Belajar Membatik, IKWI Kota Sukabumi Menyulam Kebersamaan dan Cinta Budaya
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Serius, Anggota IKWI Kota Sukabumi Tengah Belajar Pelatihan Membatik Galeri Batik Kenari, Kota Sukabumi, Sabtu (3/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Sehelai kain putih perlahan mulai dihiasi garis-garis tipis dari lelehan malam. Di tangan para peserta yang sebagian baru pertama kali menggunakan canting, setiap goresan menjadi pengalaman baru. Ada yang tampak hati-hati, ada pula yang sesekali memperbaiki alur malam agar tetap mengikuti pola.
Suasana tersebut mewarnai pelatihan membatik yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Sukabumi di Galeri Batik Kenari, Kota Sukabumi, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan teknik dasar membatik kepada anggota IKWI. Lebih dari itu, pelatihan menjadi ruang edukasi untuk mengenal proses pembuatan batik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal.
Ketua IKWI Kota Sukabumi, Ayu Maulida, mengatakan, pelatihan membatik merupakan bagian dari agenda organisasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru kepada anggota.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada anggota. Selain mengenal proses membatik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota,”ujar Ayu.
Menurutnya, proses membatik memiliki nilai pembelajaran yang tidak berhenti pada keterampilan membuat motif di atas kain. Ketelitian, kesabaran dan kreativitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
“Ketika memegang canting dan mulai menggoreskan malam, peserta belajar bahwa sebuah karya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Nilai-nilai itu yang ingin kami hadirkan melalui kegiatan ini,”katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai proses membatik. Setelah itu, mereka mencoba menggunakan canting untuk mengaplikasikan malam mengikuti pola yang telah disiapkan.

Bagi peserta pemula, menggunakan canting bukan perkara sederhana. Aliran malam harus dijaga agar tetap stabil, sementara tangan dituntut bergerak perlahan mengikuti garis pola. Kesalahan kecil dapat membuat garis melebar atau keluar dari motif yang telah dibuat.
Namun, justru dari proses tersebut peserta dapat memahami bahwa sebuah kain batik tidak lahir secara instan. Di balik motif yang terlihat indah, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketekunan, keterampilan dan kreativitas.
Ayu menilai, pengenalan terhadap batik penting dilakukan secara berkelanjutan karena batik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan mengenalkan prosesnya secara langsung kepada masyarakat.
“Batik bukan hanya soal motif dan kain. Di dalamnya ada proses, keterampilan dan nilai budaya yang perlu terus dikenalkan. Dengan belajar dan mempraktikkannya, kita ikut mengambil bagian dalam menjaga tradisi tersebut,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan edukatif serupa dapat terus dikembangkan oleh IKWI Kota Sukabumi. Tema kegiatan pun diharapkan semakin beragam sehingga anggota memperoleh pengalaman baru sekaligus memiliki ruang untuk memperkuat hubungan kekeluargaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Ke depan, kami ingin menghadirkan kegiatan dengan tema yang berbeda, sehingga anggota bisa terus menambah wawasan sekaligus memperkuat kebersamaan,”ucapnya.
Bagi IKWI Kota Sukabumi, pelatihan membatik menjadi pengalaman sederhana yang memiliki makna lebih luas. Dari sebatang canting dan lelehan malam, para peserta diajak melihat bahwa menjaga warisan budaya tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.
“Kadang, pelestarian tradisi justru tumbuh dari keberanian untuk belajar, mencoba dan mengenal lebih dekat budaya yang ada di sekitar,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur

Saat ini belum ada komentar