Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Inflasi Kota Sukabumi Terkendali di 2,75 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Harga Pangan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id – Inflasi tahunan Kota Sukabumi, tercatat sebesar 2,75% pada September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 3,16% dan nasional sebesar 3,28%, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi per 1 Oktober 2026.

Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (MtM) Kota Sukabumi pada September 2026 tercatat sebesar 0,13%. Capaian inflasi tahunan tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% dengan toleransi plus-minus 1%.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan, terkendalinya inflasi merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi serta perubahan kondisi cuaca.

“Inflasi tahunan Kota Sukabumi sebesar 2,75% menunjukkan bahwa tekanan harga masih terkendali. Namun, pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri dan akan terus memperkuat pengawasan harga, menjaga ketersediaan pasokan, serta memastikan distribusi pangan berjalan lancar,”ujar Ayep. Kamis, (15/10/2026).

Menurut Ayep, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan meningkatkan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar. Koordinasi dengan distributor juga akan diperkuat untuk mengantisipasi gangguan pasokan dan lonjakan harga.

Selain itu, pemerintah daerah akan melanjutkan program pangan murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“TPID akan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, memperkuat koordinasi dengan jaringan distributor, dan memastikan program pangan murah berlanjut agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,”katanya.

Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Neng Rahmi, menjelaskan, inflasi bulanan pada September 2026 antara lain dipengaruhi oleh kenaikan harga telur ayam ras dan telepon seluler. Kedua komoditas tersebut masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,04 poin persentase, sedangkan pisang menyumbang 0,03 poin persentase.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, antara lain daging ayam ras, buncis, beras, cabai rawit, dan jagung manis.

Adapun secara tahunan, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar, yakni 0,39 poin persentase. Bensin menyusul dengan andil sebesar 0,24 poin persentase.

Sejumlah komoditas pangan, seperti daging ayam ras, beras, tahu mentah, dan minyak goreng, turut berkontribusi terhadap inflasi tahunan Kota Sukabumi.

Rahmi mengatakan, tekanan harga pangan berkaitan dengan kondisi iklim dan peningkatan permintaan pasar. Kemarau panjang pada periode sebelumnya turut menekan pasokan sejumlah bahan pangan segar, termasuk cabai dan beras.

“Selain faktor cuaca yang memengaruhi ketersediaan pasokan, peningkatan permintaan masyarakat juga mendorong kenaikan harga telur dan daging ayam ras,”jelas Rahmi.

Meski demikian, tekanan inflasi pada sejumlah komoditas dapat diimbangi oleh peningkatan pasokan. Salah satunya melalui panen raya bawang merah yang membantu menekan harga komoditas tersebut di pasar.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sambung Rahmi, TPID Kota Sukabumi telah menjalankan sejumlah program pengendalian inflasi sepanjang September 2026.

“Program tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 titik, serta pasar murah dan bazar di delapan titik,”katanya.

Rahmi mengatakan, berbagai langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Program bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta pasar murah dan bazar merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat,”ucapnya.

Ke depan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan komoditas strategis.

“Upaya itu diharapkan, dapat membantu menjaga inflasi Kota Sukabumi tetap terkendali sekaligus meminimalkan dampak kenaikan harga terhadap pengeluaran rumah tangga,”pungkasnya.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Beri Dukungan Bagi Delegasi Indonesia Di  Kompetisi WorldSkills 2019

    Presiden Jokowi Beri Dukungan Bagi Delegasi Indonesia Di Kompetisi WorldSkills 2019

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MBInews,id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menerima delegasi dan para peserta yang akan mengikuti kompetisi WorldSkills 2019. Kompetisi keterampilan tingkat dunia yang diikuti partisipan Indonesia pada tahun ini tersebut akan digelar di Kazan, Rusia, pada 22 hingga 27 Agustus 2019 mendatang. Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya ingin melihat talenta-talenta asal Indonesia dapat bersaing dan menunjukkan […]

  • Jubir Nu Pasti, Sabilulungan Tunggu Hasil Real Count KPU

    Jubir Nu Pasti, Sabilulungan Tunggu Hasil Real Count KPU

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    SOREANG, MBInews.id – Tim pemenangan paslon bupati Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) masih menunggu hasil real count perolehan suara Pilbup Bandung 2020 oleh KPU Kabupaten Bandung. Juru Bicara NU Pasti Sabilulungan Dadang Rusdiana menuturkan sementara dari hasil real count berdasarkan formulir C1 di tabulasi internal masih unggul dibanding dua palson […]

  • Ratusan Peserta IKut Hadir Dalam,  Fasilitasi HKI Oleh Disbudpar Dalam Melindugi Hak Paten Para Pelaku Ekraf

    Ratusan Peserta IKut Hadir Dalam, Fasilitasi HKI Oleh Disbudpar Dalam Melindugi Hak Paten Para Pelaku Ekraf

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dalam rangka meningkatkan kepemilikan HKI bagi para pelaku ekonomi kreatif, Disbudpar Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi & Fasilitasi HKI di Hotel El Royale, Bandung 28/08/19. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dalam keilmuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu Ahmad Kapi Sutisna, S.H.,M.H (Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Jawa Barat) […]

  • Birokrat Harus Konsisten dan Komitmen Pada Program yang Telah Direncanakan

    Birokrat Harus Konsisten dan Komitmen Pada Program yang Telah Direncanakan

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan konsistensi dan komitmen para birokrat terhadap program yang telah direncanakan menjadi kunci dan krusial, terlepas dari siapa pun kepala daerahnya. Birokrasi harus menjadi tulang punggung pelaksanaan program pembangunan yang dirancang berdasarkan proses panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah […]

  • Musrenbang Kelurahan Gunungpuyuh Hasilkan Sepuluh Usulan Fisik dan Non fisik

    Musrenbang Kelurahan Gunungpuyuh Hasilkan Sepuluh Usulan Fisik dan Non fisik

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sepuluh usulan kegiatan dihasilkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, yang dilaksankan di keluarahan setempat. Senin, (9/12/2024). Lurah Gunungpuyuh, M. AL Rohman mengatkan, jika hasil rembug warga atau pra musrenbang usulan dari masyarakat ada sekitar 100 lebih usulan, baik kegiatan fisik dan non fisik. Namun, setelah dikerucutkan, […]

  • Akibat Refocusing dan Aturan Baru, Proses Tender Cepat Terhambat

    Akibat Refocusing dan Aturan Baru, Proses Tender Cepat Terhambat

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya kebijakan refocusing dan turunya aturan baru. Yakni, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020, tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Menyebabkan, pelaksanaan tender sejumlah paket pekerjaan diawal tahun ini terpaksa terhambat.”Iya, kita terhambat dengan adanya refocusing dan aturan yang baru tersebut. Walaupun keinginan Pimpinan daerah di awal tahun ini, proses pengadaan sudah […]

expand_less