Breaking News
Trending Tags

Hari Lahir Bung Karno: Menelusur Jejak Di Kota Kembang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bulan Juni identik dengan kelahiran Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno. Sudah jadi rahasia umum pula, Bandung adalah bagian terpenting dalam perjalanannya.

Tak tanggung-tanggung, ada satu perkataan Bung Karno tentang Kota Bandung yang cukup menyentuh.

“Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya”, demikian ungkapan Bung Karno saat menyebut Bandung.

Bukan sekadar menuntut ilmu lalu menjadi pemimpin negara, Bung Karno juga meninggalkan banyak jejak di kota ini. Humas Bandung merangkum jejak-jejaknya ke dalam beberapa tempat ini. Simak ulasannya, yuk!

  1. Rumah Ibu Inggit
    Rumah Inggit Garnasih adalah rumah yang berada di Jalan Ciateul No. 8, Bandung (sekarang Jalan Inggit Garnasih). Rumah ini merupakan wujud penghormatan kepada seorang perempuan yang ikut merintis kemerdekaan Indonesia, yaitu Inggit Garnasih.

Seperti diketahui, Inggit adalah salah satu istri Presiden Soekarno. Saat itu, Soekarno muda saat itu hendak melanjutkan sekolahnya di Bandung. Ia kemudian bersekolah di Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang kini jadi ITB.

Setelah menikah dengan Inggit, keduanya tinggal di rumah ini.

Selanjutnya, rumah ini menjadi saksi perjuangan Soekarno untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia sebelum Ia dan Inggit Garnasih dibuang ke Flores dan Bengkulu.

Ia sering melakukan pertemuan dan diskusi dengan kawan-kawannya di rumah ini dan berhasil membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dan sebagai ganti dari PNI terbentuklah PARTINDO pada 29 April 1931.

Berbagai sumber menyebut rumah ini ditempati Inggit Garnasih dan Soekarno sejak tahun 1926 sampai dengan pertengahan tahun 1934 yang saat itu masih berbentuk rumah panggung.

Selanjutnya, rumah tersebut ditempati oleh Inggit untuk kedua kalinya seorang diri pada tahun 1949 sampai tahun 1984.

  1. Gedung Indonesia Menggugat
    Awalnya, gedung ini merupakan tempat tinggal Belanda yang dibangun pada 1907. Sepuluh tahun kemudian, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda.

Dekade 1930-an, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Soekarno menjadi salah satu yang diadili.

Pada saat diadili, Soekarno memberontak dalam sidang dan melakukan pembelaan dengan judul Indonesia Menggugat. Peristiwa tersebut sangat menggegerkan Belanda hingga akhirnya pembelaan Soekarno tersebut dijadikan nama untuk gedung tersebut, yang masih digunakan hingga sekarang.

Sepanjang perjalanannya, Gedung ini mengalami beberapa perubahan fungsi. Mulai dari kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dekade 1950-an, Gedung Keuangan (hingga 1973), juga Kantor Dinas Perdagangan & Perindustrian Provinsi Jawa Barat (1973-1999).

Setelah mengalami pengubahan fisik, gedung tersebut diberi nama menjadi Gedung Indonesia Menggugat oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, HC Mashudi pada 2005.

Baru pada 2007, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), secara resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya kelas A yang harus dirawat dan dijaga.

Saat ini, gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi.

  1. Institut Teknologi Bandung
    Institut Teknologi Bandung (dulu bernama de Technische Hoogeschool te Bandung) berdiri pada 3 Juli 1920 di bawah Pemerintah Kolonial Belanda.

Laman resmi ITB menyebut, sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920 hingga 1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH dengan hanya ada 2 orang Indonesia.

Soekarno sempat meninggalkan jejak di kampus ini. Tercatat pada 3 Juli 1926, Soekarno menjadi insinyur dari kampus ini. Ia masuk sebagai satu dari empat insinyur pribumi pertama di kampus ini.

Hingga saat ini, Institut Teknologi Bandung masih jadi salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Kota Bandung.

  1. Penjara Banceuy
    Penjara ini identik dengan perjalanan Soekarno dalam memproklamirkan kemerdekaan. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di sini.

Berbagai sumber menyebut di penjara itu, Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet non permanen.

Pada ruangan pengap ini pula, Ia menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Pada perkembangannya, tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan yang kelak bernama Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta.

Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang.

  1. LP Sukamiskin
    Penjara ini dibangun pada 1918 gaya Arsitektur Eropa oleh seorang arsitek bernama Prof. CP Wolff Schoemaker.

Di penjara ini, Soekarno pernah menghuni Kamar Nomor 1 Blok Timur Atas. Ia menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel penjara Sukamiskin.

Bung Karno ditahan karena saat itu memiliki konflik politik dimana Ia bertentangan dengan Penguasa Belanda.

Kini, sel penjara yang pernah ditempati Bung Karno tersebut dijadikan sebuah museum dan diberi tulisan: “Bekas Kamar Bung Karno”.

Lapas ini juga menjadi saksi atas lahirnya sebuah karya buku berjudul “Indonesia Menggugat” yang ditulis oleh Bung Karno. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Menu Sahur Dan Berbuka Favorit Yana Mulyana, Ada Menu Kesukaanmu Juga?

    Ini Menu Sahur Dan Berbuka Favorit Yana Mulyana, Ada Menu Kesukaanmu Juga?

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bulan Ramadan 1443 Hijriah telah memasuki hari ke-9. Bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, santap sahur dan berbuka puasa pasti identik dengan menu favorit. Tanpa terkecuali bagi Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Di sela-sela kegiatannya membagikan takjil kepada warga Kota Bandung di Alun-alun Bandung (depan Pendopo) beberapa waktu lalu, […]

  • Enam Titik Terindikasi Melanggar Ijin Bangunan di Cimahi

    Enam Titik Terindikasi Melanggar Ijin Bangunan di Cimahi

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Mbinews.id,Cimahi– Disinyalir  empat bangunan perumahan, Satu bangunan sekolah dan satu sarana olahraga di Kota Cimahi melanggar tata ruang Kawasan Bandung Utara (KBU). Sebagai sangsi adiministrasi  bangunan-bangunan tersebut  dipasang plang sebagai tanda pelanggaran tata ruang. Bangunan-bangunan tersebut, STKIP Pasundan, Perumahan Edelweiss Residence, Anabil Cluster, Perumahan Grand Cimahi City, Perumahan Kamarung Regency dan Moriz Futsal. Pelanggaran tersebut […]

  • DPRD Kota Bandung Terus Mengawal Permasalahan Pedagang Pasar Baru

    DPRD Kota Bandung Terus Mengawal Permasalahan Pedagang Pasar Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Indri Rindani mengatakan, DPRD akan terus mengawal permasalahan yang terjadi antara pengelola Pasar Baru Trade Center dengan para pedagang. Saat ini, proses penyelesaian permasalahan terus berjalan dan sedang ditangani oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Bagian Ekonomi dan Perumda Pasar Juara Kota Bandung. Indri Rindani mengharapkan, tidak […]

  • Hari Jadi ke 79 Provinsi Jabar, Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Jawa Barat Menyoroti Indikator Makro Pembangunan

    Hari Jadi ke 79 Provinsi Jabar, Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Jawa Barat Menyoroti Indikator Makro Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Jelang Hari Jadi ke-79 Provinsi Jabar, Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan tanggapan sekaligus harapannya. Pihaknya berharap Provinsi Jabar menjadi lebih baik dalam segala aspek. “Mudah-mudahan di usianya 79 menjelang 80 tahun ini Provinsi Jabar menjadi lebih baik. Saya sangat berharap akan hal itu,” harap Wakil Ketua Fraksi Gerindra Persatuan […]

  • Pokja PWI Kota Bandung Gelar Gathering Lomba Mancing

    Pokja PWI Kota Bandung Gelar Gathering Lomba Mancing

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG  Mbinews – Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Bandung menggelar Media Gathering lomba mancing yang berlangsung di kolam pemancingan Berkah Sodara Jelekong, di Kabupaten Bandung, Sabtu 7 Desember 2024. Ketua panitia, Sandy Deka Rochmana mengatakan kegiatan Lomba Mancing tersebut merupakan agenda rutin Pokja PWI kota Bandung yang setiap tahun dilaksanakan, dengan kegiatan yang berbeda. Dengan […]

  • Wali Kota Bandung Oded M Danial Positif Corona

    Wali Kota Bandung Oded M Danial Positif Corona

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengonfirmasi telah terpapar Covid-19, Jumat (8/1/2021) Oded mengetahui hal itu setelah menjalani pemeriksaan pada Rabu 6 Januari 2021 lalu. Saat ini Oded telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Ia pun tetap sehat karena tidak bergejala. Untuk itu, ia memohon doa dari warga Kota […]

expand_less