi pada tahun anggaran 2025 mencapai 97,01 persen, sebuah angka yang menempatkan Sukabumi di peringkat pertama nasional dalam kategori realisasi belanja pemerintah kota. Menurut Ayep, capaian ini menandakan bahwa program pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Belanja daerah yang tinggi menunjukkan bahwa program benar-benar dilaksanakan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Tidak hanya dari sisi belanja, kinerja fiskal Kota Sukabumi juga tercermin dari capaian pendapatan daerah. Dalam evaluasi Kemendagri yang sama, Sukabumi berada di urutan ke-8 nasional untuk realisasi pendapatan daerah, menandakan keseimbangan antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
“Kami memastikan pendapatan daerah tidak hanya ditargetkan, tetapi juga direalisasikan secara optimal,” jelas Ayep Zaki.

Secara rinci, realisasi pendapatan Kota Sukabumi mencapai 100,44 persen, atau melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator perencanaan anggaran yang realistis serta pengelolaan keuangan daerah yang disiplin.
“Jika pendapatan bisa melampaui target, itu berarti perencanaan kita tepat dan pelaksanaannya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ayep Zaki menambahkan, keberhasilan pengelolaan APBD tidak lepas dari sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mempercepat pelaksanaan program tanpa mengesampingkan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Kami mendorong percepatan pelaksanaan anggaran, tetapi tetap menjaga kualitas dan akuntabilitas setiap program,” katanya.
Lebih jauh, Ayep Zaki menilai capaian fiskal ini selaras dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ketika belanja terealisasi dengan baik, roda ekonomi bergerak dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” tutur Ayep Zaki.
Meski berhasil mencatat prestasi nasional, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan keuangan daerah agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat luas.
“Ini bukan titik akhir. Kita harus menjaga kinerja ini dan terus meningkatkannya demi kesejahteraan warga Kota Sukabumi,” pungkas Ayep Zaki. (Ardan/Wan/Mbi)








