Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Hari Lahir Bung Karno: Menelusur Jejak Di Kota Kembang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bulan Juni identik dengan kelahiran Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno. Sudah jadi rahasia umum pula, Bandung adalah bagian terpenting dalam perjalanannya.

Tak tanggung-tanggung, ada satu perkataan Bung Karno tentang Kota Bandung yang cukup menyentuh.

“Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya”, demikian ungkapan Bung Karno saat menyebut Bandung.

Bukan sekadar menuntut ilmu lalu menjadi pemimpin negara, Bung Karno juga meninggalkan banyak jejak di kota ini. Humas Bandung merangkum jejak-jejaknya ke dalam beberapa tempat ini. Simak ulasannya, yuk!

  1. Rumah Ibu Inggit
    Rumah Inggit Garnasih adalah rumah yang berada di Jalan Ciateul No. 8, Bandung (sekarang Jalan Inggit Garnasih). Rumah ini merupakan wujud penghormatan kepada seorang perempuan yang ikut merintis kemerdekaan Indonesia, yaitu Inggit Garnasih.

Seperti diketahui, Inggit adalah salah satu istri Presiden Soekarno. Saat itu, Soekarno muda saat itu hendak melanjutkan sekolahnya di Bandung. Ia kemudian bersekolah di Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang kini jadi ITB.

Setelah menikah dengan Inggit, keduanya tinggal di rumah ini.

Selanjutnya, rumah ini menjadi saksi perjuangan Soekarno untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia sebelum Ia dan Inggit Garnasih dibuang ke Flores dan Bengkulu.

Ia sering melakukan pertemuan dan diskusi dengan kawan-kawannya di rumah ini dan berhasil membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dan sebagai ganti dari PNI terbentuklah PARTINDO pada 29 April 1931.

Berbagai sumber menyebut rumah ini ditempati Inggit Garnasih dan Soekarno sejak tahun 1926 sampai dengan pertengahan tahun 1934 yang saat itu masih berbentuk rumah panggung.

Selanjutnya, rumah tersebut ditempati oleh Inggit untuk kedua kalinya seorang diri pada tahun 1949 sampai tahun 1984.

  1. Gedung Indonesia Menggugat
    Awalnya, gedung ini merupakan tempat tinggal Belanda yang dibangun pada 1907. Sepuluh tahun kemudian, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda.

Dekade 1930-an, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Soekarno menjadi salah satu yang diadili.

Pada saat diadili, Soekarno memberontak dalam sidang dan melakukan pembelaan dengan judul Indonesia Menggugat. Peristiwa tersebut sangat menggegerkan Belanda hingga akhirnya pembelaan Soekarno tersebut dijadikan nama untuk gedung tersebut, yang masih digunakan hingga sekarang.

Sepanjang perjalanannya, Gedung ini mengalami beberapa perubahan fungsi. Mulai dari kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dekade 1950-an, Gedung Keuangan (hingga 1973), juga Kantor Dinas Perdagangan & Perindustrian Provinsi Jawa Barat (1973-1999).

Setelah mengalami pengubahan fisik, gedung tersebut diberi nama menjadi Gedung Indonesia Menggugat oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, HC Mashudi pada 2005.

Baru pada 2007, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), secara resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya kelas A yang harus dirawat dan dijaga.

Saat ini, gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi.

  1. Institut Teknologi Bandung
    Institut Teknologi Bandung (dulu bernama de Technische Hoogeschool te Bandung) berdiri pada 3 Juli 1920 di bawah Pemerintah Kolonial Belanda.

Laman resmi ITB menyebut, sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920 hingga 1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH dengan hanya ada 2 orang Indonesia.

Soekarno sempat meninggalkan jejak di kampus ini. Tercatat pada 3 Juli 1926, Soekarno menjadi insinyur dari kampus ini. Ia masuk sebagai satu dari empat insinyur pribumi pertama di kampus ini.

Hingga saat ini, Institut Teknologi Bandung masih jadi salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Kota Bandung.

  1. Penjara Banceuy
    Penjara ini identik dengan perjalanan Soekarno dalam memproklamirkan kemerdekaan. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di sini.

Berbagai sumber menyebut di penjara itu, Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet non permanen.

Pada ruangan pengap ini pula, Ia menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Pada perkembangannya, tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan yang kelak bernama Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta.

Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang.

  1. LP Sukamiskin
    Penjara ini dibangun pada 1918 gaya Arsitektur Eropa oleh seorang arsitek bernama Prof. CP Wolff Schoemaker.

Di penjara ini, Soekarno pernah menghuni Kamar Nomor 1 Blok Timur Atas. Ia menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel penjara Sukamiskin.

Bung Karno ditahan karena saat itu memiliki konflik politik dimana Ia bertentangan dengan Penguasa Belanda.

Kini, sel penjara yang pernah ditempati Bung Karno tersebut dijadikan sebuah museum dan diberi tulisan: “Bekas Kamar Bung Karno”.

Lapas ini juga menjadi saksi atas lahirnya sebuah karya buku berjudul “Indonesia Menggugat” yang ditulis oleh Bung Karno. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih Nilai Tertinggi Nasional, Kota Sukabumi Terima Penghargaan Kemendagri

    Raih Nilai Tertinggi Nasional, Kota Sukabumi Terima Penghargaan Kemendagri

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan. Kali ini, Pemkot Sukabumi meraih penghargaan dalam pendidikan dan latihan (diklat) nasional keprotokolan, yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Pada kegiatan yang diselenggarkan selama lima hari di Jakarta tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Sukabumi Sony Hermanto, meraih […]

  • Bappeda Sukabumi Sosialisasikan RKP DBHCHT 2026 untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Bappeda Sukabumi Sosialisasikan RKP DBHCHT 2026 untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, melalui Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA), sosialisasikan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Kegiatan yang belum lama digelar ini, sebagai upaya penyelarasan arah kebijakan penggunaan dana agar lebih efektif dan tepat sasaran. Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber […]

  • Silaturahmi DPD Partai Berkarya Kabupaten Bandung

    Silaturahmi DPD Partai Berkarya Kabupaten Bandung

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kabupaten Bandung, Mbinews.id – Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Bandung menggelar acara silaturahmi yang berlangsung di Rumah Makan Pawon Bu Sri 3, Jalan Gading Ntutuka Soreang. Sabtu, 6 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Mayjen (Purn) Muchdi PR beserta jajaran pengurus DPW Partai Berkarya. Kehadiran tokoh penting […]

  • Asep Ikhsan Bertemu Bupati Bandung Dadang Supriatna di Ciparay Bahas Pilkada

    Asep Ikhsan Bertemu Bupati Bandung Dadang Supriatna di Ciparay Bahas Pilkada

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Sejumlah nama pendamping Dadang Supriatna terus bermunculan, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung 2024. Seperti diketahui, Dadang Supriatna merupakan Bupati Bandung incumbent periode 2021 sampai dengan 2024. Selain menjabat Bupati Bandung, pria yang akrab disapa Kang DS itu juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung. […]

  • Pesan Wali Kota Sukabumi Pada Hari Guru: Guru Digugu dan Ditiru, Berikanlah Contoh Terbaik

    Pesan Wali Kota Sukabumi Pada Hari Guru: Guru Digugu dan Ditiru, Berikanlah Contoh Terbaik

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Meski masih dalam masa pandemi Covid-19 dan juga masa penerapan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II di Kota Sukabumi, namun peringatan Hari Guru Nasional sekaligus HUT PGRI ke-76, tetap berjalan khidmat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Kamis (25/11/2021). Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri acara yang berlangsung di Aula […]

  • Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Pimpin Rapat Optimalisasi Pajak Daerah, Tegaskan Bebas Pungli

    Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Pimpin Rapat Optimalisasi Pajak Daerah, Tegaskan Bebas Pungli

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memimpin langsung rapat koordinasi implementasi optimalisasi pajak daerah yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, pada Sabtu (04/01/2026). Rapat ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menopang pembangunan dan pelayanan publik yang berkelanjutan. ‎Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil […]

expand_less